Jakarta, IGI.OR.ID– Sebanyak 102 peserta Training of Trainers (ToT) Penanaman Nilai-Nilai Kebangsaan (PNK) resmi dikukuhkan sebagai trainer oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. Tb. Ace Hasan Sadzily, M.Si. Kegiatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pelatihan yang diikuti para pendidik dari berbagai daerah di Indonesia.

Prosesi penutupan berlangsung di Kompleks Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 15 September 2026. Para peserta yang terdiri atas guru, dosen, dan widyaiswara diharapkan mampu membawa nilai-nilai kebangsaan yang diperoleh selama pelatihan ke lingkungan tugas dan pengabdian masing-masing.

Dalam sambutannya, Gubernur Lemhannas RI menekankan pentingnya peran alumni sebagai agent of change di lingkungan tempat mereka bertugas. Penanaman nilai-nilai kebangsaan, menurutnya, tidak berhenti pada ruang pelatihan, tetapi perlu diteruskan melalui keteladanan, pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Para alumni diharapkan dapat menjadi agent of change di lingkungan tempat bertugas,” demikian pesan Gubernur Lemhannas RI kepada para trainer yang baru dikukuhkan.

Enam Pengurus IGI Dikukuhkan sebagai Trainer

Dari 102 trainer yang dikukuhkan, terdapat enam pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang mengikuti dan menyelesaikan ToT PNK tersebut. Mereka adalah Dr. Jasmansyah, M.Pd., MH., Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat IGI; Harjono, M.Si., Ketua Wilayah IGI Banten; Dr. Imron, S.Pd., M.Pd., Ketua Wilayah IGI Jawa Tengah; Yani, Ketua IGI Banjar; serta Ayu, Ketua IGI Indramayu dan Nenny ketua IGI Kab Bandung Barat.Keterlibatan pengurus IGI dalam pelatihan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kapasitas guru dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui dunia pendidikan. Dengan posisi mereka sebagai pengurus organisasi profesi, pengalaman dan wawasan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada para guru di wilayah masing-masing.

Wakil Ketua Umum PP IGI, Dr. Jasmansyah, M.Pd., MH., menyampaikan rasa syukur karena dapat menjadi bagian dari pelatihan yang diselenggarakan Lemhannas RI.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari pelatihan ini. Banyak wawasan baru yang kami dapatkan dari para pakar, sekaligus pengalaman berharga melalui interaksi dengan peserta dari berbagai daerah,” ungkap Jasmansyah.

Menurutnya, keberagaman latar belakang peserta justru menjadi ruang pembelajaran tersendiri. Pertukaran pengalaman selama pelatihan memberikan perspektif yang lebih luas mengenai tantangan penanaman nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan.

Ditutup dengan Api Unggun hingga Penyematan Sertifikat

Prosesi penutupan ToT PNK berlangsung dalam suasana penuh khidmat sekaligus hangat. Rangkaian kegiatan diawali dengan api unggun, yang menjadi simbol semangat dan kebersamaan para peserta selama mengikuti seluruh tahapan pelatihan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan komitmen bersama, sebagai bentuk tekad para alumni untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian.

Momentum pengukuhan ditandai dengan penyematan pin Lemhannas RI kepada para trainer, dilanjutkan dengan penyematan sertifikat sebagai tanda telah selesainya rangkaian Training of Trainers Penanaman Nilai-Nilai Kebangsaan.

Turut hadir mendampingi Gubernur Lemhannas RI dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Lemhannas RI, antara lain Direktur, Wakil Direktur, Sestama, para Deputi, para Direktur, serta panitia dan unsur terkait di lingkungan Lemhannas RI.

Dengan dikukuhkannya 102 trainer tersebut, nilai-nilai kebangsaan diharapkan tidak hanya menjadi materi yang dipahami, tetapi berkembang menjadi praktik nyata di ruang kelas, kampus, lembaga pendidikan, dan lingkungan masyarakat.

Bagi para pengurus IGI yang dikukuhkan, amanah tersebut menjadi momentum untuk memperluas peran guru sebagai pendidik sekaligus penggerak nilai-nilai kebangsaan. Pendidikan tidak hanya membentuk manusia yang berpengetahuan, tetapi juga warga negara yang memiliki kesadaran kebangsaan, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sumber