TORAJA UTARA PESONA SERATUS PELITA PENDIDIKAN

0
213

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2018, Pengurus wilayah Ikatan Guru Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, melaksanakan pelatihan serentak untuk peninggkatan kompetensi guru berbasis TIK di 24 kabupaten/kota se Provinsi Sulawesi selatan. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 April 2018 ini sekaligus sebagai pemecah rekor Dunia Indonesia/MURI sebagai Pelatihan Guru serentak berbasis IT dengan peserta terbanyak.

Salah satu kabupaten diantara 24 kabupaten tersebut adalah TORAJA UTARA dengan pelatihan SAGUSAVPRES (Satu Guru Satu Video Presentasi) yang memberikan materi tentang video scribe atau whiteboard animation kepada guru SMA di sekitar TORAJA UTARA dengan jumlah peserta 103 orang. TORAJA UTARA adalah salah satu daerah sasaran IGI yang merupakan daerah yang belum pernah ada anggota IGI sama sekali dan menjadi tantangan berat dalam melaksanakan kegiatan namun pada kenyataannya peserta sangat antusias dalam mengikuti workshop tersebut walau dari sekian banyak peserta yang membawa laptop hanya 12 orang saja, kendala berasal dari kurangnya informasi dan komunikasi saja. Kegiatan workshop ini di laksanakan di SMA Negeri 2 Toraja Utara dengan tema “Penggunaan Video Presentasi Whiteboard Animation sebagai media pembelajaran Abad-21”

Dalam kegiatan tersebut selain menyampaikan materi video presentasi, narasumber juga menyampaikan tentang preview IGI. Ini dimaksudkan agar guru yang hadir bisa mengerti dan tahu akan keberadaan IGI sebagai organisasi profesi yang diakui pemerintah, bukan hanya PGRI yang selama ini berada di TORAJA UTARA sehingga guru hanya tahu PGRI saja. Pertama pembukaan sudah di awali oleh perjuangan saudara tua dengan peningkatan kesejahteraan guru, penghapusan karya tulis ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat, yang saat itu diterangkan kepada seluruh peserta workshop. Namun IGI membuka wawasan peserta bahwa yang disampaikan itu bertolak belakang dengan peningkatan kompetensi guru, guru yang seharusnya memiliki wawasan luas dan hanya dengan syarat membuat karya tulis baik berupa PTK maupun karya inovasi harus di kalahkan oleh siswa mereka sendiri yang bisa membuat buku, membuat karangan sederhana atau pelaporan tugas pembelajaran yang justru malah guru kelas atau bidang studi yang memberikan itu kepada mereka sebagai penugasan untuk mendapatkan nilai. Kenapa harus takut pada itu semua, padahal kalau di asah dan diberikan pelatihan maka itu bukan lagi masalah dan tidak perlu ditakuti. Saat itu narasumber membuka mata dan hati para guru disana agar selalu mengejar ketinggalan demi menuju pembelajaran abad 21 yang menekankan kepada kreatifitas dan karya buat guru.

Perjalanan ke Toraja Utara dimulai dari Pontianak-Jakarta-Makassar-Toraja Utara selama 24 jam. Perjalanan yang jauh dan melelahkan tentu saja, tetapi bagi narasumber keinginan yang cukup besar bisa sharing dan growing together disana. Walau dengan kendala-kendala yang tidak pernah di pikirkan sebelumnya. Mulai dari delay pesawat dan koper yang hilang sehingga saat pelatihan awalnya menggunakan pakaian yang belum sempat diganti, namun Tuhan memberikan kemudahan yang akhirnya sopir bis mengantarkan koper saya ke tempat pelatihan tersebut.

Seharian bersama guru-guru hebat sang pelita pendidikan membuat saya semakin semangat memberikan materi, selanjutnya berharap akan terbentuk IGI disana dan narasumber tetap melakukan pendampingan untuk itu selain tugas workshop yang belum terselesaikan.

ELLY YULIANA

Comments

comments

BAGIKAN
Artikulli paraprakSagumanisan Beraksi di Flores Timur
Artikulli tjetërPeluncuran 15 Buku Guru Sagusaku IGI
Guru di Kalimantan Selatan, saat ini menjabat sebagai Wakil Sekjen Bidang Literasi dan Publikasi Karya Guru