MULAI BANGGA PADA SULSEL

0
751

Negeri ini, negeri para pemberani. Sulawesi Selatan bahkan telah dikenal sebagai negeri para pemberani sejak dahulu kala. Bahkan ketika Sultan Hasanuddin menandatangani perjanjian Bongaya, Karaeng Galesong sang Panglima Perang tak mau menyerah, Karaeng Galesong justru bergabung dengan Trunojoyo untuk terus melawan penjejah. Dibelakang hari kita akan bertemu dengan orang-orang berani seperti Jenderal Jusuf sang tokoh Supersemar, Qahhar Muzakkaar yang Pantang menyerah, Aru Pallaka sang pembebas tanah Bone, hingga di jaman mengisi kemerdekaan kita mengenal Baharuddin Lopa, hingga Abraham Samad yang seolah tak gentar menghadapi siapapun juga, apapaun pangkat dan jabatannya dan sebesar apapun pengaruhnya.

Dalam Kecerdasan, Orang-orang masih mengenang Karaeng Pattingngaloang, Mangkubumi yang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan termasuk astronomi. Ada legenda Lagaligo, karya sastra terpanjang sepanjang sejarah, adab BJ. Habibie yang tumbuh dan terdidik di Pare-pare hingga dijaman sekarang kita mengenal Taruna Ikrar sang pemilik beberapa hak paten peta otak, ada Firmansyah Kasim, Mahasiswa Program Doktor termuda di Oxford University serta perain beberapa medali emas IPhO.
Dalam sisi kepemimpinan, ada begitu banyak yang dapat dikedepankan dan yang terbesar selain Habibie adalah Jusuf Kalla yang meskipun dulu hanya Wapres tapi digelari The Real Presiden oleh banyak orang dijaman Presiden SBY.

Sulawesi Selatan memang negeri yang luar biasa tapi ketika Uji Awal Kompetensi Guru 2013 dan UKG 2015 diumumkan,saya pun terpukul, begitu rendahnya kompetensi guru di Sulsel. Bahkan ketika diumumkan Nilai Integritas UN 2015, saya semakin terpukul, betapa tidak, Sulsel menjadi Provinsi dengan Integritas paling rendah di Indonesia.

Saat mengikuti rembuk nasional 2016 di Parung Bogor, saya pun tertunduk lesu, betapa tidak, Sulawesi Selatan ternyata hanya menganggarkan 2,4% dari APBDnya untuk pendidikan yang bahkan hitungan per siswa per tahun buat makan Bakso Berdua di Ati Raja pun tak cukup.
Saat itulah, saya bertekad, saya akan melakukan sesuatu untuk Sulawesi Selatan dan untuk Indonesia. Sebagai Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, tentunya saya punya kesemapatan untuk itu. Di IGI memang tak ada uang, tak ada anggaran, bahkan kantor pun tak jelas. Semuanya harus diusahakan sendiri. Tapi saya tahu, di IGI, saya punya ratusan bahkan ribuan kawan guru. Guru-guru yang selama 6 tahun saya memimpin IGI wilayah, terbukti militansinya, terbukti semangatnya, terbukti keihlasan dan ketulusannnya, terbukti keinginannya untuk maju.

Saya tak peduli lagi dengan segala kegelapan dunia pendidikan, saya tak lagi peduli dengan segala yang rusak dalam dunia pendidikan, yang ada dalam benak saya adalah bergerak, maju dan berbuat.
Setelah sempat berkeliling Indoensia, saya pun mengajak kawan-kawan IGI Sulsel menjelajahi Sulawesi Selatan. Gayung pun bersambut, 16 kabupaten kota bergetar, 16 kabupaten kota digerakkan, mereka dibuatkan seminar, dilatih dan dicerdaskan. Getaran ini sangat kuat dan membuat banyak guru temotivasi untuk lebih baik. 
Tanpa dikomando, 36 orang guru Sulsel berangkat secara mandiri ke Surabaya, beli tiket sendiri, bahkan membayar kontribusi yang disyaratkan panitia. Padahal peserta lainnya dibiayai oleh IGI. Sulsel kemudian tampil sebagai provinsi dengan peserta terbanyak dalam TOT Nasional Literasi Produktif yang menghebohkan itu.

Beberap minggu lalu, pengurus IGI Sulsel diajak berbincang oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, Irman Yasin Limpo, mereka ngopi bareng pagi itu.

Kemarin, saya membaca harian kompas, Sulsel menjadi provinsi pertama di Indonesia yang melatih 14.000 guru SMA dan SMK. Didik Suhardi, Sekjen Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan pun memberikan apreseasi luar biar.
http://rakyatsulsel.com/rp5-miliar-anggaran-pemprov-tingkatkan-kompetensi-guru.html

Sulsel menganggarkan lima Milyar untuk itu yang berarti, rata-rata diatas 350.000/guru.
Kak None, rakyat Sulsel berharap, ditangan ta sebagai kadis, Sulsel mampu menunjukkan bahwa 2,4 % APBD 2016 untuk pendidikan bisa berubah menjadi 20,4% ditahun 2017 nanti. Kami pasti bangga karena aset terbesar sebuah bangsa, bukan sumber daya alamnya tapi justru adalah manusianya.

SELAMAT HARI JADI SULAWESI SELATAN KE-347, 19 OKTOBER 2016, SEMOGA SULSEL DIBAWAH KEPEMIMPINAN KOMANDAN SYL BISA MEWUJUDKAN 20% APBD UNTUK PENDIDIKAN.

Jakarta, 19 Oktober 2016

Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat

Ikatan Guru Indonesia

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here