SEBUAH CATATAN PERJALANAN AKHIR TAHUN MENUNTUT ILMU KE TANAH BABAD BANTEN

2
708

ARNI SUSANTI OKTAVIA
GURU SMK NEGERI 1 PITUMPANUA

Saya Arni Susanti Oktavia dari SMK Negeri 1 Pitumpanua Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, mulai bergabung di Ikatan Guru Indonesia bulan Oktober 2016. Bergabung di IGI adalah “kesempatan emas yang tak ternilai harganya”, bisa berkenalan dan belajar dengan guru-guru penggiat literasi se-Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kegiatan Visit to School atau Man to Man Marking yang menjadi sebuah gerakan IGI menuju Paperless School dan akan melahirkan satu juta guru terlatih literasi produktif dan adanya kanal-kanal seperti SAGUSATAB, SAGUSABLOG, SAGUSANOV, MENEMU BALING dengan mengembangkan cyber teaching atau pengajaran di dunia maya membuat saya penasaran sekaligus merasa tertantang. Sudah 7 tahun lebih saya menjadi guru dan belum pernah sama sekali mengikuti training khusus pemanfaatan teknologi informasi.

Kegiatan TOC sendiri pernah diselenggarakan di Makassar, sayangnya bertepatan kegiatan Diklat PLPG jadi saya harus merelakan training tersebut berlalu begitu saja. Libur semester pun tiba, ketika semua orang merencanakan libur bersama keluarga, saya memilih melewatkan libur dengan kegiatan yang lebih produktif. Berawal dari postingan ibu Dede Wahdiati, di Grup Telegram IGI se-Indonesia tentang TOC Banten yang akan dilaksanakan pada tanggal 26-27 Desember 2016 dan keinginan besar tuk menjadi lebih baik meskipun tinggal di daerah yang jauh dari pusat kota, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengirim form registrasi via google drive, melintasi laut Sulawesi menuju Tanah Babad Banten untuk mengikuti Training of Coach. Motivasi ini tentu bukan hanya dari diri sendiri tapi dari ibu Dede Wahdiati, Panitia TOC Banten. Saya yang awalnya sangsi karena sebelumnya belum pernah ke Banten, takut nyasar dan banyak pertimbangan lain, setelah berkomunikasi dengan beliau akhirnya bersemangat mengikuti kegiatan ini.

Berangkat sendiri dari Makassar dengan niat tulus untuk belajar, akhirnya saya tiba di Soekanrno Hatta Airport dan melanjutkan perjalanan ke Banten, sampai di Patung Serang saya di jemput oleh ibu Dede Wahdiati. Kesan pertama saya ketika bertemu dengan rekan-rekan IGIers Banten adalah “ramah”. Ya…orang Sunda memang terkenal sangat ramah, lemah lembut, santun bertutur kata, baik dan sangat menghargai tamu. Kami berbincang hangat seperti sudah lama kenal, diajak jalan-jalan malam menikmati indahnya kota Serang, disuguhi rujak malam-malam, buahnya yang segar dan bumbu gula merahnya yang nikmat sangat pas di lidah. Akhirnya saya tiba di Pandeglang dan melewatkan dua malam bersama di kediaman ibu Hj. Diny Hendrawati yang sangat baik, menerima saya seperti keluarga sendiri.

TOC di buka secara resmi oleh ASDA2 Propinsi Banten, beliau sangat mengapresiasi kegiatan TOC Banten , dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional yang harus memliliki empat Kompetensi (kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional,dan sosial) sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dijelaskan pula bahwa tugas utama Guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru dituntut untuk memiliki kemampuan sebagai pendidik dan pengajar. Dalam proses belajar mengajar, penguasaan materi pelajaran dan cara menyampaikannya merupakan syarat yang sangat esensial. Oleh karenaitu, proses belajar mengajar harus diupayakan sebaik mungkin dan perlu mendapat perhatian serius. Untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang berkualitas, memerlukan media pembelajaran yang bisa membantu suksesnya proses pembelajaran di kelas. Sebelum menutup sambutan, beliau juga mengungkapkan rasa bahagia dengan mengucapkan selamat datang kepada saya, satu-satunya peserta tamu dari luar Provinsi Banten.

Hari pertama TOC benar-benar mengasyikkan dan pelan-pelan menghapus rasa penasaran saya selama ini, diawali Optimalisasi A8 oleh Banu Afwan Pribadi, dilanjutkan materi SAGUSABLOG oleh Danang Dan diakhiri materi Animasi Drawing/Sparkol Video Scribe oleh Abd. Asiz Rofiq. Menurut saya, materi terakhir di hari pertama ini yang paling menarik. Narasumber terpilih dengan cara penyampaian materi yang menyenangkan mampu membuat mata peserta tetap segar sampai pukul 22.00 WIB. Setiapmateri diakhiri dengan tugas mengaplikasikan materi yang telah diterima. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta terhadap pengetahuan yang baru saja diterima. Hari kedua diisi materi Menemu Baling oleh Yuli, Google Drive dan PPT Lanjutan oleh Dahli.

Dua hari di Banten membuat mata dan pikiran saya terbuka. Memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran itu harus. Teknologi ini telah berhasil mengubah citra stereotip dari ruang kelas menjadi bentuk modern yang lebih menarik. Berkat ini, ruang kelas tidak lagi menjadi tempat yang membosankan dan belajar dapat menjadi hal yang benar-benar menyenangkan. Dengan penggunaan komputer dan program perangkat lunak yang menyediakan materi pembelajaran, teknologi telah mengubah pendidikan menjadi lebih hebat. Melaui TOC Banten ini, saya belajar banyak tentang pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. Informasi dapat digambarkan dalam berbagai cara. Pengetahuan menjadi mudah diakses oleh siswa di berbagai tempat dalam waktu bersamaan dengan pemanfaatan Blog guru sebagai wahana untuk berbagi informasi tentang materi pelajaran dan evaluasi pembelajaran. Karena internet adalah media utama dan hal lain seperti tablet Samsung A8 telah berbicara, guru dan siswa tidak perlu membawa ransel penuh dengan buku. Kita dapat berjalan nyaman ke kelas dimana peralatan tersebut mudah untuk ditempatkan. Dengan lahirnya kelas virtual, guru dari belahan dunia manapun bisa mengajarkan siswa yang mungkin tertinggal di ujung dunia lain.

Disamping sebagai pengajar, guru harus mendapat kesempatan untuk mewujudkan dirinya sebagai sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam kegiatan lain diluar mengajar. Sebagai pembelajar, guru harus terus belajar untuk menyegarkan kompetensinya serta meningkatkan kualitas profesionalnya. Dan kesemuanya ini saya dapatkan dari IGI, kesempatan untuk bertumbuh, belajar dan berdiskusi bersama rekan IGI dan narasumber yang ahli dibidangnya dalam waktu sesingkat-singkatnya akhirnya terealisasi di Training of Coach Banten. Akhirnya TOC pun berakhir, banyak ilmu baru yang telah saya dapatkan di Tanah Babad Banten. Terima kasih kepada Narasumber IGI yang telah berbagi ilmu, pun kepada seluruh rekan IGIers se Provinsi Banten yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Semoga Allah meridhoi perjuangan dan kerja keras seluruh IGIers untuk mencerdaskan anak bangsa. IGI teruslah berjaya!

Comments

comments

2 KOMENTAR

  1. Luar biasa temenku dan sahabatku yang satu ini jauh2 datang dari wajo sulawesi selatan menuju banten untuk mengikuti TOC yang dilaksanakan IGI. dan itulah pertalian saudara sesama igiers tertanam dengan penuh keihklasan… sehingga kita dipertemukan…
    Bravo sahabtku… walopun jauh dengan IGI kita bisa bertemu
    Jayalah terus IGI
    Dan jangan pernah berhenti untuk meningaktkan kompetensi guru
    Buat bu arni kami tunggu kedatangan kembali di tanah babad banten….

  2. Dan doakan kami dari tanah babad banten berkunjung di petilasan sultan hasanudin sulawesi selatan.. aamiin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here