TOC MENEMUBALING: MEREKA DATANG UNTUK PENGGANDAAN DIRI

0
217

#Orangliterat Menemu Baling

Aku merasa semakin sayang kepada para guru hebat ini. Mereka datang dari jauh dengan biaya sendiri demi untuk mengejar cita-cita menjadi seorang Penemu Baling. Itu adalah sebutan baru untuk pelatih Menemu Baling yang terandalkan. Kusambut mereka dengan membuat sebuah tulisan yang akan memperjelas visi mereka dan akan meningkatkan kemampuan mereka untuk menjadi seorang Penemu Baling. Tulisan-tulisan tersebut terangkum di dalam buku pedoman yang mereka pegang. Tujuh Rahasia Baling, 5 Rahasia ColorNote, dan 5 rahasia Google Keyboard adalah menu yang mereka harus kuasai.

Aku aku tulis artikel-artikel tersebut untuk dimasukkan ke dalam buku pedoman dan aku persembahkan semua itu kepada mereka yang kemarin dengan semangat yang menggebu menghadiri pembukaan. Mereka yang lalu menyambutku di siang hari ketika aku baru saja datang untuk masuk untuk memberikan materi. Aku sempat bertanya-tanya ketika diminta untuk berhenti sebentar, tidak langsung memberikan apa yang harus aku berikan. Ternyata mereka sudah menyiapkan semuanya. Sebuah kue sederhana mereka bawa ke meja depan dengan diiringi nyanyian dan tepuk tangan.

Selamat ulang tahun Pak Sekjen, kata mereka satu persatu sambil menyalamiku. Aku terharu dengan perhatian mereka yang begitu tulus. Jauh di lubuk hati aku berpikir apa yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikan dan ketulusan itu. Aku berpikir ternyata waktuku untuk melangkahkan kaki dan mempertinggi manfaat diri di dunia ini semakin sempit saja. Ibarat matahari, aku sudah melewati titik poros di bagian tengah yang tertinggi.

Aku Pandangi wajah mereka satu persatu tampak tidak satupun dari mereka yang hadir di situ yang tanpa yang kegembiraan. Aku yakin malaikat yang berada di pundak kanan mereka terus-menerus mencatatkan amal amal kebajikan yang mereka lakukan selama mengikuti kegiatan pelatihan Training of Coach Menemu Baling ini. Dua hari yang mereka persiapkan sejak lama untuk dihadiri harus dipastikan bukan waktu yang sia-sia. Tanggal 27 dan 28 Januari 2018 ini harus menjadi momen berharga bagi mereka untuk Melompat Lebih Tinggi dengan keterampilan sebagai seorang Penemu Baling.

Mereka telah mengeluarkan tenaga, pikiran, biaya, dan menyisihkan waktu menyiasati bagaimana agar bisa mendapatkan izin untuk mengikuti pelatihan ini. Sebagian harus terbang dari satu pulau ke pulau yang lain demi untuk bisa menghadiri kegiatan training yang bagi mereka Maha penting ini.

Mereka datang untuk memberiku kesempatan menggandakan diri. Sejak lama aku bercita-cita agar semua guru Indonesia minimal seperti aku. Tidak hanya itu aku bercita-cita agar mereka semua melebihiku. Aku selalu berusaha menggandakan diri dengan hasil penggandaan yang jauh lebih baik dari ku.Maka Aku berusaha sekuat tenaga memanfaatkan waktu yang tidak banyak untuk berbagi sebisanya. Dan tentu saja kesempatan ini memberikan kegembiraan tersendiri bagiku untuk segera terwujudnya cita-citaku.

Setelah membagi-bagi kue dalam potongan-potongan kecil kepada sebagian besar beserta sampai kue itu tandas, aku mulai bercerita. Aku katakan bahwa untuk memulai latihan, yang pertama kali dilakukan adalah membuat kontrak belajar. Semua yang berada di dalam kelas, baik trainer maupun peserta harus memiliki sebuah kontrak atau perjanjian tertentu yang disepakati bersama dari awal sampai akhir pelatihan. Dengan begitu diharapkan proses belajar berlangsung dengan efektif. Kontrak pun akhirnya dibuat, di antaranya tidak boleh merokok, tidak boleh mengantuk, harus datang tepat waktu, tidak boleh bermain-main dengan gadget, tidak boleh chatting, HP harus dalam keadaan getar atau silent, dan hanya pada saat penting saja mereka boleh menelpon.

Kontrak telah disepakati bersama dan dipampangkan di depan bayangan LCD dengan menggunakan koneksitas anycast. Lalu aku menanyakan kepada para peserta bagaimana sebaiknya jika kita melatih orang orang dewasa sedangkan mereka berbuat semaunya? Kita tidak bisa marah-marah dan menegur dengan kekuasaan kita seenaknya karena mereka, para pembelajar dewasa, adalah orang-orang merdeka.

Aku mulai menjelaskan bahwa para pembelajar dewasa memang para pembelajar merdeka. mereka datang ke tempat pelatihan atas kesadaran dan kemauannya sendiri. Jika seorang pembelajar dewasa mendatangi suatu pelatihan lebih karena dipaksa oleh atasan itu justru lucu. Berarti mereka masih seperti kanak-kanak yang duduk di bangku sekolah. Pembelajar dewasa yang sesungguhnya adalah mereka yang datang dan mengikuti pelatihan karena mereka menyadari manfaat pelatihan itu bagi diri mereka. Oleh karenanya, cara memperlakukan mereka pun harus berbeda dengan para pembelajar kanak-kanak.

Ilmu untuk melatih orang orang dewasa dalam proses pembelajaran namanya adalah andragogi. Materi-materi tentang andragogi tersebar luas di sebuah perpustakaan tidak terbatas yang disebut internet. Maka aku berpesan kepada mereka untuk membuka informasi tersebut dan membacanya dengan metode Baling atau membaca dengan telinga. Aku berharap mereka menjadi para pembelajar mandiri karena mereka adalah calon calon Penemu Baling.

Para guru itu kemudian aku beri beberapa tips agar bisa menulis dengan cepat. Tips tersebut aku ambilkan dari buku yang aku tulis dalam 5 hari dengan judul 9 Rahasia Guru Menulis Buku dalam 5 hari dengan metode Menemu Baling. Aku juga meminta mereka betul betul Mencari Alasan yang kuat untuk bisa mewujudkan impian menulis buku dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu aku mengingatkan bahwa sebagai seorang Penemu Baling, ilmu untuk mengoperasikan software software pendukung Menemu Baling harus mumpuni. Oleh karenanya mereka harus bisa melakukan trouble shooting apabila di lapangan terjadi kemacetan dalam pengoperasian software-software tersebut. Salah satu yang aku contohkan adalah apa yang harus dilakukan apabila ikon mikrofon tidak muncul di dalam keyboard. Sebagian besar dari mereka ternyata belum terlatih untuk itu. Segera aku bukakan rahasianya agar dalam waktu yang sangat singkat dapat memunculkan ikon mikrofon yang tidak terlihat. Masih banyak lagi trobelshooting yang harus mereka lakukan ketika berhadapan dengan masalah penggunaan software di lapangan. Untuk sisanya, Aku minta mereka membuka buku pegangan yang sudah dah mereka miliki pada saat pelatihan.

Acara masih berlangsung sampai hari kedua ini. Setelah perjalanan ke Malioboro tadi malam mereka harus menghasilkan tulisan travelogue features minimal 1500 kata atau 4 halaman kertas A4. Dan pagi ini mereka harus mempresentasikan hasil karya mereka tadi malam, ditambah menyusun strategi RTL atau Rencana tindak lanjut setelah pelatihan. Para pelatih ini minimal harus melatih dua event pelatihan Menemu Baling sebelum mendapatkan sertifikasi Penemu Baling.

Dua hari pelatihan untuk para Penemu Baling di P4TK Matematika Yogyakarta ini harus menjadi kegiatan penggodokan kompetensi mereka dalam Menemu Baling sehingga terjadi penggandaan diri terhadap penemu metode tersebut. Kerja keras para panitia yang dikomandani oleh mba Wulan, Heppy, Nenny, mas Elyas, Pak Karim, dll yang didukung oleh support yang luar biasa Ibu Darwatia, kepala P4TK Matematika, harus menjadi pemicu semangat bagi mereka untuk mensukseskan proses penggandaan diri tersebut.

 

________________________________________________
Jogjakarta 28 Januari 2018 07.10 WIB
Ditulis dengan metode Menemu Baling di Indomaret depan terminal Condong Catur sambil menunggu istri berbelanja keperluan mendesak.

 

 

 

 

 

Comments

comments