GURU SMAN 2 LHOKSEUMAWE BELAJAR DESAIN KELAS DIGITAL

0
1170

Setelah sukses menggelar workshop di SMKN 8 Lhokseumawe melalui program IGI Visit School, pada hari Selasa (10/1) IGI Kota Lhokseumawe menggelar workshop mendesain kelas digital berbasis Edmodo di SMAN 2 Lhokseumawe. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama IGI Kota Lhokseumawe dengan SMAN 2 Lhokseumawe. Kegiatan tersebut dibuka Kepala SMAN 2 Lhokseumawe yang diwakili oleh Waka Kurikulum Sri Warzukni, S.Pd dan diikuti oleh hampir seluruh guru SMAN 2 Lhokseumawe.

Kepala SMAN 2 Lhokseumawe mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada IGI Kota Lhokseumawe yang telah bersedia mengadakan kegiatan IGI visit School di SMAN 2 Lhokseumawe. Beliau mengharapkan agar peserta kegiatan mengikuti acara dengan sungguh-sungguh sehingga mampu meningkatkan kompetensi guru. Selain itu guru-guru diminta agar mampu mengelola kelas digital sendiri sehingga pembelajaran di sekolah tersebut dapat berlangsung dalam suasana digital. Dengan demikian sekolah paperless pelan-pelan dapat terwujud.

Ketua IGI Kota Lhokseumawe, Jon Darmawan, M.Pd saat memperkenalkan IGI menjelaskan bahwa IGI Kota Lhokseumawe memfokuskan diri pada 2 (dua) hal yaitu, pertama mengajak guru mengembangkan diri guna meningkatkan kompetensinya; kedua bagaimana mengajak siswa agar mau membaca dan menulis yang lebih dikenal dengan literasi. Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan program IGI Visit School dengan 10 (sepuluh) kegiatan secara gratis. Beliau juga mengajak guru-guru untuk bergabung bersama IGI dan saling berbagi pengalaman bersama guru-guru lainnya sesuai dengan motto IGI “Shraring and Growing Together”.

Didi Pianda, ST., MSM yang juga Sekretaris Umum IGMP Matematika Indonesia saat memfasilitasi guru-guru dalam mendesain kelas digital berbasis Edmodo. Peserta di fasilitasi bagaimana mendaftar di Edmodo, membuat kelas digital, mengajak siswa bergabung di kelas tersebut, serta bagaimana mengupload materi pembelajaran serta tugas-tugas di kelas tersebut. Pemateri dibantu oleh Ketua IGI Kota Lhokseumawe dan Ibu Cut Sahira sebagai fasilitator pendamping sehingga seluruh guru dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik.

Selama kegiatan terlihat seluruh peserta sangat bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak segan-segan meminta bantuan fasilitator pendamping jika menemukan kendala. Fasilitator pendamping juga melayani peserta dengan sukarela sehingga seluruh peserta sudah mampu mendesain kelas digital berbasis Edmodo. Kegiatan tersebut direncanakan akan ada tindak lanjut sehingga seluruh peserta mampu menghasilkan kelas digital berbasis Edmodo. Tentu saja dalam tindak lanjut tersebut peserta harus berhasil mengundang siswa bergabung di kelas digital masing-masing. Dengan demikian pembelajaran kelas digital berbasis Edmodo dapat terlaksana sehingga sekolah paperless dapat diwujudkan.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here