Jajaran IGI Kabupaten Banyuasin bersama Dekan FMIPA Universitas Sriwijaya Prof. Hermansyah usai audiensi terkait rencana kemitraan pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) LPPM UNSRI di sekolah-sekolah Kabupaten Banyuasin.
PALEMBANG, IGI.OR.ID– Kolaborasi antara organisasi profesi guru dan perguruan tinggi terus dibangun untuk menghadirkan manfaat nyata bagi dunia pendidikan. Salah satunya dilakukan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Banyuasin melalui audiensi dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sriwijaya (UNSRI), Rabu (16/9/2026).
Audiensi yang berlangsung di FMIPA UNSRI sekitar pukul 09.00 WIB tersebut membahas rencana kemitraan IGI Kabupaten Banyuasin sebagai mitra pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) LPPM UNSRI.
Rombongan IGI Banyuasin diterima langsung oleh Dekan FMIPA UNSRI, Prof. Hermansyah, S.Si., M.Si., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Penjaminan Mutu Dr. Fiber Monado, S.Si., M.Si dan Koordinator Tata administrasi Evi Yuswita, S.E. Hadir dalam audiensi dari IGI Banyuasin, Ketua Daerah IGI Banyuasin Suminah, M.Pd., Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Meri Kartikasari, M.Pd., Sekretaris IGI Banyuasin Eka Supriasih, M.Pd., dan anggota bidang Sistem Informasi dan Keanggotaan Hasja Paluta Utami, M.Si.
Kemitraan tersebut diarahkan untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, khususnya di sekolah-sekolah yang berada dalam jejaring IGI Kabupaten Banyuasin dan secara bertahap dapat menjangkau sekolah lainnya di Kabupaten Banyuasin.
Mempertemukan Kepakaran Kampus dengan Kebutuhan Sekolah
Gagasan kemitraan ini berangkat dari kebutuhan untuk mempertemukan sumber daya perguruan tinggi dengan persoalan nyata yang dihadapi sekolah. FMIPA UNSRI memiliki sumber daya akademik dan kepakaran di bidang sains dan teknologi, sementara IGI Banyuasin memiliki jejaring guru dan sekolah yang memahami kebutuhan pembelajaran secara langsung di lapangan. Kolaborasi keduanya diharapkan dapat melahirkan program pengabdian yang lebih kontekstual, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan sekolah.
“Kami ingin membangun kemitraan yang tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat bagi sekolah. IGI memiliki jejaring guru dan sekolah, sementara UNSRI memiliki kepakaran akademik. Kami berharap kedua kekuatan ini dapat dipertemukan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Suminah, M.Pd., perwakilan IGI Banyuasin.
Melalui kemitraan tersebut, berbagai potensi program dapat dikembangkan, antara lain penguatan pembelajaran sains, peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, pengembangan keterampilan peserta didik, serta program berbasis kebutuhan dan permasalahan lingkungan sekolah.
FMIPA UNSRI Sambut Baik Rencana Kemitraan
Dalam audiensi tersebut, pihak FMIPA UNSRI menyambut baik rencana kemitraan yang diajukan IGI Kabupaten Banyuasin. Kerja sama selanjutnya akan diarahkan pada penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai landasan pelaksanaan program. Kedua pihak juga akan melakukan pemantapan melalui pertemuan lanjutan secara daring untuk membahas bentuk dan mekanisme kerja sama.
“Kami menyambut baik rencana kemitraan ini. Selanjutnya akan dilakukan pemantapan kerja sama, termasuk penyusunan PKS dan pembahasan lebih lanjut mengenai bentuk kegiatan yang dapat dilaksanakan bersama,” ujar Prof. Hermansyah.
Bagi IGI Banyuasin, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas peran organisasi profesi guru dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif. Kemitraan dengan perguruan tinggi diharapkan dapat membuka akses sekolah terhadap berbagai sumber belajar, kepakaran, teknologi, serta pengalaman akademik yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dari Kampus ke Sekolah, dari Sekolah untuk Masyarakat
Kemitraan IGI Banyuasin dan FMIPA UNSRI diharapkan tidak sekadar menjadi kerja sama antarlembaga, tetapi menjadi jembatan yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Perguruan tinggi menghadirkan kepakaran dan sumber daya akademik. Guru menghadirkan pengalaman serta pemahaman terhadap kondisi sekolah. Sementara sekolah menjadi ruang tempat pengetahuan dan inovasi tersebut diterapkan secara langsung.
“Harapannya, kemitraan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah yang terafiliasi dengan IGI, tetapi secara bertahap dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan dan masyarakat di Kabupaten Banyuasin secara lebih luas,” kata Suminah.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih terstruktur. Setelah pertemuan ini, IGI Banyuasin dan FMIPA UNSRI akan melanjutkan pemantapan kerja sama melalui pertemuan daring serta penyusunan PKS. Dari ruang pertemuan FMIPA UNSRI, sebuah kolaborasi mulai dibangun: agar ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kuliah, tetapi bergerak menuju sekolah, menjawab kebutuhan nyata, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penulis: TIM IGI BANYUASIN
Tanggapan & Komentar Pembaca (0)
Tulis Tanggapan Anda