GEMPA MENUTUP CERITA TOC BANDA ACEH

0
627
NURAINI
Fungsionaris IGI Aceh Timur
Pelatihan yang diadakan oleh IGI wilayah kerjasama IGI dengan samsung yang mengambil tempat di aula dinas pendidikan propinsi aceh, diikuti oleh seluruh pengurus daerah yang ada di aceh. Tim IGI dari Aceh Timur yang berangkat sejumlah 8 orang. Kami berangkat sore smpai di Banda Aceh sekitar jam 10 malam. Kami melewati acara pembukaan yang diqdakan malam hari. Besoknya sekitar jam 09.00 WIB, acara pelatihan dimulai. Diawali denga pembukaan oleh Ketua IGI wilayah, Drs. Imran. Beliau berterimakasih atas kegiatan pelatihan yang dilakukan ini, terutama kepada Samsung sebagai sponsor utama kegiatan.
Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi yang kedua, perwakilan dari tim Samsung menjelaskan beberapa fitur yang ada di tab samsung A8. Terutama di bagian penggunaan pen sebagai alat menulis. Diawali dengan fitur Snote, sebagai salah satu media alat pengganti kertas dan papan tulis. Kita bisà menulis apa saja di Snote. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tulisan layar. Kita meng-crop tulisan maupun gambar yang kita inginkan. Begitu juga dengan pilih cerdas. Fitur ini hampir sama dengan pilih cerdas, cuma di sini kita mengcrop tulisan bisa dengan modwl persegi panjang, lasso maupun oval. Ada beberapa lagi yang diajarkan oleh mas Herry dari Samsung. Tambahannya di penggunaan excel, voice text, share it, dan beberapa fitur lainnya.
Setelah sesi istirahat selesai, acara dilanjutkan kembali dengan pemateri yang baru ketua IGI Aceh Timur Khairuddin. Beliau sangat kompeten dalam memanfaatkan tab a8 ini sebagai media pembelajaran berbasis android. Penjelsan beliau yang pertama mengenai dengan penggunàn ezcast. Sebuah alat sebagai pengganti wireless yang menghubungkan antara tab A8 dengan infokus. Yang menariknya pada aezçast ini,kita bisa memegang tab kita sambil jalan-jalan memberikan materi pelajaran. Keistimewaan satu lagi dari alat ini yaitu bisa mirror serta bisa dijalankan secara online maupun offline. Selanjutnya dilanjutkan dengan materi menemu baling yaitu membaca dengan telinga dan menulis dengan mulut. Suatu gagasan yang diprakasarai oleh pak Mampuono, beliau adalah Sekjen IGI. Kelebihan dari fitur ini adalah ketika menginginkan untuk menulis sesuatu, baik berupa tulisan makalah, kita tidak lagi perlu kita mengetik manual, cukup berbicara dan langsung rekaman kita tertulis sebagai teks. Begitu juga dengan membaca, kita menggunakan fitur voice to text, sambil kita tidur ataupun kita sedangkan melakukan tugas yang lain kita bisa mendengar apa yang ingin kita baca. Saya bilang ini ajaib.
Materi selanjutnya aplikasi webex, sebagai salah satu sarana untuk bisa kita bisa mengikuti pelatihan dalam jaringan. Itu juga brandnya IGI. Setiap malam kamis, kita bisa mengikuti berbagai pelatihan yang dilaksakan oleh seamolec kerjasama dengan IGI digagas oleh IGI Aceh Timur secara gratis alias tanpa bayar dengan nama Sarasehan dalam Jaringan (Sadar). Tanpa terasa waktu sudah sore hampir magrib, begitu asyiknya kami mengikuti kegiatan ini tanpa menyadari waktu. Sebenarnya banyak lagi yang perlu kami tanya mengenai fitur-fitur lainnya. Tapi waktu jualah yang tidak memungkin lagi, mudah-mudahan ada lagi pelatihan lanjutan. Pelatihan ditutup dengan sesi poto bersama seluruh peserta. Janji peserta untuk mulai memanfaatkan pelatihan ini sebagai media pembelajaran berbasi android di kelas masing-masing di daerahnya.
Tim dari IGI aceh timur di hari ke tiga berencana untuk mengunjungi TBM taman baca masyarakat yang letaknya di Kajhu Aceh Besar. Sebagai salah satu kerjasama untuk menggerakkan literasi di taman-taman bacaan yang ada di masyarakat. 
Tapi pada paginya tepatnya jam 05.00 pagi. Kami dikejutkan oleh gempa yang melanda pidie jaya yang secara kebetulan ketua IGI Pidie Jaya ada bersama kami sama-sama mengikuti kegiatan pelatihan ini. Pada saat kami pulang ke daerah kami melewati daerah yang sudah hancur akibat gempa 6,4 SR tadi pagi dan kami lihat dampak daripada gempa tersebut. Observasi tersebut menjadi dasar bagi kai untuk mengestimasi bantuan yang dapat kami berikan bagi daerah dampak gempa. Susana kontras kami rasakan, pergi senang-senang, pulang dirundung duka melihat orang-orang yang kehilangan keluarga, tempat tinggal, maupun harta benda. Muka-muka pias dengan tatapan kosong tanpa harapan.
Spirit IGI Sharing and Growing Together menguatkan kami, selain berbagi ilmu di daerah juga harus kembali meringankan duka saudara yang ditimpa bencana.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here