URGENSI REVOLUSI HATI

0
263

RAHMATULLAH, S.Pd

Peserta TOC NTB

Pendidikan adalah mimpi, cahaya, dan harapan bangsa Indonesia menuju Indonesia yg adil dan sejahtera. Pendidikan yg baik dan bermutu yg sesuai dengan amanat undang-undang dasar 1945 serta nilai-nilai luhur Pancasila akan menghantarkan kita pada gerbang kemerdekaan yg sesungguhnya.

Pendidikan seperti ini telah sering di wacanakan dan berusaha untuk di aplikasikan sebagai salah satu bentuk revolusi namun banyak dari mereka para pewacana yg lupa dengan hal-hal mendasar dari revolusi pendidikan yg seharusnya disempurnakan terlebih dahulu. Percayalah Revolusi pendidikan bukan hanya terletak pada sistem namun juga pada pengendali sistem, bukan hanya pada objek namun juga pada subjek nya, bukan hanya pada siswa namun juga para pendidiknya. Kegagalan dari segala tahap revolusi yg pernah dilakukan seharusnya menjadi bahan pertimbangan guna langkah revolusi berikutnya. Bagaimana mungkin pemerintah mewajibkan anak bersekolah sedangkan mereka tidak punya seragam atau sepulang sekolah mereka kelaparan karena tidak ada benda untuk dimakan! Bagaimana mungkin anak akan menjadi baik jika dirumah mereka tidak memiliki kasih sayang dan disekolah mereka dididik dengan sistem dan bukan dididik dengan hati. Bagaimana kalau setiap guru adalah orang tua dan setiap sekolah adalah rumah? Mungkin tidak satupun dari siswa akan kekurangan kasih sayang.

Yg dibutuhkan negara ini bukan generasi yg cerdas namun yg baik, bukan generasi yg tegas dan keras namun generasi yg memiliki hati lembut, bukan generasi yg cepat namun generasi yg sabar, bukan generasi yg pandai memimpin namun generasi yg pandai di pimpin, dan yg dibutuhkan negara ini adalah pemimpin yg memerintah dengan hati, menggerakkan dengan hati, bukan dengan menakut-nakuti. Karena itu sebuah revolusi hati sangatlah urgensi.

IGI menjadi salah satu keluarga yg melakukan revolusi ini, bekerja bukan berteori, berkontribusi nyata bukan retorika. Berbagai jenis pelatihan pernah ak ikuti namun belum ada yang menjawab bagaimana revolusi hati ini harusnya diaplikasikan sampai pada hari ak mengikuti Training of Trainer Nasional di Mataram NTB. Disana IGI bukan hanya melatih bagaimana menjadi pendidik moderen berteknologi namun juga menjadi pendidik yg kaya dengan hati. Banyak media pembelajaran modern yg sangat bermanfaat yg IGI ajarkan dan kemudian bisa kita aplikasikan untuk kepentingan peserta didik terutama Samsung TAB A8 yg sangat membantu para pendidik mengajar dengan lebih mudah dan moderen. Namun diluar itu IGI tidak melupakan orientasi dari pendidikan hati. Dengan hati para pengurus IGI wilayah NTB mengajarkan arti tenaga pendidik yg sesungguhnya, Tenaga pendidik yg kaya akan hati berbagi kasih dan sayang seperti keluarga dan tanpa ragu memberikan cinta pada orang lain. IGI mengajarkan kami menjadi pendidik dg mindset abad 22 yg akan mengabdi pada Negeri bahkan sampai mati. Revolusi hati pada pendidikan harus secara menyeluruh baik siswa, tenaga pendidik, dan sistem pendidikan Nasional yg tentu saja kita lakukan juga dengan hati. Terimakasih ku untuk IGI, Pak Ulil Amri, Buk Erma, teman-teman pelatihan TOT dan seluruh Abdi Negeri. Hati kita tidak akan pernah mati. Salam IGI.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here