MENTARI UJUNG TIMUR UNTUK UJUNG BARAT INDONESIA

0
919

Serasa istimewa sekali Milad ke 3 IGI Kabupaten Aceh Timur yang sedianya jatuh pada tanggal 26 Maret 2017, namun karena sedang sibuk ujian akhir sekolah di tingkat SMA-SMK akhirnya dihelat pada tanggal 28 Maret 2017, namun pergeseran tersebut tidak sedikitpun mengurangi khidmat dan meriahnya momentum spesial ini. Istimewa karena kegiatan Milad IGI Aceh Timur yang mengusung Tema Mendobrak Kejumudan Menjadi Suasana Kreatif dan Menyenangkan Melalui Tulisan Guru dan Media Pembelajaran Interaktif ini bisa disaksikan oleh seluruh IGIers se Indonesia.

Difasilitasi video conference dengan platform webex dari SEAMEO, sahabat saya yang menjabat Ketua IGI Kabupaten Fakfak, bu Chandra Sri Ubayanti, M.Pd memulai kegiatan inti dengan pemaparan heroik beliau di Papua Barat yang memanfaatkan Sero di komunitas masyarakat Kokas sebagai media pembelajaran Etnomatematika, yaitu mengangkat nilai-nilai budaya sebagai bagian yang menarik dipelajari untuk pembelajaran, khususnya Matematika. Tentu saja, pemaparan tersebut sangat inspiratif bagi kami di Aceh yang ternyata banyak budaya belum tergali secara optimal terutama dalam pembelajaran, boro-boro semakin tergerus oleh zaman. Terlebih di akhir pemaparan Bu Chandra mengajak kami di Aceh Timur untuk mengeksplorasi budaya Aceh seperti kubah Mesjid Indrapuri dan Kue Meuseukat, suprise Bu Chandra fasih menyebut Meuseukat seolah pernah mengunjungi Aceh. Penampilan Bu Chandra dari ujung timur Indonesia tersebut tidak hanya menjadi motivasi media berbasi budaya bagi audien yang hadir sebanyak 47 guru di SMK Negeri 1 Taman Fajar Aceh Timur tempat berlangsunnya Milad IGI Aceh Timur ke 3 ini, namun juga menjadi tontonan inspiratif bagi beberapa IGIers yang ikut menyimak di room webex, diantaranya Pidie Jaya, Kepri, Sumbar, Jabar dan sebagainya.

Sesi kedua saya mendapat giliran tampil dengan judul presentasi Kelas Abad XXI. Pemaparan saya lebih menitikberatkan pada memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran abad XXI sebagai bagian tidak dapat dihindarkan namun dikelola secara cerdas dan beradab, meskipun demikian, kehadiran teknologi secanggih apapun tidak dapat menggantikan peran guru secara langsung. Karena itu guru harus cakap menggunakan teknologi terlebih siswa kita juga tidak tinggal diam dengan teknologi, kecuali kita membiarkan bidang studi dianggap jadul oleh siswa. Keberadaan teknologi hadir sebagai akurasi dalam persoalan bidang studi di dunia nyata, justru sangat bagus mengantarkan konsep pembelajaran. Guru dituntut mengelola pembelajaran dengan dunia global melalui learning management system termasuk social learning network serta membentuk komunitas-komunitas belajar dunia maya, class no room, no limit, no need big money.

Setelah zhuhur pemaparan motivasi guru untuk menulis dipaparkan guru muda energik non PNS tapi sudah melahirkan beberapa buku, guru kimia yang sastrawati, pengurus IGI Kabupaten Aceh timur, bu Nurul Aini. Suaranya yang lugas dan terkadang kocak mampu memancing minat peserta kegiatan, antusiasme peserta terbayar hingga akhir kegiatan dengan tetap duduk semangat tidak beranjak sebelum doa penutup dibacakan. Bu Nurul Aini yang sudah menulis beberapa buku ini kelihatan mampu memotivasi peserta untuk menuangkan uneg-uneg dan pikirannya melalui tulisan-tulisan yang bermanfaat sehingga menjadi warisan intelektual bagi generasi kelak.

Ketua IGI Aceh Timur, Fitriadi, M.Pd mengungkapkan rasa syukurnya atas berlangsungnya kegiatan dengan baik, terlebih pergantian kepemimpinan di pucuk IGI Kabupaten Aceh Timur yang agak tiba-tiba sedikit membuat goncangan ibarat turbulensi pesawat, namun IGI Aceh Timur tetaplah komunitas guru kompak dalam keterbatasannya, menjadi model bagi IGI se Indonesia dengan lompatan-lompatan melalui program kerja ke depan. Bahu membahu dalam kolaborasi dan dukungan IGI Pusat, lembaga seperti SEAMEO dan Dinas Pendidikan serta Organisasi Profesi lainnya di Aceh Timur akan membuat peningkatan kualitas guru sebagaimana concern IGI berlangsung dengan sempurna.

Kehadiran kami disaksikan oleh IGIers se Indonesia adalah kado indah Milad IGI Aceh Timur untuk Indonesia. Terimakasih pada pihak yang sudah mendukung kegiatan ini, Direktur Seameo pak Gatot, Ketua Umum IGI Kanda Muhammad Ramli Rahim, pengawal room webex Seameo bu Umi Tira, pemateri nun jauh bu Chandra Sri Ubayanti, bu Nurul Aini, serta seluruh IGIers Aceh Timur dibawah komando Dinda Fitriadi Mahmud dan Muhammad Fauzi. Rasanya sempurnalah saya menjadi mantan sekarang 😊.

Idi Rayeuk, 28 Maret 2017

Khairuddin

Ketua Umum IGMP Matematika

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here