IGI SUMSEL SUKSES ADAKAN WEBINAR PERDANA DI TEAMS

0
666

Hari pertama diklat Teams di IGI Sumatera Selatan dengan 180 orang peserta terdaftar. Bukan hanya berasal dari wilayah Sumatera Selatan, ternyata ada dari provinsi Sumatera Utara, Jawa Timur, Bengkulu dan Bangka Belitung.

Seperti yang telah dijadwalkan, tadi malam pukul 19.00 WIB telah diadakan Webinar dengan Mentor Mr. Yandri Soeyono, seorang Microsoft Innovative Trainer. Meski hanya 134 orang yang hadir, diskusi berlangsung sangat seru. Waktu webinar akhirnya ditutup pukul 22.00 WIB mundur tiga puluh menit dari yang telah dijadwalkan.

Saat sesi tanya jawab dibuka oleh Ibu Husnaini dari Pengurus IGI Wilayah Sumatera Selatan, beberapa peserta tidak segan bertanya langsung. Malah ada beberapa dari mereka mengungkapkan dengan jujur bahwa TEAMS adalah hal baru dan sangat awam. Tidak hanya itu, mereka bisa saling bertatap muka, berkenalan dengan Mentor dan sesama peserta.

Saya membayangkan mengajar anak-anak didik saya di pedesaan dengan aplikasi TEAMS. Andai saja operator setiap jaringan seperti telkomsel, IM3 dan lain-lain bisa sedikit menurunkan tarif. Hahaha! Semoga saja.

Ini diklat kesepuluh yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Sumatera Selatan. Jika ditotal dari diklat pertama sampai dengan diklat Teams ini sudah lebih dari seribu orang peserta yang mengikutinya.

Era pandemi COVID-19 sungguh membawa hikmah menurut saya. Kalimat “Mari Belajar dari COVID-19” sungguh lah tepat. Dunia pendidikan telah mengalami banyak perubahan, bertransformasi menjadi wujud yang baru, sedikit berubah pola, dari tidak biasa menjadi biasa. Mau tidak mau, para guru dituntut untuk bisa berinovasi . Tentu saja ini bagi yang masih merasa “menjadi guru”. Tiga bulan sekolah di rumah, para guru diimbau untuk tetap mengajar. Jangan mau dibilang guru itu makan gaji buta!

WFH alias Work From Home menjadikan guru bertransformasi. Jika dulu diklat daring dianggap ‘Tak Penting’ sekarang malah menjadi sebuah kebutuhan. Saya masih ingat kalimat mantan Menteri Pendidikan Indonesia yang saat ini tengah menjabat jadi Gubernur DKI Jakarta berkata bahwa Guru adalah pembelajar. Jika tidak mau belajar, berhentilah jadi guru.

Kalimat itu terdengar langsung di telinga saat saya tengah menghadiri acara Pesta Literasi Nasional Sagusaku Ikatan Guru Indonesia di Jakarta Convention Center tahun 2018 lalu. Beliau diundang waktu itu untuk memberikan Penghargaan kepada pejabat-pejabat daerah yang telah memberikan kontribusi penuh dan mendukung IGI sebagai organisasi profesi yang ikut membantu pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru di Acara Anugerah Pendidikan Indonesia.

Diklat Daring kini menjadi primadona, itu lebih tepatnya. Guru memang tidak bisa tergantikan oleh teknologi. Tapi, guru yang seperti apa dulu? Ya. Guru yang tetap mau menjadi guru. Guru yang tidak mau berhenti untuk belajar.

Eka Fitriani
Ketua Bidang Literasi, Publikasi dan Informasi
IGI Wilayah Sumatera Selatan

Comments

comments