SENTUHAN IGI MERANGSANG PROFESIONALISME GURU

0
964

 

ARNOLD JACOBUS

Ketua IGI Daerah Kota Singkawang ; Guru SD Negeri 90 Singkawang

Latar Belakang

Nama saya Arnold Jacobus bertugas di SD Negeri 90 Kota Singkawang, dengan alamat tempat tugas di Jl. Mahad Usman Kelurahan Setapuk Besar Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang Propinsi Kalimantan Barat. Sedangkan alamat rumah di Jl. Turusan Melati Desa Penjajap Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas Propinsi Kalimantan Barat. Saya bertugas di Kota Singkawang mulai dari tahun 2010 sampai sekarang, sebelumnya pernah menjadi guru honorer selama 4 tahun di Kabupaten Sambas.

Mutu guru sekarang ini masih rendah, ini akan berdampak pada rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan hasil UKG 2015 yang rata-ratanya masih di bawah standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Menurut laman resmi Kemendikbud bahwa hasil UKG 2015 secara nasional untuk bidang kompetensi pedagogik dan profesional rata-ratanya hanya mencapai 53,02 (http://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/01/7-provinsi-raih-nilai-terbaik-uji-kompetensi-guru-2015), dan propinsi Kalimantan Barat masih di bawah nilai rata-rata tersebut. Bukti lain bahwa mutu guru masih rendah dapat dilihat dari hasil survey tentang mutu pendidikan di indonesia oleh Lembaga PISA masih di bawah rata-rata, kalah dengan sebagian besar negara tetangga di Asia Tenggara. Indonesia masuk pada urutan ke 69, kalah dengan Negara Singapura, Hongkong, Taiwan, Thailand, dan Malaysia  (http://www.sikerok.com/ranking-pendidikan-dunia-tahun-2015-indonesia-ke-berapa).

Berdasarkan data-data mutu pendidikan yang tertulis di atas, dan keinginan yang kuat dari diri saya untuk berkontribusi langsung dalam meningkatkan mutu pendidikan, maka saya memutuskan untuk masuk menjadi anggota IGI. Organisasi Profesi Guru IGI saya kenal lewat postingan-postingan di facebook, dan saya selalu mengikuti tiap postingan dari Pak Muhammad Ramli Rahim (Mrr) sebagai Ketua Umum IGI Pusat. Dari hasil pengamatan dan pemikiran yang mendalam maka saya berkesimpulan bahwa IGI adalah organisasi profesi guru yang terfokus pada peningkatan mutu guru. Dan hasil kesimpulan saya tidak salah, karena dari dua kali saya mengikuti pelatihan guru, terlihat jelas bahwa IGI sangat ingin meningkatkan profesionalisme guru.

 Waktu dan Tempat Kegiatan

Pada tanggal 19-20 Desember 2016, saya dan puluhan guru perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat mengikuti TOC (Training of Coach) dari IGI Wilayah Kalimantan Barat dan PT. Samsung Pontianak. Tempat pelaksanaan di Lantai 3 Gedung Center Samsung Kota Pontianak. Kegiatan dilakukan selama dua hari, dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan 16.00 wib. Jumlah peserta sebanyak 26 orang, terdiri dari pengurus IGI Wilayah Kalimantan Barat, serta perwakilan anggota IGI dari kabupaten/kota. Pelatihan akan dibagi menjadi tiga kanal, yaitu: kanal MPI (Media Pembelajaran Interaktif), kanal Komik Pembelajaran, dan kanal Sagusalog (Satu Guru Satu Blog).

 Kegiatan Pelatihan TOC 2 IGI Kalimantan Barat

Hari pertama, kegiatan pelatihan dimulai terbagi menjadi beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan tentang pengenalan IGI kepada peserta pelatihan yang disampaikan oleh Bapak Hengki dan Bapak Mahrani. Setelah istirahat siang, pelatihan dilajutkan oleh Instruktur Nasional IGI Bapak Abdul Karim (Master Komik dan Game Pembelajaran IGI) yang menyampaikan materi MPI (Media Pembelajaran Interaktif). Pada sesi ini peserta sangat bersemangat, karena banyak manfaat yang didapatkan dari media powerpoint. Media pembelajaran yang menarik dapat dibuat dari powerpoint, yang selama ini belum sepenuhnya kami kuasai.

Kami dikenalkan dengan kegunaan fitur-fitur yang ada di powerpoint, dan bagaimana cara membuat media pembelajaran yang menarik. Penyampaian materi oleh nara sumber sangat jelas, sehingga peserta merasa sangat senang. Banyak peserta menyadari bahwa media pembelajaran dari powerpoint yang selama ini mereka buat akan lebih menarik lagi jika telah mengetahui semua fitur-fitur dan fasilitas yang ada di powerpoint.

Disela-sela pelatihan kami diperkenalkan oleh Ibu Sekar dari Samsung tentang tekhnologi Samsung Tab A8. Tab itu sangat bagus untuk menunjang pembelajaran di kelas. Banyak fasilitas-fasilitas Samsung Tab A8 yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Selain itu, Samsung juga sangat memperhatikan masalah pendidikan di Indonesia, dengan menyumbang milyaran rupiah untuk mendirikan Rumah Belajar IGI.

Hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan penyampaian materi Komik Pembelajaran oleh Bapak Abdul Karim. Komik pembelajaran bisa membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Karena sebagian besar peserta didik khususnya anak SD, sangat menyukai komik. Oleh karena itu, IGI memperkenalkan kepada guru-guru bagaimana cara membuat komik pembelajaran. Pembuatan komik pembelajaran sangat mudah, namun sangat bermanfaat besar bagi peningkatan hasil pembelajaran. Ada dua orang peserta diminta untuk mempresentasikan hasil pembuatan komik pembelajarannya. Hasilnya lumayan baik untuk tahap pemula.

Setelah istirahat siang, pelatihan dilanjutkan dengan pengenalan aplikasi lectora dan powerpoint. Kedua aplikasi itu bisa digunakan untuk pembuatan media pembelajaran interaktif. Kami diajarkan bagaimana cara membuat media pembelajaran dan soal untuk latihan peserta didik. Bapak Abdul Karim sebagai Master Komik dan Game Pembelajaran IGI yang bertugas sebagai nara sumber pada pelatihan ini sangat membantu peserta. Beliau dengan sabar membimbing peserta sehingga kebanyakan peserta berhasil membuat satu media pembelajaran interaktif. Banyak peserta terlihat senang dan bersemangat selama mengikuti pelatihan, padahal materi yang disampaikan itu bagi sebagian guru sangat rumit.

Akhir pelatihan TOC 2 ini diisi dengan penyampaian komitmen dari pengurus dan peserta dari daerah untuk memajukan organisasi profesi guru IGI, dengan cara melatih guru-guru di daerah masing-masing. Diharapkan kepada peserta pelatihan dapat membagi ilmunya kepada guru-guru di daerah, sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran di daerah masing-masing.

Harapan Kami (Guru Kalimantan Barat)

Semoga dengan pelatihan ini dapat meningkat mutu guru di Kalimantan Barat, khususnya saya pribadi di Kota Singkawang. Selama ini guru sangat minim dengan sentuhan pelatihan, karena pelatihan yang biasanya diadakan oleh pemerintah hanya mencakup sebagian kecil guru. Bahkan ada gelar yang beredar dikalangan guru bahwa gelar S.Pd.SD itu kependekan dari “Sarjana Pendidikan Spesial Diklat, itu dikarenakan hanya guru-guru tertentu yang selalu mendapatkan pelatihan.

IGI menanggapi permasalahan pendidikan tersebut, dengan melaksanakan pelatihan-pelatihan bagi guru. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 41 (2) Tentang Guru dan Dosen yang berbunyi “Organisasi profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat”, maka sesuai dengan undang-undang di atas, IGI hadir untuk menjalankan amanah undang-undang tersebut terutama pada bagian peningkatan kompetensi guru.

Besar harapan kami sebagai guru kepada IGI agar dapat meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan-pelatihan yang selalu rutin diadakan. Semoga pelatihan ini dan pelatihan-pelatihan dari IGI yang akan datang dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Sentuhan-sentuhan IGI melalui pelatihan guru-guru dapat merangsang guru untuk meningkatkan profesionalismenya sebagai pendidik anak bangsa.

Terima kasih IGI yang telah banyak meningkatkan mutu guru, terima kasih juga kepada Samsung yang telah mensuport IGI dan Guru-Guru di Indonesia.

Sukses dan Jaya selalu untuk kita semua.

Salam Literasi Produktif….

“Sharing and Growing Together”

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here