MENAKAR KEBUTUHAN TANGGAP BENCANA

0
695

Suasana di Samalanga (Kab. Bireun), Kabupaten Pidie Jaya dan Teupin Raya (Kab Pidie) masih diliputi duka mendalam, evakuasi masih berlangsung, sebagian alat berat masih bertahan membersihkan puing bangunan yang roboh. Tak jarang ambulance masih meraung membawa korban yang masih tersisa di robohan bangunan. Sesekali gempa susulan masih terasa dan membuat masyarakat yang mulai tinggal di posko berhamburan ke luar. Rasa traumatis masih meliputi warga Bireuen, Pidie Jaya dan Pidie, terlebih bangunan yang ringsek akibat gempa 6,5 SR pukul 05.06 WIB tanggal 7 Desember 2016 lalu masih berpotensi roboh jika gempa susulannya besar.

Sejak hari kedua bencana, IGI Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie mendirikan posko bersama di SDN Simpang 3 Meuredue, sementara IGI Kabupaten Bireuen mendirikan posko di Samalanga. Sejak itu bantuan mengalir baik berupa dana penanggulan bencana dari guru se Indonesia maupun bantuan langsung pada posko-posko IGI tersebut. Tidak kurang dari Rp. 8 Juta rupiah dana yang terkumpul saat ini serta berbagai kebutuhan pangan masa darurat telah tiba dan sanggup terpenuhi untuk masa darurat minggu ini. Sementara bantuan lain yang masih sangat dibutuhkan adalah selimut, kain sarung, pakaian serta peralatan dapur.

Hasil assessment yang dilakukan bersama IGI Wilayah dan IGI daerah se Aceh mencoba mengkalkulasi kebutuhan lapangan seperti tersebut di atas, serta pola distribusinya. Karena masih banyak posko yang sulit dijangkau karena letaknya jauh di perbukitan seperti Pangwa dan Jiemjiem, sementara logistik bencana masih berada di posko-posko sepanjang jalan raya. Secara kuantitas, bantuan pangan untuk tanggap darurat sudah terpenuhi, hanya pola distribusi perlu dipikirkan lagi untuk menjangkau daerah perbukitan. Posko IGI Pidie Jaya-Pidie sedang menggalang bantuan transportasi untuk mencapai daerah tersebut.

Rasa traumatik warga terutama anak-anak masih sangat terasa pada masa panik ini. Wajar saja, gempa yang berskala 6,5 SR ini membuat korban meninggal lebih dari 102 orang serta 400ribu korban luka berat dan ringan seolah mengulang kembali memori yang masih segar 12 tahun lalu gempa dan tsunami Aceh. Anak-anak harus segera ditangani jiwa traumatisnya, terlebih jika orang tuanya meninggal, karena itu IGI Aceh akan mengambil ruang lingkup penanganan trauma (trauma healing) bagi anak-anak. Namun masa panik ini belum terbuka ruang untuk mengumpulkan anak-anak korban karena gempa susulan masih kerap terjadi dan anak-anak tentu saja tidak akan dibiarkan oleh orang tua atau saudaranya.

Sehingga akhirnya IGI Aceh akan mengambil peran pada trauma healing pada saat sekolah berlangsung kembali di semester II, serta sekalian dengan memberikan bantuan peralatan sekolah bagi anak-anak korban. Sementara dalam masa panik ini, posko IGI Pidie Jaya-Pidie tetap dibuka untuk menerima bantuan langsung serta disalurkan dengan cepat dan tepat bagi sasaran korban gempa.

IGI Aceh masih menerima bantuan dari guru-guru se Indonesia melalui rekening Mandiri IGI Wilayah Aceh Nomor Rekening 1740000538900. Bantuan buku atau barang lainnya seperti sandang masih sangat dibutuhkan para korban gempa Pidie-Pidie Jaya dan Bireuen

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here