TOC IGI SULBAR, LANGKAH NYATA PERCEPATAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SULAWESI BARAT

0
949

Training of Coach yang diadakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulawesi Barat mendapat dukungan penuh dari pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif. Kepala Badan pengembangan Teknologi Pendiidkan Sulawesi Barat, misalnya, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, dalam sambutannya berkali-kali menyatakan apresiasinya terhadap IGI. Bahkan menurutnya, apa yang dilakukan oleh IGI, semestinya sudah dilakukan oleh oleh pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat. Namun karena keterbatasan anggaran sehingga hal penting seperti ini tidak atau belum optimal dilakukan. Oleh karena itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengapresiasi IGI yang melaksanakan program nyata untuk peningkatan kompetensi guru bahkan tanpa menggunakan sepeserpun anggaran negara.

Senada dengan itu,  Ketua Komisi 4 DPRD Provinsi Sulawesi Barat sebagai komisi yang membidangi pendidikan juga menaruh harapan besar terhadap ikatan guru Indonesia. Dalam sambutannya, ia bahkan menjanjikan program-program Ikatan Guru Indonesia akan dicover dalam  APBD. Dengan demikian IGI bisa konsentrasi dalam mengurus peningkatan kompetensi guru tanpa perlu dipusingkan oleh hal-hal teknis misalnya karena kekurangan anggaran. Menurutnya kerjasama ini juga bisa disinergikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat

Progres-progres program IGI yang dipaparkan oleh Ketua IGI Sulawesi Barat dalam overviewnya, membuat pemerintah maupun legislatif yang hadir pada pembukaan training of course yang diikuti oleh kurang lebih 30 guru tersebut, yakin bahwa bila konsisten dengan apa yang selama ini menjadi komitmennya, maka IGI akan berperan sangat penting dalam peningkatan kompetensi guru di Sulawesi Barat.

Training of coach yang diselenggarakan selama 2 hari dari tanggal 14 sampai tanggal 15 Desember 2016 ini juga mendapat sambutan hangat dari para peserta. Para peserta yang merupakan utusan dari 6 Kabupaten se Sulawesi Barat ditambah dengan utusan pengurus wilayah Sulawesi Barat sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan.  Terlebih 2 Pemateri  Elyas, S.Pd,M.Eng, yang didatangkan dari Yogyakarta, dan Mirawati,S.Pd,M.Pd membawakan materinya dengan santai namun tetap serius, sehingga peserta tidak merasa bosan walaupun harus menerima 4 materi dalam 2 hari.

Training of coach ini bertujuan untuk mencetak coach berkualitas yang diharapkan mampu melatih guru-guru hingga ke sekolah-sekolah pelosok. Apabila alumni tinggi Sulawesi Barat efektif melakukan pelatihan di sekolah-sekolah, maka besar kemungkinan 5000 guru terlatih literasi produktif yang menjadi tema pada kegiatan kali ini, akan tercapai tanpa menunggu waktu lama.

Sebagai bukti bahwa ini merupakan literasi produktif maka tempat materi yang diberikan harus dikerjakan oleh peserta. Sebagaimana umumnya pelatihan yang dilaksanakan oleh IGI sertifikat akan diberikan, setelah peserta menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pemateri. Untuk materi satu guru satu buku, Ikatan Guru Indonesia Sulawesi Barat berencana untuk menerbitkan tulisan dari para guru peserta ToC.

ToC ini bukanlah merupakan kegiatan pertama IGI di Sulawesi Barat.Namun demikian, kegiatan ini menjadi berbeda karena dua hal; yang pertama adalah bahwa ToC tidak hanya menghasilkan guru terlatih, tetapi juga guru yang siap berbagi, sebagaimana sligan IGI, Sharing and growing together. Yang kedua, pada pelaksanaan ToC ini, dukungan pemerintah Sulawesi Barat sangat terasa dengan dipinjamkannya aula Kantor Gubernur, dan kedatangan Kepala Badan Pengembangan Teknologi Pendidikan Sulawesi Barat dan juga ketua Komisi 4 DPRD Provinsi Sulawesi Barat. (mp/15122016)

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here