AKTIFITAS MEMBACA SEBAGAI BENTUK OPTIMALISASI DIRI

0
646

KHUSNIL AMRI
Pengurus IGI Kab.Pekalongan

Selamat malam semua, sekarang jam sudah menunjukkan pukul sepuluh. Tetapi saya dan teman-teman di IGI lagi sibuk menulis pada blog pertama kami. Saya juga mulai memikirkan apa yang harus saya tulis, hingga pada akhirnya ide itu muncul begitu saja.

Saya teringat dulu sewaktu saya masih duduk dibangku Sekolah Dasar, Ibu sering sekali membacakanku buku dongeng cerita rakyat menjelang waktu tidur, selain merasa terhibur dengan kisah seru yang ada dalam dongeng, belakangan saya baru menyadari bahwa Ibu ingin mengajarkan saya tentang budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari. Melalui buku cerita itu pula pada akhirnya saya menjadi gemar membaca.

Membaca cerita sama menariknya dengan hiburan lainnya seperti nonton televisi. Setelah saya beranjak di bangku SMP, membaca tidak hanya suatu kegiatan yang menyenangkan tetapi juga menantang. Kita bisa mengenal dunia luar dengan membaca. Tepatlah pepatah yang mengatakan bahwa “buku adalah jendela dunia”.

Dengan masuk IGI, muncul gairah dalam diri saya menjadi pribadi yang lebih baik dan yang selalu ingin belajar dan memperbaiki diri, IGI juga memotivasi saya untuk tak lupa selalu membaca, membaca dan membaca. Karena hanya dengan semangat membaca baru kita bisa menulis sesuatu. Apa yang bisa kita ditulis jika kita tidak suka membaca. Maka mulailah saya bertekad untuk memperbanyak aktifitas membaca.

Saya sangat sependapat dengan apa yang dicetuskan oleh beliau Sekjen IGI yaitu Bapak Mampuono, yaitu melalui metode menemu baling atau menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga, menulis sama mudahnya dengan membaca. Tak bisa dipungkiri metode ini adalah sebuah terobosan yang sederhana pada awalnya, tapi jadi luar biasa pada akhirnya. Terutama bagi mereka yang terbiasa gemar berbicara tapi mengalami kesulitan pada saat akan menuangkan kedalam bentuk tulisan. Sehingga kita butuh aplikasi yang bisa merubah suara menjadi teks atau tulisan. Juga bagi mereka yang gemar membaca tetapi kadang terkendala semakin bertambahnya usia dan berkurangnya fungsi mata atau mata plus. Untuk mengatasi masalah mata inilah dibutuhkan aplikasi yang bisa merubah teks menjadi suara. Sehingga ketika kita mau membaca cukup copy paste teks yang akan dibaca, tinggal klik “play” maka bacaan kita akan dibacakan oleh aplikasi ini, kita hanya mendengarkan saja, mudah bukan.

Dengan teknologi sebetulnya kita semakin dimudahkan dan dimanjakan. Tetapi kadang pemakaian yang kurang maksimal atau meminjam istilah ahli komik pembelajaran kita yaitu Bapak Karim, perlu adanya “optimalisasi” dalam pemanfaatan teknologi. Terutama untuk kita sebagai Guru dan khususnya anggota IGI. Semoga tulisan saya bermanfaat.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here