TOC BANTEN – GADGET A8 SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS IT

0
852

DEDE WAHDIATI

SMKN 9 PANDEGLANG

Secara umum media pembelajaran adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran disekolah pada saat ini mulai disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga terjadi  perubahan dan pergeseran paradigma pendidikan. Kemajuan dan perkembangan teknologi sudah demikian menonjol, sehingga penggunaan alat-alat bantu mengajar seperti alat-alat audio visual serta perlengkapan sekolah disesuaikan dengan perkembangan jaman tersebut. Dan juga harus disesuaikan dengan tuntutan kurikulum sesuai dengan materi, metode, dan tingkat kemampuan belajar siswa agar dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik di sekolah.

Peran guru adalah menyediakan, menunjukkan, membimbing dan memotivasi siswa agar mereka dapat berinteraksi dengan berbagai sumber belajar yang ada. Bukan hanya sumber belajar yang berupa orang, melainkan juga sumber belajar yang lain. Bukan hanya sumber belajar yang sengaja dirancang untuk keperluan belajar, melainkan juga sumber belajar yang telah tersedia. Semua sumber belajar itu dapat kita temukan, kita pilih dan kita manfaatkan sebagai sumber belajar bagi siswa kita.

Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar, dan bahan ajar. Dari pengertian diatas, secara umum dapat dikatakan bahwa substansi dari media pembelajaran adalah bentuk saluran, yang digunakan untuk menyalurkan pesan, informasi atau bahan pelajaran kepada penerima pesan atau pembelajar dapat pula dikatakan  bahwa media pembelajaran adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar.

Usaha membuat pengajaran lebih konkret dengan menggunakan media banyak dilakukan orang. Berbagai jenis media memiliki nilai kegunaan masing-masing. Untuk memahami berbagai jenis media, terlebih dahulu kita memahami penggolongan berbagai jenis media. Seperti halnya beragam cara mengajar atau memberikan kuliah, maka alat bantu mengajar juga beragam mengikuti perkembangan cara mengajar yang diberikan oleh para pengajar. Keberagaman alat bantu mengajar seperti OHP, LCD, CD, VCD, video, komputer, internet, notebook/laptop dan gadget samsung galaxi A8 S Pen.

Seiring perkembangan jaman di tahun 2016, media pembelajaran seperti gadget dengan aplikasi android produk samsung galaxi Tab A8 with S pen SM-P355 diproduksi PT. Samsung Elektronik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan guru terhadap media pembelajaran dikelas. Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyambut baik produk tersebut kemudian IGI melakukan kerjasama dengan perusahaan samsung tersebut, dimana semua guru dapat memiliki dan menggunakan gadget a8 untuk media pembelajaran dikelas dengan mudah. Ikatan Guru Indonesia mempunyai program Satu Guru Satu Tablet (Sagusatab), program ini membuat guru-guru Indonesia bisa menjadi lebih baik dalam proses pembelajaran.

Kerjasama IGI dengan perusahaan Samsung bukan hanya pada media pembelajarannya saja tetapi IGI dan Samsung akan dan terus memberikan pelatihan nasional dalam bentuk peningkatan kompetensi guru dan terus melakukan maksimalisasi gadget dalam pembuatan media pembelajaran dan karya tulis ilmiah selama 30 jam kombinasi tatap muka dan daring untuk 100 guru dari seluruh Indonesia secara cuma-cuma setiap bulannya di Kantor PT. Samsung Elektornik Indonesia di TCC Batavia Tower lantai 25, Jl. KH. Mas Mansyur Kav.126 Jakarta, dan bahkan dari pihak samsung berkunjung ke daerah atau wilayah Ikatan Guru Indonesia di seluruh Indonesia untuk memberikan pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru.

TOT (Training Of Trainer) ke-1 dilaksanakan di Surabaya, kemudian TOC (Training Of Coach) ke-2 dilaksanakan di 12 kota di Indonesia salah satu diantaranya TOC dillaksanakan di provinsi Banten yang dilaksanakan pada tanggal 26 – 27 Desember 2016 di GSG DPRD Provinsi Banten. TOC adalah salah satu bukti samsung berkomitmen dengan IGI dalam melatih guru dan menjadikan guru yang telah mengikuti TOC dan dinyatakan lulus sebagai   pelatih nasional, maka dapat melatih guru-guru yang ada di daerahnya dan umumnya guru-guru diseluruh Indonesia. Dari alumni TOC akan ada potensi lebih dari 600 calon pelatih baru yang ditelorkan IGI. Jika ditambahkan dengan Alumni TOT Surabaya maka berpotensi menjadi 800 pelatih.

Visit To School atau Man To Man Marking menjadi sebuah gerakan IGI menuju Paperless School dan melahirkan satu juta guru terlatih literasi produktif. Untuk itu jika seorang pelatih telah melatih seseorang atau sekelompok orang di satu tempat dan meyakini sepenuhnya telah dinyatakan “menguasai apa yang dilatihkan” maka PP IGI dan Samsung akan menerbitkan sertifikat diklat 64 jam kepada coach dengan mencantumkan nama pelatihanya. Sertifikat ini mulai diterbitkan 2 Januari 2017 dan semua yang pernah dilatih mulai 9 Oktober 2016 sampai hari itu, dapat diterbitkan sertifikatnya. Kelulusan yang bersangkutan harus bisa dipertanggujawabkan pelatih karena Tim Samsung akan melakukan sampling atau uji  secara acak, jika coach yang dinyatakan lulus ternyata tidak memiliki kemampuan yang dimaksud, maka sang pelatih akan mendapat sanksi berupa pencabutan segala haknya sebagai pelatih selama 3 bulan. Jika 800 pelatih ini mampu melatih 7 orang saja setiap minggunya, maka dalam 4 tahun sudah akan ada SATU JUTA GURU TERLATIH LITERASI PRODUKTIF BERBASIS IT di Indonesia. Coach alumni TOC Banten juga diharapkan dapat memiliki kemampuan yang dimaksud, kemampuan seorang coach.

Materi yang disampaikan pada TOC Banten selain materi tentang  penggunaan atau optimalisasi A8 oleh Banu Afwan Pribadi sebagai Manager Education & Government Sectors PT. Samsung Electronics Indonesia, juga calon Coach diberikan pengetahuan tentang sparkol/animasi drawing oleh Abdul Aziz Rofiq, sagusablog dan barcode generator oleh Danang Hidayatullah Staff Khusus Ketum IGI Pusat, comic star pro oleh Nurazizah, menemu baling oleh Yully Rachmawaty dan power point lanjutan serta google drive oleh Dahli. Semua materi tersebut disampaikan secara menyeluruh sehingga guru-guru anggota IGI yang telah mengikuti TOC dapat menerapkan pengetahuan tersebut disekolah masing-masing dan jika lulus dan memperoleh sertifikat coach maka para coach wajib untuk mengaplikasikan pengetahuannya kepada seluruh guru di Indonesia

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here