JENEPONTO, IGI.OR.ID— Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (PP IGI) melantik Pengurus Wilayah Ikatan Guru Indonesia (PW IGI) Provinsi Sulawesi Selatan masa bakti 2026–2031. Pelantikan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto ini menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk memperkuat peran IGI dalam meningkatkan kompetensi guru, mendorong transformasi pembelajaran, serta membangun kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. 

Prosesi pelantikan dihadiri Bupati Jeneponto yang diwakilkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto H. Alamsyah, SE., MM., Pengurus Pusat IGI, pengurus IGI Sulawesi Selatan dan Kabupaten Jeneponto, beberapa ketua IGI daerah lainnya serta kepala sekolah, pengawas, guru, tokoh pendidikan, dan anggota IGI. Sekretaris Jenderal PP IGI hadir mewakili Ketua Umum PP IGI Danang Hidayatullah yang berhalangan hadir karena agenda lain yang berlangsung bersamaan. 

Dalam sambutannya, Sekjen PP IGI menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni pengukuhan jabatan, melainkan momentum penyerahan amanah untuk menggerakkan organisasi dan menghadirkan perubahan nyata dalam pendidikan. 

“Menjadi pengurus IGI bukanlah tentang mendapatkan posisi. Menjadi pengurus IGI adalah tentang menerima amanah untuk bergerak, menggerakkan, dan menghadirkan perubahan.” 

Untuk masa bakti lima tahun ke depan, Amirullah dipercaya sebagai Ketua Wilayah PW IGI Sulawesi Selatan, Abdul Kadir sebagai Sekretaris, dan Dewi Wahyuni sebagai Bendahara, bersama sejumlah pengurus lainnya yang mengisi berbagai posisi dalam struktur kepengurusan. Kepengurusan baru tersebut diharapkan tidak hanya menjalankan roda organisasi, tetapi juga mampu menerjemahkan program IGI ke dalam kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi guru dan satuan pendidikan. 

Memperkuat Peran IGI di Tengah Perubahan Pendidikan 

Sekjen PP IGI mengingatkan bahwa IGI akan memasuki usia 17 tahun sejak memperoleh pengesahan badan hukum pada 26 November 2009. Momentum tersebut, menurutnya, perlu menjadi ruang refleksi atas kontribusi organisasi sekaligus pijakan untuk merumuskan langkah IGI ke depan. Sejak awal, IGI dibangun dengan semangat guru belajar, guru berbagi, dan guru bergerak bersama. Semangat tersebut dinilai semakin penting di tengah perubahan dunia pendidikan yang berlangsung cepat. 

Perubahan tersebut antara lain ditandai dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital, platform pembelajaran, big data, hingga kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Kebijakan pendidikan juga mulai memberikan ruang bagi pengembangan koding dan AI dalam pembelajaran, sekaligus mendorong penguatan kompetensi guru dan implementasi Pembelajaran Mendalam. Namun, perkembangan teknologi tidak boleh menghilangkan dimensi kemanusiaan dalam pendidikan. 

“Teknologi boleh semakin canggih, tetapi pendidikan tidak boleh kehilangan kemanusiaannya.” 

Menurut Sekjen PP IGI, AI dapat membantu guru dalam membuat bahan ajar, menganalisis data, serta mengembangkan berbagai ide pembelajaran. Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan keteladanan guru, kepedulian terhadap peserta didik, dan relasi manusia yang menjadi bagian fundamental dalam pendidikan. 

Pesan tersebut, lanjutnya, relevan dengan tantangan implementasi Pembelajaran Mendalam. Keberhasilannya tidak cukup diukur dari tersedianya regulasi, modul, atau banyaknya pelatihan yang diselenggarakan. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan yang terjadi dalam praktik pembelajaran di kelas. Karena itu, IGI didorong untuk tidak berhenti sebagai penyelenggara berbagai kegiatan, tetapi menjadi organisasi profesi yang mampu menggerakkan perubahan. 

“Ukuran keberhasilan IGI bukan banyaknya sertifikat yang kita terbitkan, tetapi banyaknya perubahan yang kita ciptakan.” 

Pemda Dorong Kolaborasi Lebih Luas 

Semangat tersebut mendapat penguatan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto Alamsyah, SE., MM. Ia mendorong agar IGI Sulawesi Selatan dan IGI Kabupaten Jeneponto dapat mengambil peran yang lebih optimal dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan. Menurut Alamsyah, organisasi profesi guru memiliki posisi strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan karena bersentuhan langsung dengan guru dan praktik pembelajaran di sekolah. 

“Kami berharap IGI Sulawesi Selatan dan IGI Kabupaten Jeneponto dapat lebih optimal dalam mendukung program-program pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan. Organisasi profesi guru memiliki peran penting untuk ikut memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi dan pengembangan profesional guru.” 

Ia juga menekankan pentingnya membangun iklim kolaborasi yang terbuka dengan seluruh mitra pendidikan, termasuk organisasi profesi guru lainnya. 

“Yang kita bangun adalah ekosistem pendidikan yang kolaboratif. Karena itu, IGI perlu membuka ruang kerja sama dengan semua mitra, termasuk organisasi profesi guru lainnya. Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan layanan terbaik bagi peserta didik.” 

Dorongan tersebut sejalan dengan pesan Sekjen PP IGI yang menempatkan kolaborasi sebagai salah satu kekuatan penting dalam pengembangan organisasi. Menurutnya, pendidikan terlalu besar untuk dikerjakan oleh satu organisasi. Pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, organisasi masyarakat, dan guru perlu menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang bekerja bersama. 

Dalam kerangka tersebut, IGI Sulawesi Selatan diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas pendidikan, sembari tetap menjaga independensi dan marwahnya sebagai organisasi profesi guru. 

Dari Kepengurusan Baru Menuju Perubahan di Sekolah 

Bagi Sekjen PP IGI, tanggung jawab pengurus baru tidak berhenti pada struktur organisasi. Di balik surat keputusan kepengurusan terdapat harapan para guru, sekolah yang membutuhkan perubahan, serta peserta didik yang menunggu masa depan yang lebih baik. Karena itu, para pengurus didorong menjadikan IGI sebagai rumah belajar bagi guru sekaligus ruang untuk melahirkan inovasi dan praktik baik yang dapat diterapkan di sekolah. Kepengurusan baru PW IGI Sulawesi Selatan diharapkan mampu membawa organisasi semakin profesional, inovatif, inklusif, berwawasan global, dan semakin dekat dengan kebutuhan nyata guru serta peserta didik. 

“Jangan menunggu pendidikan berubah untuk kemudian kita bergerak. Mari kita bergerak agar pendidikan berubah.” 

Pelantikan PW IGI Sulawesi Selatan masa bakti 2026–2031 dengan demikian tidak hanya menandai dimulainya periode kepengurusan baru, tetapi juga mempertegas agenda IGI untuk memperkuat kapasitas guru, merespons perkembangan teknologi, mendorong perubahan praktik pembelajaran, serta membangun kerja sama yang lebih luas dalam ekosistem pendidikan. 

Dengan kepemimpinan Amirullah, Abdul Kadir, dan Dewi Wahyuni bersama jajaran pengurus lainnya, IGI Sulawesi Selatan memasuki periode baru dengan mandat untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas kontribusinya bagi pendidikan di Sulawesi Selatan. 

Dari guru, oleh guru, untuk pendidikan Indonesia.