TOT IGI MEMBELENGGU JIWAKU

0
335

Pergumulan hidup dalam lingkaran bayang-bayang keraguan terus menghampiri disetiap desahan nafasku, tak terbilang hari, minggu dan bulan. Kucoba bertahan untuk tetap tegak dan melangkah dengan pasti, namun jiwa ini tak bisa dipungkiri, apakah aku trauma dengan organisasi – organisasi yang selama ini aku geluti.

Ketika aku terus bertahan dalam organisasi profesi, sambil membayangkan apa yang bakal terjadi di kemudian hari, sisa-sisa waktu kesempatkan untuk terus mengenal, mempelajari, menganalisa dan mendalami. Semua kegiatan aku coba ikuti, dari mulai konggres di Makasar, Pelatihan dan workshop di Medan, Rakernas di Lombok, hingga TOT di Surabaya. Akhirnya hatiku tertambat dalam sebuah sejarah yang sulit untuk dilupakan.

Gendang perang dalam jiwaku terus bergemuruh,apakah ini sebuah tonggak yang terpajang kuat, menghujam dalam, membenam kedasar jiwa yang gersang, karena selama ini siraman keilmuan sebatas angan – angan yang berorientasi pada uang, TOT IGI membuka cakrawala yang luar biasa ternyata uang bukan segalanya untuk kita bisa berkarya nyata.

Akhirnya aku tertunduk malu, usiaku yang telah memasuki hampir setengah abad, rasanya sulit untuk berbuat, apalagi banyak yang menghambat baik kerabat, sahabat, bahkan pejabat……… to be continue.

Salam,

Samiun Alim, S.Pd M.Pd

Ketua IGI Medan, Sumatera Utara

 

Comments

comments

BAGIKAN
Artikulli paraprakSurabaya, Masohi dan Sepeda Motorku
Artikulli tjetërKomik – Meningkatkan Mutu Guru
Guru di Kalimantan Selatan, saat ini menjabat sebagai Wakil Sekjen Bidang Literasi dan Publikasi Karya Guru

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here