MEMANTASKAN DIRI SEBAGAI GURU ; SUATU UPAYA MELINDUNGI GURU YANG DIMULAI DARI GURU

0
583

Sutikno, S.Si., S.Pd., M.Pd

Sekretaris IGI Wilayah Sulawesi Barat

Dewasa ini,  kejadian-kejadian yang menimpa  guru  sungguhlah memprihatinkan, bagaimana seorang guru dari Bantaeng Sulawesi –Selatan harus merasakan dinginnya sel tahanan, adalagi seorang guru dari Makassar yang patah hidungnya hingga sempat dirawat dirumah sakit akibat perlakuan oknum orangtua murid, bahkan ada guru di Palopo Sulawesi selatan yang nyaris meregang nyawa karena dibacok oleh muridnya sendiri. Kasus-kasus diatas merupakan suatu contoh betapa profesi sebagai guru adalah salahsatu profesi yang memiliki resiko besar, untuk itu upaya untuk melindungi guru dalam bingkai hukum adalah suatu keniscayaan.

Guru yang pada zamannya dulu menjadi sosok teladan, bahkan disalahsatu kolom opini suratkabar Radar sulbar, susiyani mengatakan bahwa guru adalah kepanjangan dari digugu dan ditiru. Tetapi mengapa saat ini guru hampir kehilangan wibawanya. Guru tidak lagi dihargai oleh murid bahkan sringkali murid  yang didik  oleh  guru  berubah menjadi sosok beringas yang mengancam keselamatan gurunya sendiri.

Saya mencoba untuk berpikir lebih dalam lagi tentang perlindungan profesi guru. Dan merenungkan jawaban dari pertanyaan ini, dari siapa guru harus dilindungi? Jika dilindungi dari murid jadinya menjadi lucu…Pertanyaan ini menggiring pada pemikiran tentang hokum sebab akibat. Murid beringas tak beradab, itu disebabkan oleh siapa? Siapa yang mendidik murid sehingga mereka menjadi sedemikian rupa. Jangan-jangan murid–murid beringas itu dihasilkan atau disiptakan dari proses panjang pendidikan oleh guru juga.

Fakta-fakta yang terjadi disekolah bisa saja menjadi sebab dari murid menjadi beringas dan tak beradab. Bukankan saat ini realitanya disekolah sebagian dari kita telah mempraktekkan suatu anomaly, saya ulangi sekali lagi suatu anomaly disekolah, berikut diuraikan beberapa anomaly yang terjadi disekolah:

  1. Siapa yang merokok disekolah jawabanya adalah sebagian guru, tentunya murid akan berpikir kenapa saya dilarang merokok sementara guruku saja merokok
  2. Siapa yang  tidak  disiplin  disekolah  jawabanya  sebagian  guru,  murid  akan  berpikir mengapa saya mesti disiplin sedang guruku saja tidak disiplin
  3. Siapa yang mempraktekkan ketidakjujuran di sekolah, misalnya kecurangan saat ujian nasional jawabannya
  4. Murid diberikan catatan, sementara guru santai bercerita dikantor, itu juga pelakunya sebagian guru
  5. Siapa yang  kerap  menyelesaikan  masalah  dengan  kekerasan  disekolah  jawabanya sebagian guru
  6. Katanya team teaching faktanya bergantian masuk, pelakunya juga sebagian guru
  7. Memberikan tugas kepada murid dan tidak memeriksanya pelakunya juga sebagian guru

Fakta-fakta tersebut diatas adalah perilaku sebagian guru disekolah, saya memiliki asumsi bahwa perilaku-perilaku sebagian guru tersebutlah yang seiring waktu membentuk karakter negative pada murid, dan dampaknya akan menghantam guru, bisa saja guru yang melakukan praktek anomaly atau bahkan guru yang sangat baik sekalipun. Untuk itu saya memiliki perpektif jika guru mau dilindungi, maka yang paling penting lindungilah guru-guru dari perilaku anomaly disekolah.  Buatlah  sebagian  guru  yang  belum  memantaskan  diri  menjadi  guru,  jadikanlah mereka menjadi seorang guru yang memantaskan diri sebagai guru. Lindungilah murid dari guru-guru yang tidak berkarakter. Pilihkanlan guru yang berkarakter positif untuk murid, agar kelak perilaku biadab itu hilang dari perilaku murid di Indonesia.

Kesimpulan  saya,  bimbingan  perlindungan  guru  ini,  sebaiknya  diiringi  dengan  bimbingan perilaku guru. Siapkan aturan yang jelas bagi guru yang berkarakter negative. Karena sesunguhnya guru-guru baik perlu dilindungi dari guru-guru yang melakukan praktek anomali.

 *Penulis  adalah  seorang  guru,  Alumni  magister  kepengawasan sekolah,

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here