PERSEMBAHAN IGI UNTUK GURU INDONESIA YANG PROFESIONAL DAN KOMPETEN

0
983

SATRIA IRWANDI

Peserta TOT Literasi Produktif II NTB

smart.satria@gmail.com

 Abtsrak

Guru adalah sebuah profesi dalam dunia pendidikan yang harus professional dan memiliki kompetensi dibidangnya,. Ikatan guru Indonesia (IGI) sebagai sebuah organisasi profesi melakukan upaya peningkatan profesionalisme sebagai insan pendidikan dengan mengadakan pelatihan dan workshop dibidang teknologi Informasi dan omputer sebagai sebuah kerja nyata bagi guru dengan mempersembahkan pelatihan training of trainer guru untuk dapat menjadi pioneer di seluruh Indonesia yang mampu memotivasi guru yang lain dan juga dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Dalam upaya kerja nyata tersebut IGI telah bekerja dengan cerdas dengan menggandeng mitra dari dunia usaha dalam mengembangkan kompetensi dan profesionalisme guru di Indonesia.

Kata kunci: igi, professional, kompeten.

Guru sebagai sebuah profesi haruslah memiliki kemampuan dalam bidang yang diampunya sebagai pendidik. Profesinalisme guru sebagai sebuah profesi yang harus dilakukan secara sungguh-sungguh untuk menentukan seorang guru menjadi ahli(expert) dalam bidangnya dan mempunyai tangung jawab (responsibility) terhadap profesinya.

Penguasaan teknologi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan zaman pada era ini menuntut guru untuk dapat menguasai teknologi informasi guna terus mengengembangkan pengetahuan serta kemampuan dalam memberikan layanan profesional bagi peserta didik. Komputer, laptop,tablet dan smartphone/gadget sebagai salah satu media yang digunakan dalam penguasaan teknologi informasi masih kurang familiar dan pemanfaatan kurang maksimal dalam pembelajaran sehingga penguasaan teknologi informasi computer merupakan satu keharusan bagi guru dalam upaya peningkatan profesionalismenya.

 PEMBAHASAN

Dalam berbagai literasi dikemukakan bahwa pengertian guru professional diartikan sebagai sebuah kemampuan guru dalam mengelola dirinya dalam melaksanakan tugas-tugas kesehariannya sebagai sebuah proses yang terus bergerak dari ketidak tahuan (ignorance) menjadi tahu, dari ketidak matangan (inmaturity) menjadi matang dan dari diarahkan oleh orang lain (other directedness) menjadi mengarahkan diri sendiri(Rice & Bishoprick dalam Bafadal, 2013).

Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran sebagai sebuah tuntutan profesi memerlukan suatu upaya yang terus-menerus dilakukan oleh guru untuk dapat memberikan yang terbaik untuk perserta didik. Dalam system pendidikan keberadaan guru profesioanl merupakan satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan pembelajaran disekolah. Peningkatan profesionalisme guru memilikii peran yang sangat vital dalam upaya peningkatan mutu pendidikan disamping komponene-kompenen yang lain seperti sarana prasarana, media dan dana yang diperlukan sekolah.

Sikap professional dapat dimiliki oleh guru bilamana guru mempunyai kemampuan (ability) dan motivasi (motivation) yang dilaksnakan sebaik-baiknya dengan kesungguhan hati untuk dapat melaksanakan tugasnya sebagai guru (Glickman dalam Bafadal, 2013). Peningkatan kompetensi guru harus dilakukan dengan sistematis dan terencana dengan mempertimbangkan kebutuhan dari guru yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Guru sebagai agent of change (agen perubahan) harus peka terhadap perkembangan zaman terutama perkembangan teknologi informasi komputer di era millennium ini. Perkembangan teknologi informasi computer harus dimanfaatkan oleh guru dalam peningkatan kompetensi profesionalnya sebagai guru dengan tanggung jawab profesi yang diembannya .

Teknologi Informasi komputer dengan kemajuannya memberikan pengalaman belajar bagi peserta  didik dan guru dalam memanfaatkannya tidak terbatas hanya diruang kelas dengan guru saja namun mereka dapat belajar dari mana saja melalui media teknologi internet. Teknologi informasi komputer/internet sebagai media yang sangat diminati dan merupakan suatu trend masa kini menjadi media yang wajib dimengerti dan dimanfaatkan oleh guru karena dengan media tersebut guru dapat mengembangkan kompetensi dan profesionalismenya sebagai pendidik.

Berangkat dari permasalahan kurangnya kemampuan penguasaan teknologi oleh guru di Indonesia mempengaruhi daya saing peserta didik ditingkat internasional, sehingga diharapkan guru untuk terus berpacu dan berusaha mengupgrade pengetahuan melalui media teknologi informasi komputer dan dunia internet yang semakin maju. Usaha tersebut harus dilakukan guru baik secara mandiri maupun kelompok profesinya sehingga mutu pendidikan semakin baik. Data menunjukkkan bahwa sebagian besar guru kita di Indonesia kurang memahammi teknologi informasi komputer, hal ini dapat kita lihat dari hasil survey yang menunjukan penggunaan TIK( Teknologi Informasi Komputer) pada pembelajaran masih dalam prosentase yang belum menggembirakan. Penguasaan TIK yang kurang dari guru tersebut tidak dibarengi dengan upaya –upaya dari pihak-pihak terkait seperti pemerintah dan organiosasi profesi yang ada sehingga guru yang memilki kemampuan dan pengetahuian yang masih relatif kurang tidak menemukan wadah dalam menampung keinginan dari guru untuk melakukan peningkatan kompoetensi dalam upaya menjadi guru yang professional di bidangnya.

Keberadaan organisasai profesi dalam hal ini organisasi profesi guru yang berasal dari guru oleh guru dan untuk guru menjadi keharusan bagi guru untuk dapat merencanakan dan melaksanakan serta mengevalusi kebutuhan dari guru. Kebutuhan belajar untuk peningkatan kompetensi dari guru inilah yang menjadi kebutuhan yang urgent dan vital yang dibutuhkan oleh guru dalam menjawab tantangan yang ada di dunia pendidikan.

Ikatan guru Indonesia (IGI) sebagai sebuah organisasi profesi mencoba memberikan oase ditengah gersangnya sumber pengetahuan bagi guru pada saat ini. Atusisame guru dalam menuntut ilmu bagi upaya peningkatan profesionalisme sebagai insan pendidikan sangat terasa, hal ini dapat dilihat dari animo guru dalam mengikuti kegiatan yang dilaksankan IGI di daerah sangat diperlukan oleh guru. Kegiatan IGI yang dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia memberikan semangat dan dorongan untuk guru dalam upaya terus meningkatkan kompetensi diriya.

Kegiatan IGI yang lebih fokus pada pemanfaatan teknologi merupakan daya magis yang menarik minat guru-guru dalam bergabung berama IGI untuk lebih memajukan dunia pendidikan. Kegiatan kegiatan seperti pembelajaran Animasi Drawing dan “Menemu Baling” yang diberikan oleh trainer-trainer nasional ini memberikan  nuansa baru dalam pembelajaran menggunakan media TIK.

Metode penyampaian materi yang komunikatif dan bersahabat memberikan nuansa baru dalam penyampaian materi dalam forum ilmiah lainnya hal ini disebabkan oleh penyampaian yang menarik dan up to date serta menggali curiosity  dari peserta traiaing yang dilaksanakan IGI memberikan kesan yang mendalam dan pembelajaran yang bermakna yang akan diteruskan oleh peserta adalam pembelajaran dikelas ataupun pembelajaran di forum-forum pertemuan dengan rekan guru dalam upaya saling berbagi ilmu pengetahuan untuk bersama-sama tumbuh dan berkembang dalam pendidikan dengan mempersiapkan peserta didik yang memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni untuk bias bersaing di era milenium.

Tema pelatiahn IGI yang selalu Up to date dalam istilah jaman sekarang kekinian terutama teknologi yang terkait dengan program komputer dan optimalisasi perangkat teknologi terkini/gadget, menelisik rasa ingin tahu guru, baik yang sudah mengetahui program IGI ataupun yang baru mendengar tentang program IGI. Sebagai salah satu contoh Metode menulis dengan mulut membaca dengan telinga (Menemu baling) yang dipopuerkan oleh pak Mampuono Sejne IGI menjadi satu brand yang mampu menarik minat dan rasa ingin tahu dari para guru.

Ketertarikan dan rasa ingin tahu guru dan masyarakat pada umumnya terhadap teknologi terutama gadget mampu dikelola secara profesional oleh IGI sebagai organisasi profesi guru dengan menggandeng mitra kerja dari PT. Samsung Indonesia untuk bekerja sama dalam upaya menyediakan sarana berupa perangkat /gadget yang membantu guru dalam pembelajaran. Program Sagusatab (satu guru satu tablet) merupakan wujud nyata kerja cerdas dari IGI sebagai sebuah organisasai profesi guru yang tidak mengandalkan dana dari pemerintah namun mampu bersinergi dan bekerjasama dengan organisasi dan dunia usaha.

Wujud kerjasama tersebut tidak semata hanya pada penyediaan perangkat /gadget dengan harga khusus bagi anggota IGI saja namun dengan mendatangkan tenaga ahli dan trainer-trainer dari PT. Samsung Indonesia yang memberikan tambahan ilmu bagaimana mengoptimalkan gadget terutama produk Samsung dalam pembelajaran. Teknologi pada saat ini merupakan sarana untuk mempermudah guru dalam memberikan pembelajaran dan melakukan inovasi pembejaran terutama dengan memanfaatkan tablet /gadget yang menjadi trend. Ikatan Guru Indonesia (IGI) telah mampu membaca keinginan dari guru untuk terus meningkatkan kompetensi dengan belajar untuk menjadi tenaga guru yang professional dibidangnya.

PENUTUP

Ikatan Guru Indonesia telah mempesembahkan sebuah kerja nyata bagi guru dengan mempersembahkan pelatihan training of trainer guru untuk dapat menjadi pioneer di seluruh Indonesia yang mampu memotivasi guru yang lain dan juga dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Dalam upaya kerja nyata tersebut IGI telah bekerja dengan cerdas dengan menggandeng mitra dari dunia usaha dalam mengembangkan kompetensi dan profesionalisme guru di Indonesia. Kerjasama yang terjalin dengan dunia usaha tidak dilakukan dengan setengah-setengah namun dikerjakan secara tuntas oleh IGI dengan mengelola kerjasama dengan mitra terutama mitra dibidang teknologi untuk memberikan training kepada guru-guru IGI sebagai upaya transfer teknologi dari mitra kerja.

Demikianlah IGI bergerak dan bekerja nyata, bekerja cerdas, dan bekerja tuntas untuk guru Indonesia sebagai impelentasi kerja Ihlas dari IGI yang dipersembahkan untuk guru di Indonesia. Mari terus berbagi dan tumbuh bersama IGI demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Salam Literasi.

DAFTAR RUJUKAN

Bafadal, Ibrahim. 2013. Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar. Jakarta. Bumi Aksara

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here