MASAKAN TANPA GARAM TAK UBAHNYA SEPERTI GURU TANPA PELATIHAN

0
605

(Resep IGI : Meyediakan Menu Siap Saji)

Penilaian Angka Kredit, Sistem Kinerja Pegawai, Pembelajaran yang Menyenangkan, Pendidikan Penguatan Karakter, Budaya Literasi, adalah bumbu-bumbu dalam pendidikan yang akan menghasilkan Makanan berupa Lulusan yang Metakognitif. Guru adalah Master of Coach yang akan meramu semua bumbu menjadi makanan siap saji yang lezat. Masakan tanpa garam tentu tak kan memiliki rasa, Guru tanpa Pelatihan,tentu tak kan mencapai hasil yang memuaskan.

Berbicara tentang kurikulum yang berkembang di Indonesia, tentu tak kan pernah ada habisnya. Mulai dari kurikulum 1947 pada saat itu dikenal dengan leer Plan yang berarti rencana pelajaran. Saat itu kurikulum pendidikan Indonesia masih dipemgaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang. Orientasi rencana pelajaran tidak menekanan pada pendidikan pikiran, melainkan diutamakan pada pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Materi pelajaran dikaitkan dengan kejadian sehari-hari, kesenian, dan pendidian jasmani.

Berkembang menjadi kurikulum 1952 yang dikenal dengan Rentcana Pelajaran Terurai. Kurikulum pada masa ini sudah mengarah pada Sistem Pendidikan Nasional, dimana rencana pembelajaran harus memerhatikan isi pelajaran yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Penyempurnaan kurikulum yang tiada henti menjadi kuriulum 1964, di sini pemerintah berkeinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik dan pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.

Tak hanya sampai di situ, kurikulum terus berkembang: kurikulum 1968(mulai ada kelompok mapel). Kurikulum 1975(setiap satuan pelajaran harus memiliki Tujuan Instruksional Umum dan Tujuan Instruksional Khusus). Kurikulum 1984 mengusung process skill approach, mengutamakan pendekatan proses dengan mengacu kepada tujuan pembelajaran. Kurikulum 1994 adalah bentuk penyempurnaan kurikulum 1984 yang di dalamnya memuat muatan lokal sesuai kebutuhan daerah masing-masing.

Kurikulum 2004 yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi, lalu kurikulum 2006 yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan kini disempurnakan menjadi kurikulum 2013 yang diluncurkan secara resmi pada 15 Juli 2013.

Bila kita kaji bersama, kurikulum selalu berubah untuk disempurnakan hingga mencapai tujuan akhir pembelajaran yaitu menghasilkan lulusan berkarakter dan metakognitif. Tujuan memerlukan Proses, guru tak ubahnya seperti koki yang meramu peserta didik menjadi lulusan yang dapat diterima sebagai masyarakat baru yang berpendidikan dan berkarakter. Guru yang profesional akan menghasilkan lulusan yang profesional sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Masakan Tanpa Garam” tak ubahnya seperti “Guru Tanpa Pelatihan”. Kurikulum selalu berubah seiring perkembangan ilmu pengetahuan yang dinamis harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru. Kenyataannya banyak guru yang tidak mau mengajukan kenaikan pangkat, hanya karena tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Permenpan- RB no 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya dan di dalamnya guru harus melakukan pengembangan diri.Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan terdiri dari tiga komponen, yaitu:  pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif.

Ikatan Guru Indonesia menyediakan resep masakan yang siap disajikan sesuai selera masyarakat Indonesia. Melalui Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP)  kegiatan workshop, diklat, dan TOC marak dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia. Disponsori oleh Samsung, Roadshow IGMP Bahasa Indonesia dengan program Training of Coach ” Literasi Berbasis Tablet” mengusung tema ” Menulis Langsung Terbit” mendapat respon yang sangat cepat dan luar biasa dari kalangan guru semua mata pelajaran. Sehingga Road show ini dilaksanakan setiap minggu. Hingga saat ini sudah 6 provinsi yang sudah mengikuti kegiatan ini dan akan berlanjut hingga mencapai tujuan akhir yaitu “Peluncuran 1700 Buku Karya Guru saat Hari Guru Nasional 2017”.

Menyusul dengan program yang disponsori oleh  Casio, IGMP Matematika mapel selanjutnya yang melakukan roadshow ke seluruh Indonesia. Guru yang awalnya sulit menulis, kini tidak lagi. Guru yang awalnya sulit mengembangkan media pembelajaran, kini tidak lagi. Guru yang miskin inovasi, kini tak ada lagi. Guru yang enggan mengajukan kenaikan pangkat/golongan, kini tiada lagi. Terima kasih IGI, melalui IGMP: IGI selalu berinovasi. Sehat selalu Muhammad Ramli Rahim(Ketum IGI) agar terus menjembatani guru-guru Indonesia dalam meningkatkan kompetensi untuk Pendidikan Indonesia yang Berkarakter.

 Salam hormat,

Nurbadriyah

Ketua Umum IGMP Bahasa Indonesia

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here