IGI ACEH TIMUR GELAR SAGUSAKU SEKALIGUS PELANTIKAN RESHUFFLE

0
427

Laporan : Muhammad Fauzi

Pergantian kepemimpinan di IGI Aceh Timur terbilang sangat cepat dan dinamis, terhitung sudah 4 Ketua IGI Daerah yang memegang kendali IGI Aceh Timur sejak lahirnya di tahun 2014. Babe Nurdin mengawali Kepemimpinan di tahun 2014 – 2016, lalu pasca Kongres Makassar Babe dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum IGI Pusat untuk Regional Sumatera. Kepemimpinan IGI Aceh Timur lalu terpilih secara aklamasi pada Musda I IGI Aceh Timur kepada Khairuddin yang sebelumnya menjadi Sekretaris di Kepemimpinan Babe.

Hanya 10 bulan Khairuddin menjabat sebagai Ketua IGI Aceh Aceh Timur, akhir 2016 Ketua Umum IGI Muhammad meminta Khairuddin memimpin gerakan sayap IGI, sebagai Ketua Umum Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) Matematika Pusat. Tahun 2018, Khairuddin kembali menggantikan Babe Nurdin yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina IGI Pusat, Khairuddin memegang separuh tanggungjawab Babe sebelumnya, Wakil Ketua Umum PP IGI Regional Sumatera Bagian Utara (Aceh, Sumut, Riau dan Kepri).

Tahun 2017, tampuk kepemimpinan IGI Aceh Timur berada di bawah komando Fitriadi. Namun pada medio 2018, Fitriadi pindah tugas ke Aceh Besar dan dikukuhkan menjadi Sekretaris IGI Wilayah Aceh. Melalui musdalub IGI Aceh Timur, Muhammad Fauzi, dipercayakan meneruskan estafet kepemimpinan IGI Aceh Timur hingga periode berakhir di tahun 2021. Muhammad Fauzi merupakan guru berprestasi nasional di IGI Aceh Timur yang sebelumnya merupakan Sekretaris IGI Daerah di bawah kepemimpinan Fitriadi.

Muhammad Fauzi bersama teman-teman IGIers Aceh Timur tadi pagi (18/9) dilantik secara resmi menjadi Pengurus IGI Kabupaten Aceh Timur oleh Ketua Demisioner yang kini menjadi Pengurus Pusat, Waketum IGI Regional Sumbagut, Khairuddin. Dalam sambutannya Ketua IGI Aceh Timur terpilih, Muhammad Fauzi, M.Pd mengatakan bahwa Program kerja IGI Aceh Timur tahun 2018 lebih fokus pada pengembangan literasi dan model pembelajaran abad ke 21. Setiap peserta pelatihan menulis harus mengirimkan produk berupa karya tulisan untuk mendapat sertifikat. Pelatihan IGI lebih mengacu kepada hasil yang merupakan ejawantah dari proses bukan sekedar ikut lalu memperoleh sertifikat. Perlahan orientasi pelatihan yang ouputnya sertifikat akan bergeser pada kebutuhan pengetahuan yang aplicable.

Menanggapi hal tersebut, Khairuddin dalam sambutannya menyatakan bahwa perlu ada penjaminan kualitas dari pelatihan-pelatihan IGI.  Monitoring dan evaluasi akan senantiasa dilakukan demi mempertahankan identitas IGI yang tidak hanya melaksanakan kegiatan berbasis kebutuhan guru dalam peningkatan kompetensinya, namun juga menjaga mutu dari pelatihan. Bahkan ke depan diupayakan akan ada sertifikasi bagi pelatih-pelatih IGI dalam setiap kanal pelatihan IGI. Di sisi lain, upaya peningkatan kualitas guru di Aceh Timur berorientasi abad 21 tidak hanya diselenggarakan dalam Literasi Baca Tulis, namun juga aspek-aspek lain dari literasi termasuk literasi digital dan literasi matematika untuk membangun pola pikir kritis, sistematis menuju pembelajaran yang berbasis STEM.

Kegiatan Sagusaku Aceh Timur merupakan bagian dari roadshow Sagusaku di 23 Kabupaten/Kota di Aceh. Narasumber bagi kegiatan di Aceh Timur Dra Huzaimah yang sebelumnya sudah roadshow di Aceh Utara dan Lhokseumawe dan akan melanjutkan ke Kota Langsa. Kegiatan di Aceh Timur diiikuti oleh 140 peserta yang sangat antusias meski Sagusaku dan pelatihan menulis di Aceh Timur sudah dilaksanakan untuk kali ke-3. Kepala Dinas Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur yang diwakili oleh sekretaris Dinas Drs. Jalaluddin, M.Pd membuka acara kegiatan pelatihan tersebut. Jalaluddin mengucapkan terima kepada IGI Aceh Timur yang telah membantu guru meningkatkan kompetensinya tanpa menggunakan dana dari pemerintah. Harapan beliau agar organisasi profesi lain bisa meneladani kemandirian IGI dalam melaksanakan kegiatan.

Hadir dalam kegiatan ini selain Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur, juga perwakilan dari Kemenag Aceh Timur, para Kepala Sekolah di berbagai jenjang dan Ketua Dewan Pembina IGI Pusat, Babe Nurdin serta jajaran Dewan Pembina IGI Kabupaten Aceh Timur.

Setelah pelatihan para peserta akan dibimbing secara daring (dalam jaringan) selama 3 bulan sampai buku, cerpen, novel siap dicetak

Comments

comments