JAKARTA, IGI.OR.ID- Ikatan Guru Indonesia (IGI) secara resmi akan mengirimkan delegasi guru-guru dari berbagai wilayah di Indonesia untuk menghadiri ajang EDUtech Asia 2026. Pertemuan edukasi dan teknologi terbesar di Asia ini dijadwalkan berlangsung pada 4–5 November 2026 di Sands Expo & Convention Centre, Singapura. Puluhan guru IGI yang berasal dari Sumatera hingga Papua akan berangkat menghadiri kegiatan ini.

Langkah strategis ini diambil sebagai komitmen IGI untuk membawa suara dan inovasi guru Indonesia ke panggung internasional sekaligus memperluas jaringan edukasi global dalam menghadapi era transformasi digital.

Ketua Umum PP IGI, Dr. Danang Hidayatullah, S.H.I., M.M., menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan momentum krusial bagi akselerasi kompetensi guru di tanah air. 

"Kita tidak bisa lagi mendidik generasi masa depan dengan metode masa lalu. Melalui EDUtech Asia 2026, IGI ingin memastikan guru-guru Indonesia berada di garda terdepan dalam mengadopsi teknologi, tanpa kehilangan esensi kemanusiaan dalam mengajar. Saat ini IGI merupakan salah satu mitra resmi Edutech Asia bersama puluhan mitra berskala internasional ," ujarnya. 

Tiga Pengurus IGI Siap Paparkan Topik Inovatif di Sesi Show and Tell

Mengusung tema utama "Human-centred education, powered by AI and tech", ajang ini akan mempertemukan lebih dari 8.000 praktisi pendidikan dunia. Tidak hanya menjadi partisipan pasif, tiga pengurus IGI dikonfirmasi akan tampil sebagai pembicara dalam sesi praktis bergengsi Show and Tell untuk membagikan gagasan bertajuk "Real Stories and New AI-deas" langsung dari ruang kelas Indonesia. Ketiga pengurus tersebut akan membawakan topik presentasi yang berfokus pada implementasi teknologi di sekolah:

  • Hafiza Arifati – Membawakan topik mengenai strategi pemanfaatan platform digital interaktif guna menciptakan ekosistem kelas yang dinamis dan berpusat pada siswa.
  • Mustika Wijaya – Memaparkan inovasi metode pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI-powered learning) yang dirancang khusus untuk mempersonalisasi kebutuhan belajar siswa.
  • Tia Anggraini – Mengangkat topik tentang integrasi alat teknologi esensial guna meningkatkan literasi digital dan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) sejak dini.

Ketua Bidang Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat (PP) IGI, Dewi Sri Indriati, S.Pd., M.Si, menjelaskan pentingnya diplomasi pendidikan ini. 

"Kehadiran IGI di Singapura adalah bagian dari program IGI International Education Journey. Penampilan rekan-rekan pengurus dalam sesi Show and Tell menjadi bukti nyata bahwa guru Indonesia tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu membagikan inovasi kreatif yang diakui di tingkat internasional," ungkap Dewi.

Agenda Kunjungan ke Sekolah Indonesia Singapura

Selain menghadiri konferensi utama, rangkaian program ini mencakup kunjungan edukasi dan benchmarking ke Sekolah Indonesia Singapura (SIS) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura untuk memetakan praktik terbaik (best practices) pengelolaan sekolah di luar negeri.

Koordinator Pelaksana Program, Riksa Suci Imaniah, M.Pd, menambahkan terkait teknis pelaksanaan dan antusiasme peserta. 

"Persiapan logistik dan pembekalan materi untuk delegasi akan kami matangkan agar seluruh peserta dapat menyerap ilmu secara maksimal. Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi dari para guru yang ingin menjadi motor penggerak dan membawa perubahan nyata sekembalinya mereka ke sekolah masing-masing," kata Riksa.

Melalui pengiriman delegasi ini, IGI berharap para guru dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengimplementasikan teknologi mutakhir demi kemajuan kualitas pendidikan nasional.