KADISDIK PROPINSI ACEH : LITERASI ACEH ITU MILIK IGI

0
303

Rapat Koordinasi Wilayah atau Rakorwil IGI baru saja berakhir pagi ini, Senin, 30 Agustus 2018 di Hotel Regina Banda Aceh. Rakor yang diikuti oleh perwakilan 23 dari 23 kabupaten/kota di Aceh berlangsung selama 3 hari.

Mei 2016 lalu, saya menyusuri Aceh bagian timur dari Banda Aceh, Aceh Besar, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Lhouksemawe, Aceh Utara dan berakhir di Idi Rayek Aceh Timur, mendarat di Sultan Iskandar Muda Aceh tapi terbang di Kuala Namu Sumut. Pagi, siang dan sore saya berceramah dihadapan guru-guru Aceh berupaya mengubah mind set berpikir guru bahwa guru Indonesia hanya bisa lebih baik jika guru itu sendiri yang mengubahnya. Organisasi guru kini bukanlah milik guru karena dipimpin dikelola dan dikangkangi oleh mereka yang bukan guru. IGI hadir untuk membangun kesadaran kolektif bahwa guru harus melakuan sendiri berbagai upaya untuk mengembangkan kompetensinya. 71 tahun Indonesia merdeka, pemerintah belum mampu meningkatkan kompetensi guru secara maksimal sehinggga guru harus mampu membangun dirinya sendiri.

Alhamdulillah dua tahun setelahnya kesadaran kolektif itu mulai terlihat, guru-guru terutama yang tergabung di IGI terus berupaya mengembangkan sendiri kemampuan mereka. IGI di Provinsi Aceh yang awalnya hanya Aceh Timur yang aktif kita telah hadir di seluruh kabupaten kota di Aceh.

Apreseasi pun bermunculan salah satunya ketika Syaridin, M.Pd., Kadis Pendidikan Provinsi Aceh dalam sambutannya menyatakan “Literasi Aceh ini milik IGI, IGI telah bergerak mendorong literasi di Aceh dan bukan cuma membaca tapi telah mampu melahirkan buku, jika organisasi lain juga ingin mengembangkan literasi, silahkan tapi saya harus sampaikan bahwa literasi Aceh itu sudah jadi hak patennya IGI”

Pengakuan ini adalah apresiasi luar biasa atas segala kerja keras kawan-kawan IGI di Aceh yang terus bergerak meningkatkan kompetensi guru di Aceh. Bahkan di Aceh Timur, hampir seluruh guru di Aceh Timur telah menjadi anggota IGI dan menjadikan IGI Aceh Timur memiliki anggota lebih dari 1000 orang.

Satria Dharma, Bapak Literasi Indonesia yang juga Ketua Umum IGI yang pertama hadir dan memberikan materi di Rakorwil ini, beliau pun menyempatkan diri memberikan strategi mengembangan literasi langsung ke sekolah.

Dalam paparan saya sebagai Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, saya memaparkan secara runut bagaimana strategi dan prosesnya IGI mampu melahirkan ratusan pelatih dengan 86 jenis pelatihan yang hampir setiap minggu dilatihkan dibanyak tempat di Indonesia. Jika guru-guru begitu tertarik dengan berbagai pelatihan IGI bahkan rela merogoh kocek untuk konsumsi sendiri saat pelatihan berarti ada sesuatu yang luar biasa dalam pelatihan-pelatihan IGI. Setelah itu, saya menantang IGI Wilayah Aceh untuk membuat gerakan SAGUSAKU MENEMUBALING secara marathon di 23 kabupaten/kota di Aceh. Setelah itu melanjutkan berbagai jenis pelatihan baik berbasis IT maupun non IT untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

IGI Aceh mengalami reshuffle kepengurusan dimana Ketua IGI Wilayah tetap dipimpin Imran namun Sekertaris Wilayah kini dipegang Fitriadi. Fitriadi Mahmud sebelumnya sukses memimpin IGI Aceh Timur. Terima kasih atas apresiasi pemerintah daerah terhadap IGI dan teruslah bergerak kawan-kawan IGI di seluruh Aceh.

Banda Aceh, 30 Juli 2018
Muhammad Ramli Rahim
Ketua Umum Pengurus Pusat
Ikatan Guru Indonesia

Comments

comments