SEMARANG, IGI.OR.ID– Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Jawa Tengah terus bergerak progresif dalam upaya peningkatan kompetensi dan perlindungan profesi guru. Komitmen ini terwujud melalui sinergi strategis antara IGI dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan di Jawa Tengah. Langkah konkret kolaborasi ini diawali dengan kegiatan audiensi bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, yang berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Pertemuan yang sarat makna ini dihadiri oleh jajaran penting dari kedua belah pihak. Dari jajaran IGI Jawa Tengah, hadir Ketua Dewan Pakar Wilayah, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes). Turut mendampingi adalah Anggota Dewan Pembina Wilayah IGI Jateng, Prof. Dr. Wirawan Sumbodo, M.Pd., dan Lukman Muhajir, S.H., M.H., CFA.Jajaran pengurus inti IGI Jawa Tengah hadir lengkap dipimpin oleh Ketua Wilayah, Dr. Imron, S.Pd., M.Pd., beserta Sekretaris Wilayah, Sri Sugianto, S.Pd., M.Si., M.Kom. Hadir pula pengurus IGI Jawa Tengah, M. Yusuf Hasyim, S.Pd., M.Si.Kons., dan Ketua IGI Kabupaten Demak, Darto, S.Pd., M.BA.

Sementara itu, dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, selain Wagub yang akrab disapa Gus Yasin, audiensi ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Shodikin, S.Sos., M.Kom., serta perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, Rio Bahari.

Dukungan Penuh Pemprov Jateng

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan program-program progresif IGI. Gus Yasin, yang juga telah dipercaya menjadi Ketua Dewan Pembina Wilayah IGI Jawa Tengah, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif IGI, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan mental dan coaching bagi guru.

“Isu kesehatan mental di kalangan pendidik adalah hal krusial yang sering terabaikan. Begitu juga dengan coaching, pendekatan ini sangat efektif untuk menggali potensi guru,” tegas Gus Yasin.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mendelegasikan tenaga medis profesional, termasuk dokter, untuk mengisi sesi Webinar IGI yang membahas topik tersebut. Selain itu, Wagub juga menekankan pentingnya apresiasi atau penghargaan bagi guru-guru berprestasi untuk memotivasi peningkatan kinerja.

Sekolah Aman dan Perlindungan Guru

Dukungan nyata juga datang dari Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Shodikin. Dalam kesempatan tersebut, Shodikin menyoroti urgensi implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) terbaru terkait Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Menurutnya, sinergi dengan organisasi profesi seperti IGI sangat krusial untuk memastikan regulasi tersebut berjalan efektif di lapangan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif tanpa kekerasan maupun diskriminasi.

Hal senada ditegaskan oleh Anggota Dewan Pembina IGI Jateng, Lukman Muhajir. Ia secara khusus menyoroti pentingnya program advokasi dan perlindungan hukum bagi guru dalam menjalankan tugas keprofesiannya. “Guru harus merasa aman dalam mendidik. Kasus-kasus kriminalisasi guru harus dicegah melalui edukasi hukum yang komprehensif, baik bagi guru maupun siswa, serta advokasi yang kuat. IGI Jawa Tengah harus hadir di garis depan untuk memberikan pendampingan hukum yang solutif,” tegas Lukman.

Menyongsong Hari Guru Nasional 2026

Ketua Wilayah IGI Jawa Tengah, Dr. Imron, mengawali pemaparannya dengan memberikan ucapan selamat kepada Gus Yasin atas amanah baru sebagai Khatib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Selanjutnya, Dr. Imron memaparkan serangkaian program strategis IGI Jawa Tengah, dengan fokus utama pada persiapan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2026. Puncak peringatan HGN ini direncanakan akan jatuh pada tanggal 26 November 2026.  "Untuk menyemarakkan HGN 2026, IGI Jawa Tengah telah menyiapkan serangkaian kegiatan edukatif dalam bentuk seri Webinar," jelas Dr. Imron. "Topik-topik yang akan diangkat sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini, antara lain Digitalisasi Pembelajaran, Advokasi Perlindungan Guru, Pemantapan Nilai Kebangsaan, serta Coaching dan Kesehatan Mental."

Lebih lanjut, Dr. Imron mengungkapkan kebanggaannya atas kapasitas sumber daya manusia di IGI Jawa Tengah. “Saat ini, IGI memiliki banyak tenaga Coach yang kompeten dan siap mendampingi para guru. Bahkan, kami memiliki Coach bersertifikat dan mentor Sektor Publik yang lisensinya dikeluarkan resmi oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia,” tambahnya.

Audiensi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi guru dengan pemerintah dan para ahli. Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan dalam program-program nyata yang berdampak langsung pada peningkatan mutu, kesejahteraan, dan perlindungan guru di Jawa Tengah. Dengan pendidik yang kompeten, sehat secara mental, dan terlindungi secara hukum, kualitas pendidikan di Jawa Tengah niscaya akan semakin meningkat, melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul.
Penulis: Imron ketwil IGI Jawa Tengah