TOC 3 KANAL SAGUSAVPRES, SAGUSAMED, SAGUSAKA KOTA PONTIANAK DAN KAB.BENGKAYANG

0
117

TOC 3 KANAL SAGUSAVPRES-SAGUSAMED-SAGUSAKA
KOTA PONTIANAK – KAB.BENGKAYANG
4-5 AGUSTUS 2018

Peningkatan kompetensi guru saat ini bukan lagi cerita baru, selama beberapa tahun belakangan ini program pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru selalu di gaungkan.
Guru selama ini tertidur pulas dengan buaian sertifikasi dan tunjangan-tunjangan lainnya sehingga lupa bahwa ada 1 kompetensi dari 4 kompetensi guru yang harus dipenuhi.
Hubungannya dengan peningkatan pembelajaran abad- 21 yang juga suatu masa yang tidak bisa di hindari dengan terjadinya masa globalisasi tekhnologi membuat guru harus menguasai metode dan cara mengajar untuk generasi abad-21 ini.
Untuk itu IGI kota Pontianak dan IGI Kabupaten Bengkayang bekerja sama dengan salah satu organisasi profesi guru yaitu PERGUNU dan Yayasan BINA UTAMA kota  Pontianak melakukan TOC 3 kanal antara lain:
SAGUSAVPRES (Satu Guru Satu Video Presentasi) yang menitik beratkan pada pelatihan pembuatan video presentasi dalam pembelajaran, tujuannya adalah agar dinamika situasi belajar mengajar menjadi menarik. Siswa tidak disuguhkan lagi dengan metode ceramah di kelas. Pada workshop ini di pandu oleh Founder Kanal pelatihan IGI dari Sulawesi Selatan khususnya Kab. Maros, Bapak Imran Rosyadi yang juga seorang guru dan kepala sekolah di SMK Penerbangan AN-NAS kab.Maros, kehadiran beliau menjadi semangat para peserta, karena dengan usia yang masih muda sudah menjadi seorang kepala sekolah dan dengan jabatan ruang yang cukup tinggi pula. Pria kelahiran 1980 ini menjadi penyemangat guru-guru untuk membuat video presentasi apalagi peserta dari kota pontianak sebagian besar berasal dari guru-guru honorer di sekolah swasta yang berdasarkan peningkatan kompetensi jauh dari guru-guru negeri, maka diharapkan dengan adanya pelatihan-pelatihan ini bisa meningkatkan kualitas mereka minimal setara sama dengan guru-guru ASN lainnya.
Kanal kedua adalah SAGUSAMED (Satu Guru Satu Media Edukatif) Non IT, pelatihan ini menitik beratkan pada pembuatan media pembelajaran Non It, pelatihan ini memberikan kesempatan kepada guru-guru membuat media pembelajaran yang menarik, yang bisa membuat siswa tidak bosan dalam belajar, adanya media ini pembelajaran abad-21 akan terlaksana karena diharapkan beberapa komponen penting akan terjadi yaitu kolaboratif, komunikatif dan kreatif, kanal pelatihan ini bisa dilakukan oleh kelompok mapel tertentu atau hanya satu mapel saja. Kegiatan ini dipandu oleh pelatih-pelatih SAGUSAMED yang memiliki pengalaman pembuatan media inovasi pembelajaran, mereka adalah Suwanto, M.Pd, Lies Indrawati, S.Pd dan Elly Yuliana yang juga seorang pelatih nasional IGI dan penanggung jawab Kanal SAGUSAMED. Tujuan dari kanal ini adalah mengkondisikan guru dan peserta didik jika tidak ada aliran listrik dan jaringan internet di sekolah, mereka masih bisa melakukan kegiatan mengajar belajar dengan menyenangkan dan menarik, sehingga siswa tidak bosan dan tujuan hasil akhir dari pembelajaran itu bisa tercapai.
Kanal ini hanya dilaksanakan di KOTA PONTIANAK.
Kanal ketiga adalah SAGUSAKA (Satu Guru Satu Koreksi LJK Berbasis Android) pelatihan ini diadakan oleh IGI Kabupaten Bengkayang. Kegiatan Perdana ini di pandu oleh pelatih nasional Fathurrahman ,S.PD dan juga founder kanal SAGUSAGU(Satu Guru Satu Lagu). SAGUSAKA adalah kanal yang memberikan pelatihan kepada guru tentang cara mengoreksi hasil belajar siswa semudah selfie. Melakukan penilaian tidak lagi dengan membolongi kertas dengan obat nyamuk atau dengan melakukannya berhari-hari. Android yang kita punya bukan hanya sekedar alat komunikasi saja, tetapi juga sebagai bukti digital hasil penilaian kita terhadap siswa. SAGUSAKA diharapkan akan membuat guru lebih terfokus pada waktu mengajar dan menilai, tidak lagi ada masalah dalam menilai secara kertas.
TOC 3 kanal ini diharapkan akan menciptakan guru-guru yang terampil, kreatif dan inovatif. Akhir dari pelatihan ini guru-guru minimal bisa mengajarkan teman-teman sejawat di sekolah, KKG, MGMP dan program peningkatan kualitas guru lainnya.
Sudah saat guru bangun dari tidur panjangnya, masih banyak yang harus dikerjakan oleh guru demi mencerdaskan anak bangsa dan pendidikan Indonesia, kalau gurunya sudah bisa meningkatkan kompetensi diri maka untuk masalah-masalah lainnya akan segera teratasi.
Peserta untuk dua daerah ini diikuti oleh hampir 100 guru baik ASN maupun honor, berasal dari sekolah negeri, swasta dan MTS kota pontianak dan Bengkayang.
Daripada sibuk mengklaim dirinya melakukan sesuatu buat guru, lebih baik memenuhi kebutuhan guru tanpa melihat apa yang sudah diperjuangkan untuk guru. Para pahlawan dulu juga tidak pernah saling klaim bahwa Indonesia merdeka karena mereka, tapi mereka tetap mengobarkan semangat para pemuda dan rakyat Indonesia untuk berbuat mempertahankan kemerdekaan itu dengan menjadi cerdas dan bukan tertindas.
Pontianak, 7 Agustus 2018
PJ TOC 3 Kanal Pelatihan IGI
SAGUSAVPRES-SAGUSAMED-SAGUSAKA
Elly Yuliana, S.Pd

 

Comments

comments

BAGIKAN
Artikulli paraprakSEMUA ANAK ITU CERDAS
Artikulli tjetërGuru dan Profesional dalam Menulis
Guru di Kalimantan Selatan, saat ini menjabat sebagai Wakil Sekjen Bidang Literasi dan Publikasi Karya Guru