Pulau Rimau, IGI.OR.ID— Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran tidak lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna bagi peserta didik. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan In House Training (IHT) SMAN 2 Pulau Rimau bertema “Optimalisasi Pemanfaatan Digitalisasi untuk Mewujudkan Pembelajaran Mendalam yang Interaktif dan Bermakna”, Senin, 28 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.30 WIB di Laboratorium IPA SMAN 2 Pulau Rimau tersebut merupakan hasil kerja sama sekolah dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Banyuasin. Sebanyak 25 peserta, terdiri atas 23 guru dan 2 tenaga kependidikan, mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Kepala SMAN 2 Pulau Rimau, Drs. Sudirman Samosir, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan sekolah menunjukkan dukungan terhadap upaya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran di era digital.

Turut hadir Ketua IGI Kabupaten Banyuasin, Suminah, M.Pd., yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Sementara itu, IGI Banyuasin menghadirkan Meri Kartikasari, M.Pd., Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Kompetensi Guru IGI, sebagai narasumber.

Bukan Sekadar Mengenal AI, Guru Langsung Praktik

Berbeda dari pelatihan yang hanya berfokus pada penyampaian materi, IHT kali ini memberikan ruang yang cukup besar bagi peserta untuk langsung mencoba dan menghasilkan produk pembelajaran.

Materi diarahkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), Canva, dan Gemini untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran.

Peserta diajak mengenal alur pembuatan LKPD mulai dari menentukan kebutuhan pembelajaran, memilih dan menyesuaikan template Canva, menyusun isi sesuai mata pelajaran, hingga memanfaatkan AI untuk mengembangkan LKPD menjadi lebih interaktif dan menarik.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Para guru tidak hanya menyimak penjelasan narasumber, tetapi juga mencoba membuat LKPD sesuai mata pelajaran masing-masing. Setelah produk awal dibuat melalui Canva, peserta kemudian mengeksplorasi pemanfaatan Gemini untuk mengembangkan LKPD tersebut agar memiliki tampilan dan pengalaman belajar yang lebih interaktif.

Hal yang menjadi perhatian penting dalam praktik ini adalah bagaimana guru menyusun prompt yang tepat. Peserta belajar bahwa AI bukan sekadar alat untuk menghasilkan materi secara otomatis, tetapi perlu diarahkan dengan instruksi yang jelas agar hasilnya sesuai dengan tujuan pembelajaran, materi, karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan peserta didik.

Dengan demikian, teknologi tidak ditempatkan sebagai pengganti peran guru, melainkan sebagai alat bantu untuk memperkuat kreativitas dan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran.

Dari Pelatihan Menuju Praktik di Kelas

Melalui kegiatan ini, guru tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai berbagai aplikasi digital, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang dapat langsung dibawa ke ruang kelas.

LKPD interaktif yang dikembangkan selama pelatihan diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menarik, kontekstual, dan berpusat pada murid.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan pembelajaran mendalam, yaitu mendorong peserta didik tidak sekadar menerima informasi, tetapi terlibat dalam proses belajar yang memungkinkan mereka memahami materi secara lebih bermakna.

Menariknya, kegiatan tidak berhenti ketika sesi pelatihan berakhir. IGI Banyuasin dan SMAN 2 Pulau Rimau merencanakan tindak lanjut berupa webinar atau pendampingan secara daring apabila guru mengalami kendala maupun memiliki pertanyaan saat menerapkan materi pelatihan di kelas.

Langkah ini diharapkan dapat membuat proses belajar guru berlangsung secara berkelanjutan. Sebab, transformasi digital dalam pendidikan bukan hanya tentang mengenal aplikasi baru, tetapi tentang bagaimana teknologi benar-benar digunakan untuk memperbaiki pengalaman belajar murid.

IHT SMAN 2 Pulau Rimau pun ditutup dengan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah kolaboratif antara sekolah dan IGI Banyuasin dalam mendorong guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi.

Dari satu pelatihan, lahir satu keterampilan baru. Dari satu keterampilan, diharapkan lahir pembelajaran yang lebih bermakna bagi murid.