OASE ITU BERNAMA IGI

0
752

Oleh Itoh Masitoh

Ikatan Guru Indonesia (IGI ), saya pertama kali mengenalnya pada awal bulan Maret 2017 dari teman satu sekolah. Beliau sudah sudah menjadi anggota IGI walaupun belum aktif mengikuti kegiatan apapun. Kebetulan pada bulan tersebut akan diadakan workshop tentang cara menulis buku yang bernama SAGUSAKU yang dijembatani oleh IGMP Bahasa Indonesia. Kegiatan workshop tersebut dilaksanakan di kota Bandung. Karena saya dan teman saya itu ingin mengikuti kegiatan dengan biaya yang lebih ringan akhirnya saya pun didaftarkan menjadi anggota IGI. Saya juga mengajak teman dari sekolah lain dan beliaupun mau karena ingin mengenal IGI lebih jauh lagi. Akhirnya kami bertiga mendaftar menjadi anggota IGI. Pada tanggal 24 Maret 2017 saya bertiga pergi bersama menuju kota Bandung dengan mengeluarkan biaya sendiri. Saya ingin bergabung bersama IGI untuk mendapatkan ilmu yang selama ini belum saya dapatkan yaitu tentang cara menulis buku, disamping tuntutan propesi yang harus ditempuh yaitu meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan.

Setelah sampai di kota Bandung saya pun bertemu guru-guru  hebat yang sudah lama bergabung dengan IGI dan sudah mengikuti berbagai jenis kegiatan yang di adakan oleh IGI.Teman – teman baru yang saya jumpai ini sebagian besar ada yang sudah menjadi guru-guru hebat dengan berbagai prestasi yang mereka peroleh. Dari merekalah awalnya saya tahu bahwa bukan hanya SAGUSAKU yang difasilitasi oleh IGI tetapi banyak lagi kegiatan -kegiatan lainnya. Kegiatan pengembangan kompetensi guru itu dilaksanakan oleh IGI baik secara langsung  yaitu tatap muka maupun secara tidak langsung yaitu secara online. Guru bisa mengikuti pelatihan diaman saja dan kapan saja tanpa harus meninggalkan tugas pokok mereka. Merekapun dapat memilih materi sesuai dengan yang mereka butuhkan.

Bermula dari judul yang saya buat dalam pelatihan SAGUSAKU yang menuntut saya harus tahu banyak tenyang IGI, saya pun mencari-cari inpormasi tentang IGI di internet. Setelah membaca dari beberapa sumber akhirnya saya tahu ternya banyak sekali Training of coak yang bisa di ikuti di IGI seperti SAGUSAKU ( Satu Guru Satu Buku) , SAGUSANOV (Satu Guru satu Inovasi), , SAGUSATAB (Satu Guru Satu Tablet), SAGUSADRO( Satu Guru Satu Aplikasi Android),SAGUSAMIK( Satu Guru Satu Komik), SAGUSAMPI (Satu Guru Satu Multi Media Interaktif), SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog), SAGUSAKTI( Satu Guru SatuKarya Tulis Ilmiah), SAGUSAEGEM ( Satu Guru satu Edu Game), SAGUSANINASI (Satu Guru Satu Animasi), SAGUSACPAD ( Satu Guru Satu Casio Pad), SEGUTABI ( Semua Guru Trampil Bahasa Inggris), Diklat Guru Non IT, Diklat Lektora, Diklat Geogebra, Gerakan Guru Berintegrasi, Diklat Guru Ramah Anak,  MENEMU BALING ( Menulis dengan mulut Membaca dengan telinga),  Gerakan Hemat Energi Dan Penciptaan Energi Baru Dan Terbarukan, Gerakan Peningkatan kemampuan guru inklusi Dan Pendidikan Untuk Semua, Geraka Guru Saudara, Gerakan Bayar Balik dan berbagai TOC lainnya. IGI merupakan dapat merupakan sumber ilmu bagi guru-guru yang ingin mengembangkan kompetensinya dan guru yang haus akan Ilmu dan keterampilan. Bagai mata air yang tidak pernah kering. Saya ingin sekali memanfaatkan Oase tersebut untuk meningkatkan kompetensi diri agar lebih bermanfaat lagi bagi orang banyak terutama peserta didk saya. Akhirnya saya tahu bahwa Oase itu bernama IGI.

Bandung, 26 Maret 2017

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here