Solo, 8 Mei 2026 — Kegiatan Training of Facilitators (ToF) Guru Gaharu resmi digelar di Hotel Aston Solo, Jawa Tengah, pada 8–10 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan peran guru sebagai fasilitator perubahan sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Guru Gaharu sendiri merupakan singkatan dari Gerakan Pembaharu, sebuah gerakan yang mendorong lahirnya guru-guru changemaker yang mampu menghadirkan perubahan positif melalui pendidikan. Program ini menekankan pentingnya empati, kolaborasi, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah di lingkungan sekitar.
Pelatihan di Solo diikuti peserta dari 26 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan DIY. Dari sekitar 200 pendaftar, terpilih 80 peserta yang dinilai siap berproses dan menjadi bagian dari gerakan perubahan pendidikan. Kegiatan ini merupakan rangkaian program nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan di Bandung, kemudian berlanjut di Solo, dan selanjutnya akan digelar di Makassar serta Ambon.
Acara pembukaan berlangsung khidmat diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu peserta mengikuti sesi perkenalan dan pengenalan program. Dalam proses awal kegiatan, peserta dibagi menjadi 10 kelompok kecil agar proses belajar dan pendampingan berjalan lebih efektif.
Setiap kelompok didampingi oleh satu co-facilitator. Total terdapat 10 co-facilitator, terdiri dari 5 orang unsur IGI (2 dari pusat dan 3 dari wilayah) serta 5 orang dari KGBN (Komunitas Guru Belajar Nusantara). Kehadiran para pendamping ini membantu peserta membangun diskusi, refleksi, dan kolaborasi selama pelatihan berlangsung.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda seperti sesi “Everyone A Changemaker”, “Papan Impian”, “Pohon Masalah dan Pohon Solusi”, “Kanvas Inovasi Sosial”, hingga “Pasar Ide”. Seluruh rangkaian dirancang untuk membangun ekosistem guru pembelajar yang mampu menciptakan perubahan positif di sekolah masing-masing.
Materi pelatihan juga memperkenalkan pendekatan 5R Ashoka, yaitu Rasa, Raih, Rancang, Rencana, dan Rawat. Pendekatan ini menjadi dasar dalam membangun inovasi sosial dan praktik perubahan di lingkungan pendidikan.
Salah satu bagian penting dalam program ini adalah Misi Belajar Guru Gaharu, yaitu ruang bagi para guru changemaker untuk membagikan praktik baik yang mereka terapkan setelah mengikuti pelatihan. Melalui cerita nyata yang dikirimkan dalam Misi Belajar, para peserta tidak hanya merefleksikan perjalanan mereka sebagai penggerak perubahan, tetapi juga membuka jalan bagi guru lain untuk ikut terinspirasi dan bertindak.
Program Guru Gaharu diharapkan mampu melahirkan fasilitator pendidikan yang tidak hanya aktif di sekolah, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran bersama, para guru diajak untuk terus bertumbuh dan menghadirkan inovasi nyata demi pendidikan Indonesia yang lebih baik.
Kegiatan berlangsung penuh semangat, hangat, dan kolaboratif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi sebagai bagian dari proses bertumbuh bersama dalam mewujudkan pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berdampak.



Tanggapan & Komentar Pembaca (0)
Tulis Tanggapan Anda