SEMINAR LITERASI SEKOLAH ; KEGIATAN PERDANA IGI KAB. BENER MERIAH

0
1754

Keberadaan IGI Kabupaten Bener Meriah akhirnya dirasakan manfaatnya oleh guru, para siswa dan juga wali murid. Hari ini, Sabtu, 3 September 2016 IGI Kabupaten Bener Meriah berhasil melaksanakan sebuah Seminar tentang Literasi. Kegiatan perdana yang baru pertama kali diadakan di Bener Meriah ini berlangsung meriah.

Literasi BM1Ketua IGI Kab Bener Meriah, Pak Alimin Sutoyo, adalah orang yang benar-benar komit terhadap keberadaan IGI di Bener Meriah ini. Bersama teman-teman pengurus IGI Kab. Bener Meriah menginisiasi kegiatan seminar ini. Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 2 Bandar ini dihadiri oleh guru-guru perwakilan SMP/MTs dan SMA/MA se Kabupaten Bener Meriah. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wali atau orang tua siswa. Jumlah peserta sebanyak 60 orang, dan ruang pelaksanaan berlangsung di KANTIN LITERASI. Sebuah kantin yang kini menjadi salah satu program Gerakan Literasi Sekolah di SMAN 2 Bandar.

Kegiatan Seminar ini dibuka secara resmi oleh Kabid Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bener Meriah, Bapak Drs. Samsuardi. Dalam amanatnya beliau menekankan tentang pentingnya melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah untuk meningkatkan budi pekerti dan kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Bener Meriah. Panjang lebar beliau memaparkan keinginan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar setelah selesai seminar, para peserta dapat menerapkan – semua yang diperoleh dalam seminar ini – di sekolahnya masing-masing. Pak Kabid juga memuji keberadaan ini, menurutnya IGI adalah organisasi profesi yang sangat dibutuhkan keberadaannya oleh para guru. Kata beliau, “ikutilah kegiatan-kegiatan IGI, apalagi saat ini ada guru dari Aceh Timur yang menduduki posisi Wakil Ketua Umum, ini adalah jabatan yang tinggi, kita harus bisa mendapatkan manfaat dari posisi wakil ketua umum ini.” Semoga IGI Kab. Bener Meriah dan IGI Pusat bisa terus berkontribusi untuk peningkatan kompetensi guru di Bener Meriah ini.

 

Seminar ini menghadirkan 2 oraKantin Literasing narasumber. Narasumber pertama adalah Saudara Nurdin, S.Pd. M.A. dari IGI Pusat yang juga menjabat sebagai Kepala SMA Negeri Unggul Aceh Timur. Narasumber yang akrab disapa “Babe” ini memaparkan tentang Apa itu leterasi dan bagaimana melaksanakan Gerakan Literasi di Sekolah. Selain secara konsep dipaparkan, Babe juga memberikan sebuah contoh keberhasilan Gerakan Literasi yang dilaksanakan di beberapa sekolah di Indonesia, termasuk keberhasilan sekolah yang dipimpinnya dalam menerbitkan sebuah buku karya para guru. Pemaparan yang diselingi tanya jawab ini berlangsung lebih dari 2 jam, dan ini menjadi catatan tersendiri bagi panitia bahwa para guru memang butuh kegiatan seminar untuk menambah wawasan mereka. Terima kasih kepada Babe dan IGI pusat yang telah banyak menginspirasi kami disini.

 

Narasumber yang kedua adalah Pak Alimin Sutoyo, S.Pd. Beliau adalah ketua IGI Kabupaten Bener Meriah yang juga menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Bandar. Kepada Peserta Seminar, Pak Alimin memaparkan tentang keberadaan KANTIN LITERASI. Kantin yang didesain secara terbuka, tanpa dinding, ternyata dibuat dari hasil penyisihan uang pembangunan dari wali siswa. Artinya kantin ini adalah milik wali murid. Pembuatan Kantin Literasi ini ditujukan untuk memanfaatkan waktu-waktu luang siswa saat istirahat. Siswa yang jajan atau beristirahat di sini bisa mengisi waktu-waktu luang itu dengan membaca buku.Buku-buku telah disediakan dalam 2 lemari. Karena sekolah ini baru 3 bulan melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah, maka Koleksi Buku-bukunya juga terbatas. Pak Alimin membeli buku-buku bekas di Medan Sumatera Utara. Upaya yang luar biasa demi mendekatkan siswa dengan buku bacaan. Kedepannya pak Alimin bersama teman-teman IGI Kab. Bener Meriah bertekad untuk menularkan Kantin Literasi ini ke sekolah-sekolah lain se Bener Meriah.

Setelah kegiatan seminar ini ditutup pada pukul 15.00, diskusi antara peserta dengan narasumber masih tetap terjadi. Salah seorang peserta, Pak Parmin, yang juga anggota komite sekolah ini, menyatakan tekadnya untuk bisa menerapkan gerakan literasi ini kepada orang tua. Menurut beliau, orang tualah yang paling menentukan keberhasilan program literasi di Bener Meriah ini. Kalau semua orang tua mau peduli dan mendukung anak-anaknya untuk melaksanakan budaya membaca sejak dini, tentu gerakan literasi di sekolah dapat diibaratkan sebagai seuah vitamin literasi saja. Semoga upaya pak Parmin dan kawan-kawan IGI Kabupaten Bener Meriah ini bisa sukses. Deklarasi Kabupaten Bener Meriah sebagai sebuah Daerah Pelaksana Literasi tentu bukan sebuah mimpi di siang bolong nantinya.

Akhirnya, kami atas nama IGI Kabupaten Bener Meriah mengucapkan terima kasih kepada narasumber dan IGI Pusat. Semoga kita bisa selalu Sharing and Growing Together. Amiiin.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here