Nasionalisme, Ideologi Ke IGI an

0
478

Secara etimologis Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional, dan nasionalisme juga rasa ingin mempertahankan negaranya, baik dari internal maupun eksternal (sumber Wikipedia).

Pemaknaan secara hakiki maksud dari sebuah nasionalisme itu adalah pengorbanan di wujudkan dalam perbuatan berupa pengabdian memberikan yang terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara untuk mewujudkan cita – cita bangsa. Nasionalisme adalah sebuah gagasan, perwujudannya berupa perbuatan.

Ikatan Guru Indonesia menterjemahkan konsep nasionalisme ini dalam sebuah gagasan yang kami sebut di sini sebagai “Ideologi Ke IGI an”. Ikata Guru Indonesia menawarkan sebuah konsep Berbagi bersama dan Tumbuh bersama, dengan berbagi akan tercipta rasa kebersamaan dan akhirnya saling percaya. Modal saling percaya akan menumbuhkan semangat persatuan yang merupakan tools yang menjadikan bangsa ini sebagai sebuah bangsa.

Ikatan Guru Indonesia mendoktrin guru – guru untuk terus belajar sepanjang hayat (long life lerarner), mengajarkan apa yang dipelajari (peer teaching), menerapkan guru saudara, kompetisi dalam kompetensi untuk tumbuh bersama. Dengan indoktrinisasi “Ideologi Ke IGI an” menjadikan guru – guru lebih kuat dan mandiri, sehingga melepaskan diri dari kebodohan penjajahan kapitalisasi model baru, menyadarkan untuk keluar dari zona aman. Dengan ini, Ikatan Guru Indonesia membantu pemerintah meningkatkan kompetensi guru jadi lebih rasional, terkonsep, terarah, terukur dan tentunya jauh lebih murah.

Untuk membumikan “Ideologi Ke IGI an” ada dua elemen penting  yang harus ada yaitu “pengerak dan pengikut”. Disinilah para pendahulu IGI berperan penting seperti Pak Ahmad Rizali, Satria Dharma, Moh. Ikshan dll yang tidak bisa kami sebutkan, yang di teruskan oleh Muhammad Ramli Rahim (MRR) yang sangat berani serta memiliki ide cemerlang untuk membuat IGI lebih maju. Sehingga IGI menjadi sebuah gerakan yang tak terbendung dan menjadi benih yang tumbuh dimana – mana.

Selama semangat ini masih ada, “ “Ideologi Ke IGI an”,  pengerak dan pengikut masih ada, maka selama itu IGI tidak akan pernah mati, karena IGI adalah nasionalisme kekinian.

Salam Hormat,

Dodi Iswanto, M.Pd

Ketua Wilayah IGI Kalimantan Barat

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here