JELAJAH PENINGKATAN MUTU GURU ENAM KABUPATEN DI NTB, “BUKAN SOAL GANTI KURIKULUM TAPI SOAL KOMPETENSI GURUNYA”

0
1254

Ikatan Guru Indonesia terus bergerak dan berupaya meningkatkan kompetensi guru. Buat IGI apapun bentuk, jenis dan nama kurikulumnya, tak akan banyak berpengaruh jika mutu guru rendah. Hanya dengan menguji dua kompetensi guru yaitu kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional rata-rata nilai guru Indonesia hanya 56,69, sebuah angka yang sesungguhnya memalukan dalam 71 tahun Indonesia merdeka.

Jika guru-guru Indonesia hanya mampu memperoleh nilai rata-rata dibawah 60 dengan hanya satu jenis soal mata pelajaran, bagaimana mungkin kita berharap siswa-siswi yang kita akan akan memperoleh nilai 100??

Setelah melalui jenjang S1 di LPTK, kemudian PPG maka sesungguhnya setelah itu Organisasi Profesi Guru bertugas mengembangkan profesi guru.
Lalu dimana selama ini organisasi profesi guru??

IGI kemudian terus bergerak karena IGI sepenuhnya paham, 71 tahun Indonesia merdeka tapi pemerintah hanya mampu membuat guru mencapai nilai 56,69 saja. Sejak Januari 2016, IGI tancap gas, banyak orang yang bertanya-tanya dari mana IGI memperoleh dana menggerakkan guru-guru di hampir seluruh wilayah Indonesia?

Disanalah kreativitas, keihlasan, kerja keras, kebersamaan dan kekompakan dibutuhkan, IGI bahkan mampu menggelar Musyawarah Wilayah tanpa uang sedikit pun, mengapa?
Gedung dipinjami, honor tidak perlu, transport masing-masing, spanduk dibuatkan sponsor, konsumsi bawa masing-masing. Bahkan di Karanganyar, Bupati Karanganyar dibuat tercengang oleh IGI, kata beliau “baru kali ini saya ketemu organisasi, ditawari hotel kok memilih rakerwil di asrama pabrik gula”

Setelah melakukan jelajah sembilan kabupaten di Aceh, Jelajah Kalteng, Jelajah Maluku, Jelajah Banua Banjar lima kabupaten di Kalsel, Jelajar Jateng Karanganyar-Semarang dan kini jelajah Sumbawa-Lombok dengan 6 kabupaten kota di NTB, mulai dari Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lomboh Utara dan Minggu, 4 Sepetember 2016 berakhir di Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam Jelajah NTB ini, IGI menurunkan pelatih kawakan, Abdul Karim sang master Komik dan Game Pembelajaran serta Abdul Kholiq sang master sagusanov. Selain Ketua Umum, tim juga bergerak bersama Ulil Amri Ketua Wilayah IGI NTB dan Ibu Ermawanti, Waki Ketua Umum Regional Bali-Nusa Tenggara. Meskipun akhirnya saya tidak bisa menghadiri seluruh kabupaten/kota tapi peserta membludak dimana-mana yang lagi-lagi memberi penjelasan akan hausnya mereka pada hal-hal yang bernuansa pengembangan diri dan kompetensi.

Di Dompu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu dalam sambutannya menyatakan bahwa IGI menjadi harapan karena fokus pada peningkatan kompetensi guru. Kadis yang suka melucu dan tertawa dalam pidatonya ini bahkan menyampaikan bahwa guru-guru yang tidak berkualitas dan tidak bisa mencapai angka 80 dalam UKG 2018 nanti hampir pasti tunjangan profesionalnya dicabut.

4 September 2016
Muhammad Ramli Rahim
Ketua Umum Pengurus Pusat
Ikatan Guru Indonesia

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here