MENULIS ITU ASYIK DAN MENYENANGKAN

0
486

Oleh : Zainal Arifin, M.MPd

Satu hal yang menjadi tekadku ketika memutuskan untuk mengikuti pelatihan SAGUSAKU yang diselenggarakan oleh IGI Pusat adalah pelatihan ini harus menjadi momentum bagiku untuk berubah menjadi guru yang lebih baik dan lebih produktif. Selesai pelatihan ini targetku adalah 1 buah buku dengan deadline 21 juli 2017 sebagai kado terindah ulang tahunku.

Untuk mengikuti kegiatan ini aku harus membatalkan 2 agenda yang telah direncanakan sebelumnya yaitu pertama, pelatihan soft skill guru untuk guru-guru di Cimahi yang bersamaan waktunya dengan pelatihan SAGUSAKU pada hari pertama. Agenda kedua, rekreasi bersama warga desa kami ke Sabda Alam Garut yang pelaksanaannya bersamaan pula dengan hari kedua pelatihan SAGUSAKU.

Keesokan harinya sebelum berangkat pelatihan, ada pesan WA yang masuk dari Mantika Education mitra kerjaku di Jakarta bahwa jam 12.00 mereka akan ke Bandung dan ingin bertemu denganku untuk membahas hasil laporan dan evaluasi training peningkatan kompetesi guru-guru di perkebunan sawit yang telah dilakukan awal maret kemarin di daerah Kunto Darussalam, Rokan Hulu Pakanbaru Riau. Dalam hati aku berkata mudah-mudahan aku bisa memanfaatkan sesi istirahat agar bisa mengikuti keduanya.

Pukul 07.30 aku sudah tiba diruangan Pluto P4TK IPA. Tak sabar aku ingin bertemu dengan para penulis hebat seperti Bapak  Slamet Riyanto, Joko Wahyono, Edi Sutarto. Namun panitia menyampaikan bahwa untuk pemateri digantikan oleh Bapak Ali Mustahib Elyas. Walaupun sedikit kecewa, aku tetap memantapkan diri untuk mengikuti pelatihan sampai selesai. Luar biasa sekali apa yang disampaikan Bapak Bapak Ali Mustahib Elyas, dengan gayanya yang low profil beliau menyampaikan tentang tips and trik menulis yang sangat menarik dan memecahkan kebuntuanku selama ini ketika mencoba menulis berdasarkan pengalaman sendiri. Mulai dari bagaimana caranya ketika kita menghadapi mood (kemauan) yang sering timbul tenggelam sampai dengan bagaimana menuangkan ide, gagasan/isi pikiran dalam sebuah outline.

Memang bukan hal yang pertama dunia tulis menulis bagiku sejak tahun 2009 sudah 10 buku yang diterbitkan. Namun semua judul lebih banyak pesanan dari pihak kedua (penerbit / lembaga) yang disesuaikan dengan riset pemasaran atau tujuan organisasi. Tapi aku tetap berupaya beberapa hal-hal idealis berusaha agar bisa masuk di beberapa buku yang kutulis walaupun sebelumnya harus menempuh perjuangan, berlelah-lelah berdiskusi dan beradu argumentasi dengan para editor.

Alhamdulilah banyak hal yang aku dapatkan dari menulis. Mulai dari renovasi rumah, membiayai kuliah S2 dan traveling gratis ke beberapa wilayah di Indonesia. Hal yang paling berkesan ketika menulis buku tentang isu-isu kependudukan yang diintegrasikan dengan kurikulum 2013 dan diterbitkan oleh Direktorat kerjasama Pendidikan BKKBN.  Responnya  sangat luar biasa dan mereka memintaku untuk menjadi instruktur agar buku tersebut dapat disosialisasikan ke seluruh guru-guru di Indonesia.

Aku bersyukur sekali atas kejadian ini. Mungkin ini jalan lain untuk menggantikan kegagalanku dalam seleksi Instruktur Nasional yang telah aku ikuti sebelumnya.  Karena waktu yang terbatas, pada saat pelaksanaannya pelatihan dihadiri oleh guru-guru terbaik dari kota/kabupaten yang terbagi dalam 3 zona wilayah yaitu bagian barat dipusatkan di Sumatera Barat, bagian tengah Kalimantan Barat dan bagian timur Nusa Tenggara Timur.

Tadinya kukira zona bagian tengah akan di pulau Bali. Aku memimpikan pergi ke sebuah pura eksotis di pinggir danau yang sering kulihat di uang lembaran Rp. 50.000.

Dulu pernah ke Bali tapi aku belum sempat mengunjungi ke lokasi tersebut karena letaknya sangat jauh dari kota Denpasar.

Ternyata memang benar kata orang, kekuatan impian itu sangat dahsyat. Tak lama aku dapat kabar dari BKKBN bahwa akan ada satu kegiatan lagi yang pelaksanaannya di Bali yang dihadiri oleh para kepala sekolah, guru teladan dan dosen-dosen dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Sempat ada rasa tak percaya diri di hati karena yang akan dihadapi bukan hanya guru-guru dan kepala sekolah tapi sekarang ada juga para dosen yang bergelar Dr dan Professor.

Namun aku teringat akan pesan professor penguji tesisku bahwa “ Suatu saat Anda akan diminta menjadi pembicara atau narasumber namun Anda jangan khawatir dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan mereka lontarkan karena anda sudah mendapatkan pertanyaan-pertanyaan tersulit dari saya”

Akhirnya aku menyatakan kesiapanku dan dengan mantap dan penuh percaya diri aku pergi ke Bali dan tentunya tak lupa menyempatkan ke Pula Ulun Danu Baratan,  Pura terindah yang kuimpikan.

Aku seorang guru SD Swasta (SD Hikmah Teladan) dari sebuah kota kecil Cimahi. Namun dengan kekuatan tekad, impian, usaha dan doa. Ternyata bisa juga aku menjadi seorang penulis bahkan sekaligus menjadi trainer dan jalan-jalan gratis keliling Indonesia bersama istri tercinta . Aku yakin bahwa ketika kita mendidik siswa dengan sepenuh hati dan mau berkorban waktu, pikiran, tenaga atas impian-impian kita maka Allah pun tidak akan tinggal diam. Pasti akan membalas semua kebaikan kita dengan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak duga dan mewujudkan semua impian kita.

Mari kita buktikan bahwa mewujudkan 1 buah buku dari hasil tulisan sendiri bukan hal yang mustahil dan semoga kita dapat berjumpa di Forum Guru Nasional bulan November 2017 di hadapan Bapak Presiden Indonesia. Aamiin.

Tadinya aku  tidak akan menceritakan kisah ini, cukup untukku saja. Namun atas saran dan dorongan pemateri  Bapak Ali Mustahib Elyas, agar aku berbagi kisah pengalaman menarik sebagai penulis dengan yang lain, maka kutuliskan kisah ini. Semoga dapat bermanfaat dan memberi semangat rekan-rekan yang sedang berjuang untuk membuat sebuah buku di pelatihan SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku) di Kota Bandung.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here