IGI Kab. Limapuluh Kota Sukses Gelar Pelatihan Daring Sagusagelas

0
468

Di tengah Pandemi Covid-19 yang mengharuskan siswa dan guru diliburkan dari aktivitas di sekolah, tidak menyurutkan tekad guru-guru untuk tetap meningkatkan kompetensinya. Hal ini terlihat dari kegiatan pelatihan daring yang diselenggarakan oleh  Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Lima Puluh Kota yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat.

Kegiatan Online yang bertajuk “Satu Guru Satu Google Classroom”(Sagusagelas”) itu diikuti oleh 114 orang guru dari satuan SD hingga SMA/SMK.

Kadisdikbud Lima Puluh Kota Indrawati, S.Pd, MM,Pd menyebut, peningkatan kompetensi guru di semua satuan pendidikan adalah kebutuhan pokok pendidik yang perlu dilakukan, sekalipun dalam kondisi darurat bencana Covid 19. Dengan kondisi wabah covis-19 saat ini maka pelatihan dilakukan secara online walau hanya melalui handphone.

“Guru saat ini harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dengan memiliki kemampuan untuk mengkritisi masalah pembelajaran yang efektif, menyelesaikan masalah, berkolaborasi dan berkomunikasi, kreatif dan inovatif, mampu berliterasi serta menguasai tekhnologi informasi,” ungkap Indrawati ketua membuka pelatihan swcara online itu di Tanjung Pati, Selasa (5/5).

Dikatakan, pelatihan itu juga sebagai alat pengukuran untuk menguji kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran antara peserta didik dan pendidik atau sesama pendidik.

Sebelumnya, Ketua Panitia kegiatan Nazli Anas,S.Pd  menjelaskan bahwa pelatihan guru online ini cukup diminati oleh pendidik dari SD hingga jenjang SMA/SMK.

Pelatihan daring yang berlangsung dari tanggal 4 sd 12 Mei 2020 ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain; Mike Ritaliah,S.Si,M.Si, Riza Asfa,S.Si.M.Si dan Afdhal,S.Pd Pengurus MGMP Bhs. Inggris Kab.Lima Puluh Kota. Dalam.pelatihan itu nara sumber akan memberikan materi tentang keunggulan Google Classroom dan pengelolaan kelas, materi, tugas dan quiz.

Lebih lanjut diungkapkan oleh panitia pula bahwa kegiatan ini bersifat gratis dan pesertanya pun tidak hanya berasal dari Sumbar tetapi juga diikuti guru daerah lain di Indonesia.

Comments

comments