GURU HEBAT BERSAMA IGI

0
779

Rindy Antono,S.Pd.,M.Pd.I

“Training of Coach (TOC) Literasi” dari IGI yang diadakan di Semarang Jawa Tengah, sangat membantu diri saya dalam mencapai keberhasilan untuk dapat menjadi guru yang hebat.

Pada mulanya sebelum saya datang mengikuti Training of Coach (TOC) Literasi yang diadakan oleh IGI saya merasa sebagai salah satu guru yang mungkin bisa dikatakan kurang pengetahuan dan pengalaman dalam literasi produktif berbasis IT.

Namun dengan arahan dan bimbingan dari para trainer dari IGI yang sudah berpengalaman, maka alhamdulillah, akhirnya saya sekarang telah mampu memanfaatkan dan meningkatkan literasi produktif berbasis IT, dalam menunjang kemampuan dan pengembangan kreativitas yang saya miliki secara lebih efektif dan efesien. Sebagai contoh penggunaan metode “Menemu Baling”, menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga, sebagai kanal unggulan IGI, yang diciptakan oleh Mampuono (Sekjen IGI) benar-benar sangat bermanfaat dalam membantu keinginan diri saya mengembangkan bakat menulis yang saya miliki selama ini.

Dengan metode “Menemu Baling” ini membawa saya lebih cepat dalam menulis, yang cukup saya lakukan dengan mulut dan lebih mudah dalam mengoreksi kata-kata atau kalimat-kalimat yang kurang tepat ataupun kurang efektif dalam tulisan tersebut, melalui metode membaca dengan telinga.

Karena itu saya berharap semoga semua rekan-rekan guru tanpa pernah mengenal putus asa untuk terus giat meningkatkan kualitas dan kemampuan kompetensi diri kita masing-masing, yang dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam melaksanakan perannya, yaitu guru sebagai seorang pendidik, motivator, pengarah dan lain-lain (kompetensi pedagogik), guru sebagai seorang pribadi yang kuat, inspiratif (kompetensi pribadi), guru sebagai seorang yang siap menolong dan bergaul dengan masyarakat sekitarnya, menjadi solusi dari masalah sosial (kompetensi sosial). Dan yang tak kalah penting adalah guru sebagai seorang ahli di bidangnya, dengan wawasan luas, (kompetensi profesional),

Saya sungguh menyadari bahwa guru yang bisa menyampaikan materi pelajaran dengan baik akan disenangi oleh anak didiknya. Hal ini tentu berbeda dengan seorang guru yang menyampaikan materi dengan “berputar-putar” yang sebenarnya berangkat dari tidak memahami persoalan dengan baik. Di sinilah sesungguhnya seorang guru dituntut untuk terus belajar dan menambah ilmu pengetahuannya, sehingga menghasilkan karya karya yang hebat, dan dapat mengantarkan anak-anak didik bangsa yang lebih hebat pula di masa yang akan datang.

Tidak hanya menguasai materi pelajaran dengan baik, seorang guru yang dicintai oleh banyak anak didiknya adalah yang luas pengetahuan dan wawasannya. Apalagi seorang guru yang hidup di zaman kecanggihan teknologi dan beragam ilmu pengetahuan serta informasi yang dapat diakses pada setiap saat melalui media yang bernama internet. Intinya “Seorang guru jangan sampai ketinggalan dengan murid-muridnya.”

Sekali lagi selamat dan terima kasih untuk para trainer TOC Literasi IGI Jawa Tengah atas semua ilmu dan berbagai pengalaman serta keahlian yang di berikan, juga pendampingan terhadap diri kami selama kegiatan TOC Literasi tersebut.

Mudah-mudahan para trainer akan tercatat sebagai orang-orang yang berjuang dijalan Allah SWT.
Dan semoga pula IGI dapat segera terwujud menjadi “Organisasi Profesi” bagi Seluruh Guru Indonesia. Amin ya Rabb.

(* Penulis adalah Guru IPA MTs Negeri 1 Pekalongan)

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here