Bali, IGI.OR.ID- International Conference Leadership on Education (ICLE) digelar di Bali, Sabtu (26/9/2026), dengan mengangkat tema besar “Education for a Sustainable Future” serta sejumlah subtema strategis yang membahas masa depan pendidikan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan global.
Konferensi internasional ini menghadirkan peserta dan delegasi dari berbagai negara serta menjadi ruang bertemunya para pendidik, pemimpin pendidikan, akademisi, dan mitra internasional untuk berbagi gagasan sekaligus memperkuat jejaring kerja sama di bidang pendidikan.
Adapun sejumlah subtema yang diangkat dalam konferensi ini meliputi Pendidikan untuk Masa Depan yang Berkelanjutan (Education for a Sustainable Future), Merancang Ulang Pendidikan untuk Abad ke-21 (Reimagining Education for the 21st Century), AI dalam Pendidikan sebagai Katalis Kewarganegaraan Global (AI-Enhanced Education: A Catalyst for Global Citizenship), serta Kepemimpinan Pendidikan dalam Membentuk Masa Depan Pendidikan (Educational Leadership to Shape the Futures of Education).
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (PP IGI), Dr. Danang Hidayatullah, S.H.I., M.M., yang hadir secara langsung dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan, kolaborasi dan kemitraan internasional tersebut.
Danang mengapresiasi PW IGI Bali yang mampu membangun kerja sama dengan mitra internasional. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi Pengurus Wilayah IGI lainnya untuk membuka ruang kolaborasi dan kemitraan yang lebih luas.
“IGI Bali bisa berkolaborasi dengan mitra internasional. Semoga ini juga bisa menjadi contoh bagi Pengurus Wilayah IGI lainnya,” ujar Danang.
Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan terus mengalami perkembangan. Karena itu, guru dan organisasi profesi pendidikan perlu terus membangun jejaring dan membuka diri terhadap berbagai bentuk kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam konteks tersebut, IGI terus mengambil bagian melalui jejaring dan kerja sama di kawasan Asia serta keterlibatan dengan berbagai mitra pendidikan dan teknologi.
“Dengan kepercayaan dan kolaborasi yang terus berlanjut, kita berharap guru-guru di Indonesia semakin maju. Semangat Sharing and Growing Together harus terus kita hidupkan. Kita bisa berbagi dan bertumbuh bersama dengan siapa pun,” ungkapnya.
Ketua Umum PP IGI juga berharap konferensi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi awal dari lahirnya berbagai kerja sama konkret dan berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berjalan dan menjadi ruang bagi kita untuk saling belajar, berbagi, dan membangun kolaborasi,” tambahnya.
Bali Menjadi Ruang Bertemunya Gagasan dan Budaya
Ketua Panitia ICLE, Luh Made Sri Yuniati, yang juga merupakan Dewan Kehormatan IGI Pusat, dalam sambutannya menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya konferensi internasional tersebut.
Ia menegaskan bahwa ICLE bukan hanya menjadi forum konferensi, tetapi juga ruang untuk bertemu, bertukar gagasan, dan membangun kolaborasi dari berbagai latar belakang.
Menurutnya, Bali menjadi ruang yang tepat untuk mempertemukan berbagai gagasan, budaya, pengalaman, dan perspektif pendidikan dari para peserta dan delegasi internasional.
“Bali menjadi ruang untuk berbagai gagasan dari berbagai latar belakang. Kami menyambut seluruh peserta dan delegasi dengan semangat kolaborasi dan membangun jejaring,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden GEIST International Foundation, Dr. Sabyasachi Majumdar, menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Guru Indonesia (IGI), seluruh delegasi, serta Kampus STIKOM yang telah memberikan kesempatan kepada GEIST International Foundation untuk menyelenggarakan konferensi di Indonesia untuk pertama kalinya.
Ia menilai ICLE bukan sekadar konferensi biasa, melainkan menjadi momentum pertemuan antara budaya, pendidikan, dan keberlanjutan dalam satu wadah.
“Ini bukan sekadar konferensi biasa. Ini adalah puncak dari perpaduan budaya, pendidikan, dan keberlanjutan dalam satu wadah,” ungkapnya.
Menurutnya, konferensi tersebut diharapkan menjadi wadah nyata sekaligus laboratorium pembelajaran bagi generasi muda untuk berkembang melampaui batas-batas pembelajaran di ruang kelas.
Presiden GEIST Vietnam yang turut hadir di konferensi tersebut dalam sambutannya juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai perjalanan budaya dan intelektual yang mempertemukan berbagai perspektif pendidikan dari berbagai negara.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat melahirkan gagasan-gagasan baru dan membuka peluang kolaborasi jangka panjang dalam berbagai inisiatif pendidikan yang dikembangkan bersama.
Pemprov Bali Apresiasi Konferensi Internasional
Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Umum PP IGI dan seluruh peserta konferensi dari berbagai negara.
Pemerintah Provinsi Bali mengapresiasi penyelenggaraan ICLE yang menghadirkan peserta internasional sekaligus mempertemukan berbagai latar belakang budaya dan bahasa.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini, khususnya mengenai bagaimana pendidikan harus dipersiapkan untuk menghadapi kebutuhan generasi masa depan.
“Pendidikan seperti apa yang harus kita siapkan bagi generasi masa depan merupakan pertanyaan yang sangat relevan bagi dunia pendidikan saat ini. Termasuk bagaimana teknologi dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Ia juga menilai perbedaan bahasa, budaya, dan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang bagi generasi muda dan para pendidik untuk membangun kerja sama.Dengan lebih dari 113 peserta internasional dan keterlibatan peserta dari berbagai negara, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring sekaligus melahirkan kerja sama baru di bidang pendidikan.
Penyelenggaraan ICLE 2026 di Bali menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pendidik Indonesia dengan komunitas pendidikan internasional. Melalui semangat “Sharing and Growing Together”, IGI terus mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan pendidikan.
Konferensi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai gagasan dan kerja sama baru dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 serta mempersiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki wawasan global, dan tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.
Penulis : Abdul Ghoni
Tanggapan & Komentar Pembaca (0)
Tulis Tanggapan Anda