Just One Hour. Be Able To Speak English Fluently

0
2274

Satu Jam  Terampil Berbahasa Inggris. Mungkinkah?

By: Slamet Riyanto
Kabid Literasi dan Penerbitan Karya Guru, PP IGI

Pengantar

Bahasa Inggris adalah bahasa asing pertama yang diajarkan di Indonesia. Bahasa Inggris dianggap sangat penting untuk tujuan menerapkan dan mengembangkan ilm pengetahuan dan teknologi, seni, budaya, dan hubungan internasional.

Di Indonesia bahasa  Inggris merupakan mata pelajaran wajib yang harus diajarkan sejak tingkat SMP hingga Perguruan Tinggi. Di tingkat SMP hingga SMA, Bahasa Inggris adalah mata pelajaran  yang diujikan secara nasional. Di tingkat SMA, Bahasa Inggris juga digunakan sebagai salah satu syarat untuk masuk Perguruan Tinggi. Bahkan sejak pelaksanaan Kurikulum 1994, bahasa Inggris telah diberikan kepada siswa kelas empat, lima dan enam Sekolah Dasar (sebagai mata pelajaran  Muatan Lokal).

Sebagai mata pelajaran wajib di sekolah, bahasa Inggris berfungsi sebagai alat pengembangan diri siswa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, dan budaya. Jadi, siswa diharapkan tumbuh menjadi orang Indonesia yang pandai, terampil, dan taat dan siap untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Akibatnya, siswa diwajibkan untuk dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik secara lisan atau tertulis jika negara mereka tidak ingin jauh tertinggal.

Namun demikian, masih begitu banyak siswa yang menemukan kesulitan untuk mengekspresikan ide-ide mereka dalam bahasa Inggris sederhana. Hal ini karena sebagai berikut: kompetensi guru bahasa Inggris, teknik mengajar, kurangnya motivasi siswa, kurangnya praktek, lingkungan siswa dan tidak mencukupinya bahan bacaan bahasa Inggris.

Melihat faktor-faktor di atas, kita merasa sulit untuk menganalisis faktor-faktor itu karena faktor-faktor itu adalah apa yang kita sebut sebagai lingkaran setan (vicious circle). Oleh karena itu,  saya hanya ingin fokus pada faktor teknik mengajar bahasa Inggris khususnya bagaimana membuat siswa terampil bahkan mahir berbahasa Inggris hanya dalam waktu satu jam.

Satu Jam  Terampil Berbahasa Inggris  

Teaching is an Art. Mengajar adalah Seni. Mengajar bahasa adalah suatu ilmu dan seni; metodenya harus didasarkan pada landasan teoritis yang benar dan dapat disempurnakan hanya melalui banyak latihan dan kesabaran.

Sebagai guru bahasa Inggris sebagai bahasa asing, kita memiliki tugas penting dan menantang untuk dikerjakan. Kebiasaan berbicara yang kita sampaikan kepada siswa kita, misalnya, merupakan alat komunikasi yang memiliki nilai-nilai yang sangat besar di dunia di mana bahasa Inggris memainkan peran penting dalam bidang ilmu pengetahuan, perdagangan, hubungan internasional, dan humaniora.

Kebiasaan bahasa diperoleh hanya secara perlahan-lahan dan melalui pengulangan terus-menerus. Kesabaran, dan keterampilan yang cukup dituntut guru bahasa Inggris yang akan mendorong penguasaan bahasa asing siswa-siswanya.

Di bawah ini saya demonstrasikan  teknik mengajar bahasa Inggris agar siswa terampil dan bahkan mahir menggunakan bahasa Inggris dengan metode Satu Jam Terampil Berbahasa Inggris  (Just One Hour. Be Able To Speak English Fluently). Pada praktekknya waktunya dapat saja ditambah menjadi dua atau tiga jam tergantung banyaknya latihan yang diberikan.

Ada tiga teknik mengajar siswa agar terampil dan bahkan mahir berbahasa Inggris hanya dalam satu jam yaitu: 1). Menyajikan Basic Sentences Structure, yaitu Tipe 1,2,3,dan 4. 2). Menyajikan  Question Types, yaitu Tipe 1,2,3  dan 3). Praktek Langsung Berbicara Bahasa Inggris.
1. Menyajikan Basic Sentences Structure Dalam Bahasa Inggris

Yang paling utama agar  siswa dapat berbahasa Inggris adalah dengan menyajikan struktur kalimat bahasa Inggris dasar di papan tulis (whiteboard sekarang) atau melalui media komputer. Penguasaan siswa terhadap struktur kalimat bahasa Inggris dasar sangat penting. Alasannya adalah bahwa siswa biasanya dihadapkan dengan berbagai teks bahasa Inggris, sedangkan teks, pada kenyataannya, hanya kumpulan kalimat. Jadi penguasaan bagaimana kalimat yang terstruktur akan membantu siswa tidak hanya memahami teks-teks bahasa Inggris tetapi juga meningkatkan empat keterampilan bahasa : mendengarkan, membaca, berbicara dan menulis.

Empat keterampilan bahasa, tentu saja  harus didukung oleh unsur-unsur bahasa seperti kosakata, pengucapan, dan ejaan.

Setelah struktur kalimat dasar dalam bahasa Inggris yang disajikan, saya meminta siswa saya untuk melakukan hal berikut, misalnya: (1) menyebutkan kata-kata pada gambar, (2) menulis kalimat berdasarkan gambar yang berkaitan dengan topik, (3) meminta siswa untuk menterjemahkan kalimat yang berhubungan dengan topik ke dalam bahasa Inggris. Kemudian saya memonitor bahwa siswa menggunakan kalimat struktur bahasa Inggris dasar.

Menurut Audrey L Wright (1964) dalam artikelnya, “Initial Techniques in Teaching English as a Second Language”, menguasai bahasa adalah seperti membangun rumah dari batu bata, satu bata harus diletakkan pada satu waktu, dimulai dengan batu fondasi dan membangun di atas mereka. Kehati-hatian harus diambil sehingga fondasinya sangat solid atau jika satu atau lebih dari batu bata dasar itu ada yang longgar, seluruh konstruksi bangunan itu akan cenderung lemah.

Di bawah ini adalah struktur kalimat bahasa Inggris dasar yang sebaiknya kita berikan kepada siswa pada tahap awal.

TYPE 1
Tipe 1 digunakan untuk menyatakan nama, status, profesi, tempat, keadaan, jumlah dan waktu.

TYPE 2
Tipe 2 digunakan untuk menyatakan suatu kegiatan atau aktivitas

TYPE 3
Tipe 3 digunakan untuk menyatakan suatu keberadaan atau eksistensi

TYPE 4
Tipe 4 digunakan untuk mengekspresikan ide atau pendapat.

2. Menyajikan Question Types Dalam Bahasa Inggris

 Menyajikan  Question Types  Dalam Bahasa Inggris. Ini sering dilupakan bahwa keberhasilan pengajaran bahasa Inggris sebagian besar akan tergantung pada penggunaan bahasa Inggris di kelas. Itulah sebabnya bahwa guru bahasa Inggris sebaiknya terbiasa menggunakan bahasa Inggris praktis sehari-hari.
Siswa perlu mendapatkan banyak exposure (sesuatu yang orang alami pada suatu tempat atau keadaan) terhadap bahasa. Mereka mendengarnya sepanjang waktu. Jika guru bahasa Inggris menggunakan sebanyak mungkin di kelas, itu berarti  siswa memiliki banyak eksposur  atau kesempatan untuk mendengarkan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi  dan sebagai bahasa pengantar.
Jenis-jenis pertanyaan   dalam bahasa Inggris sangat penting. Saya menyajikan jenis pertanyaan di papan tulis secara kreatif atau melalui LCD  pada tahap awal. Kemampuan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan sangat penting dalam pengajaran bahasa. Masalahnya adalah bahwa kebanyakan  guru sering mendominasi sebagian besar waktu bertanya dan menjawab pertanyaan. Selain itu, komunikasi kita dalam kehidupan kita sehari-hari biasanya terjadi dalam bentuk pertanyaan dan jawaban.

Di bawah ini adalah jenis-jenis pertanyaan   dalam bahasa Inggris yang siswa kita perlu ketahui dan praktekkan, yaitu, Yes-No Questions, Subject Questions dan  Non-Subject Questions.

TYPE 1 . YES / NO QUESTIONS

Yes / No Questions adalah pertanyaan yang memerlukan jawaban  “Ya”  atau Tidak

TYPE 2 .  NON-SUBJECT QUESTIONS
Non-Subject Questions adalah pertanyaan yang jawabannya Bukan Subyek Kalimat, melainkan keterangan, alasan, tempat, dll.

Setelah jenis-jenis pertanyaan dalam bahasa Inggris disajikan, saya meminta siswa-siswa saya untuk melakukan hal-hal berikut secara berpasangan atau dalam kelompok, misalnya: (1) meminta siswa untuk menulis pertanyaan sederhana yang berkaitan dengan topik, (2) meminta siswa untuk membuat pertanyaan secara lisan berdasarkan gambar yang berhubungan dengan topik, (3) meminta siswa keliling kelas dan menemukan 3-5 teman sekelas untuk melakukan tanya-jawab yang berkaitan dengan topik. Kemudian saya memonitor bahwa para siswa menggunakan jenis-jenis pertanyaan dalam bahasa Inggris.

3 . Praktek Berbicara Dalam Bahasa Inggris

Belajar bahasa berarti belajar bagaimana menggunakan bahasa baik dalam bentuk tertulis atau lisan dan cara berpikir sebagaimana  cara penutur asli berpikir. Seorang pelajar bahasa dapat dikatakan memiliki kemampuan jika ia telah mampu mengkomunikasikan ide-idenya dalam bahasa sasaran (bahasa Inggris) atau bahasa yang dipelajari baik sebagai bahasa kedua atau bahasa asing, baik dalam bentuk lisan atau tertulis.

Menurut L.G. Alexander dalam bukunya “Practice and Progress”,  bahwa seorang siswa yang telah banyak belajar tata bahasa, tetapi tidak dapat menggunakan bahasa adalah sama seperti orang yang telah banyak belajar harmoni tetapi tidak bisa bermain piano. Oleh  karena itu, kemampuan siswa akan dinilai bukan oleh seberapa banyak yang dia tahu, tetapi seberapa baik ia dapat tampil di depan umum dengan bahasa itu”.

Untuk membuat siswa  terampil dan mahir bahasa Inggris, saya menggunakan sejumlah gambar bekas (old pictures) yang mudah di dapat baik dari majalah bekas maupun dari gambar-gambar di internet. Saya memberikan contoh mendeskripsikan gambar-gambar itu. Kemudian saya meminta siswa untuk menerangkan gambar itu menggunakan bahasa Inggris secara individual atau berkelompok di tempat duduk mereka. Saya dapat menggunakan kosa-kata yang mereka telah kuasai sebelumnya. Saya berkeliling  untuk memastikan bahwa siswa menggunakan struktur kalimat bahasa Inggris tersebut dengan benar.

“Good morning. Today I’d tell you about the pictures”.This is a picture of a town. We can find  some buildings here, for example: bank, post office, supermarket, school and drug store. I want to tell you one by one….dan seterusnya.

Kemudian saya mengundang salah satu siswa untuk memilih gambar yang tersedia atau yang siswa bawa dari rumah untuk dideskripsikan. Siswa dapat juga mendeskripsikan melebihi gambar itu. Itu berarti bahwa  dia mungkin menggambarkan apa saja tentang gambar itu, misalnya: latar belakang, suasananya, prospeknya, dll.,  tetapi masih terkait dengan gambar itu.

Selanjutnya, saya minta siswa lainnya untuk mengajukan pertanyaan seputar gambar itu. Maksudnya  mengajukan pertanyaan berdasarkan gambar. Saya memberikan contoh mengajukan pertanyaan dengan menggunakan jenis pertanyaan yang sudah dipelajari sebagai berikut: What picture is that?, Who often visits this place? Do you know that place? ………………..dan seterusnya. Saya juga mengajukan pertanyaan pertanyaan bebas. Maksudnya, saya mengajukan pertanyaan seputar gambar, misalnya: Tell me a little bit about  his or her educational background, What school did you graduate from ? ….dan seterusnya.

Kemudian saya meminta beberapa siswa untuk berkeliling dan mengajukan pertanyaan dengan menggunakan jenis-jenis  pertanyaan yang telah dipelajari. Ini saya lakukan secara rutin dengan gambar bekas yang berbeda-beda.

  1. Praktek Langsung Berbicara Bahasa Inggris

Para siswa berlatih membuat banyak kalimat  sesuati Tipe 1,2,3 dan 4 dan berlatih mengajukan sejumah pertanyaan berdasarkaan pada gambar yang disediakan secara berkelompok dengan menggunakan Tipe 1,2 dan 3.

Picture 1

Picture 2

Picture 3

Picture 4

Picture 5

Picture 6

Kesimpulan

Nothing is Impossible. Tidak ada yang tidak mungkin.  Kemampuan bahasa Inggris seseorang hanya bisa dibangun dengan praktek yang terus menerus sehingga menjadi sebuah kebiasaan (habit) yang pada akhirnya akan mencapai tingat terampil (skilled)  dan mahir (proficient) setelah belajar dalam kurun waktu tertentu.

Just An Hour Be Able To Speak English Fluently merupakan satu terobosan (breakthrough) pada tahap awal untuk terampil dan mahir bahasa Inggris yang bisa dimulai hanya dengan waktu satu jam. Tidak perlu menghabiskan biaya mahal untuk terampil dan mahir berbahasa Inggris.

Hanya  dengan satu syarat MAU BERLATIH dan BERLATIH berbicara dalam bahasa Inggris secara individu maupun kelompok dengan teman-temannya atau dengan orang siapa saja yang bisa bahasa Inggris  yang  bukan penutur asing (non-native speaker), misalnya guru bahasa Inggris  ataupun dengan penutur asing (native speaker) bahasa Inggris, misalnya turis atau tamu asing,  jika ada.

REFERENSI:

Alexander, L.G. (1974). Practice and Progress, Longman, UK.

Brown, Douglas H. (2000) Principles of language learning and teaching, 4th Edition. New York: Addison Wesley Longman, Inc.

Brown, Douglas H. (2002). Strategies for  success a practical guide to learning English. New York: Addison Wesley Longman, Inc.

Carter, Ronald and Nunan, David ( 2001 ) The Cambridge Guide to TESOL, Addison  Wesley  Publishing  Company.

Celce- Murcia. (2001). Teaching English as a second or foreign language, 3rd Edition. Boston: Heinle & Heinle.

Dardiri,Asofie A (1986) English Through Patterns and Understanding, FPBS IKIP Yogyakarta.

Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Standar  isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Dixon,Robert J. (1960). English in Action, Handy Book Press,Inc., USA.

Dobson, Julia. (1972). Dialogues = Why, When, and How to Teach Them, English Teaching Forum, Washington DC, USA

Doff, Adrian. (1988). Teach English, Cambridge University Press, UK.

Dunkel, Patricia. (Ed.). (1991). Computer-assisted language learning. New York: Newby House.

English Teaching Forum. (1975). The Art of TESOL Selected Articles from the English Teaching Forum, Washington,D.C.20547

Enos, Sandra. (1969). Using Blackboard Drawings, English Teaching Journal.

Finoechiaro, Mary. (1966). Visual Aids in TESL, The American Book Company English is a Second Language Bulletin, Vol.1 No: 5

Granger, Colin. (1980). Play Games with English, Colin Granger and John Pulb

Gurry P. (1955). Teaching English as a Foreign Language, Longman, UK

Harmer, Jeremy. (2007). The Practice of English language teaching, 3rd Edition. Essex: Pearson Education Limited.

Hill, L.A. (1981). Intermediate Anecdotes in American English, OUP.

Hope, et al. (1984). Using computers in teaching foreign languages. New Jersey: Prentice Hall Regents, Englewood Cliffs.

Hornby,A.S. (1980). Guide to Patterns and Usage in English, Oxford University Press,UK.

Hover, David. (1984). Think Twice, Cambridge University Press, UK

Hunghes, S, Glyn. (1981). A Handbook of Classroom English, Oxford University Press, UK

Johnson, Keith. (2001). An introduction to foreign language learning and teaching. Essex: Pearson Education Limited.

Klippel, Friederike. (1984). Keep Talking, Cambridge University Press, UK

Lado, Robert. (1964). Language Teaching, Mc Grawhill, New York

Moussatche, Dora. (1972). How To Use the Blackboard, English Language Teaching Forum, Washington DC, New York

Nation, I.S.P. (1978). Language Teaching Techniques, CUP, UK

Nunan, David .(1999). Second Language Teaching & Learning, Heinle & Heinle Publishers, Boston, Massachusetts 02116 USA.

Nunan, David. (Ed). (2003). Practical English language teaching. New York: Mc Graw-Hill Contemporary.

Nuryanto, F. (1987). Essentials of English Sentences Structure, Azmadia Somacandra,Jakarta.

Ramelan. (1988). “Teaching English in Indonesia = A Vicious Circle, TEFLIN “Journal Vol.1, No = 1

Rees, L,W, Alun. (1969).“Get them to Ask Questions” English Teaching Forum, Washington DC, USA

Richards, I.A., and Gibson, C.M. (1952). English Through Pictures, Pocket Books, Inc, USA

Richards, Jack C and Rodgers, Theodore S. (2001). Approaches and methods in language teaching, Cambridge: Cambridge University Press.

Riyanto, Slamet (2008). Developing  a  Computer-Assisted Language Learning (CALL) Software for the Teaching of Grammar to Support  Writing Skill for the Tenth-Year  Students of Senior High School”. Yogyakarta. Master  Thesis. Unpublished, State University of Yogyakarta.

Riyanto, Slamet (2008). Classroom Ideas: A Five-Practical Step of Getting the Students To Speak English That Works Well, presented in the TEFLIN-TEFL International Conference, Bali, 2008.

Riyanto, Slamet (2015). The Practice of Teaching English, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Sadtono,E .(1987). Antologi Pengajaran Bahasa Asing Khususnya Bahasa Inggris, Depdikbud,Dirjen Dikti,PPLPTK, Jakarta

Smith, N, Alfred. (1971). The Importance of Attitude in Foreign Language Teaching, Modern Language Journal, VOL. 55 No – 2

Soenjono Dardjowidjojo. (2001). Mengapa pengajaran bahasa Inggris kita gagal? www.indomedia.com/intisari/2001/Nov/warna_soenjono 1.htm

Soepomo Poedjosoedarmo. (1999) .“The importance of rules”, Seminar Pengembangan Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah, PBI Universitas Sanata Dharma, 4 Desember 1999.

Summers,Della. (Editor) (1998). Longman dictionary  of English language and  culture.Essex: Addison Wesley Longman.

Suwarsih Madya. (2002). Developing standard for EFL in Indonesia as part of the efl teaching reform. TEFLIN Journal, Vol:13, No.2.

Thornbury,Scott. (2005). How to teach speaking. Essex: Pearson Education Limited.

Towndrow,A Phillip and Vallace, Michael. (2004). Using IT in the language classroom: a guide for teachers and students in asia. Singapore: Pearson Eduucational South Asia Pte Ltd.

Wishon, George and Burk, Yulia M.  (1987). Let’s Write English New York:  Litton Educational Publishing,Inc

Wright, L, Andrey. (1964). “Initial Techniques in Teaching English as a Second Language”, The American Cook Company English as a Second Language Bulletin, Vol.1 No : 2

Yorkey, Richard. (1972). “Stop Talking and Start Teaching,”  TEFL Vol.5 No :2

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here