IGI Gandeng Pemkab Kutim – Ciptakan Organisasi Guru Yang Berkompeten

0
1130
SANGATTA- Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kutai Timur langsung tancap gas menjadi salah satu perkumpulan guru profesional. Dalam kesempatan itu, pengurus IGI menggandeng Pemkab Kutai Timur (Pemkab Kutim) untuk bersinergi, dalam mendukung IGI menjadi organisasi guru yang berkompeten dalam hal mengajar. Beberapa program bakal digeber dan disampaikan dihadapan awak media elektronik maupun cetak lokal, di Ruang Media Center, Kantor Bupati, Bukit Pelangi, Rabu (7/12).
Ketua IGI Kutim Aramsyah menjelaskan bahwa fokus utama pihaknya dalam waktu dekat ini yakni memperhatikan kualitas guru dalam hal pengembangan kompetensi mengajar di kelas. IGI membentuk ikatan guru mata pelajaran dan ada beberapa hal teknis seperti cara mengajar guru di dalam kelas.
“Ini menjadi visi dan misi IGI sejalan dengan Pemkab Kutim yang mendukung penuh berkomitmen dalam pengembangan skill (keterampilan) dan kualitas guru dalam kelas, tidak hanya itu ada beberapa cara proses pendekatan ke murid lewat cara pengajaran di kelas oleh guru dengan sistem pengajaran yang nyaman, dan bergabung di IGI ini menjadi tujuan pokok,” tegas Aramsah pada sesi jumpa awak media yang dihadiri Wakil Ketua Umum IGI Pusat Imam Wahyudi, Asisten Kesra Sekkab Mugeni, Kepala Bagian Humas Muchtar, dan beberapa pengurus IGI.
Aramsah menambahkan IGI juga akan bergerak cepat yaitu dalam waktu 5 tahun, menggaet anggita dengan target sebanyak 5 ribu anggota.
“Jumlah tenaga guru di Kutai Timur berjumlah 6.500 orang yang tersebar di kota dan pedalaman, kami terus berlomba untuk menarik anggota yang mau bergabung bersama IGI untuk bersama dalam priotitas pokok mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum IGI Pusat Imam Wahyudi. Menurutnya keberadan IGI sama sekali tidak berbenturan dengan organisasi guru seperti PGRI. Walaupun banyak yang bertanya apa perbedaan IGI dengan PGRI.
“Intinya IGI dan PGRI tidak ada perbedaan keduanya sama-sama perkumpulan guru yang di isi tenaga pengajar berkompeten dibentuk sesuai dengan UU (undang-undang) tenaga guru dan dosen,” jelas Imam.
Imam mengutarakan dalam hal ini IGI juga menggarisbawahi anggota yang mendaftar gratis dan tidak dipungut biaya. IGI tidak menarik sepersen pun rupiah setiap bulan. Hanya uang pendaftaran pertama kali saja untuk beban administrasi anggota sebesar Rp 50 Ribu sebagai tanda jadi dan sukarela. Total anggota IGI seluruh Indonesia yang tersebar di beberapa daerah sudah mencapai 25 Ribu orang. IGI juga mendapatkan dana corporate social responcibility (CSR) dari beberapa perusahaan untuk mendukung guru salah satunya Teacher Center yaitu sebuah wadah pelatihan guru.
Sementara itu, Mugeni mewakili Bupati Kutim mengaku akan mendukung program yang di usung oleh IGI, termasuk upaya menambah anggota baru berjumlah 150 orang. Dia sepakat kedepan organisasai profesi ini dapat merangkul banyak anggota guru yang siap bergabung.
“Ketika anggota sudah bergabung saya harapkan IGI serius bekerja mengedepankan tanggung jawab, tidak ada unsur politik guru, semua merapatkan barisan untuk kemajuan IGI,”pungkasnya.
Sumber berita: http://humas.kutaitimurkab.go.id/index.php/home/detail/2013/igi-gandeng-pemkab-kutim—ciptakan-organisasi-guru-yang-berkompeten

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here