SINGKAWANG ADALAH IBUKOTA PROVINSI KALIMANTAN BARAT (?)

0
514

HENKY WAHYUDI, S.Pd

IGI Kalbar

Cerita ini bermula dari pertemuan terencana sejumlah orang yang diadakan di sejumlah tempat. Pertemuan ini di perkirakan membicarakan sebuah momen penting yang tak pernah di agendakan sebelumnya. Sebuah pristiwa besar yang dirancang dengan sangat matang. Tercatat 3 tempat menjadi saksi pertemuan sejumlah orang tersebut. Terlihat pola yang acak dengan melakukan pertemuan yang sangat jauh hingga harus menyeberang sungai terpanjang di kawasan tersebut.

Di dalam pertemuan tersebut didapatkan sejumlah keputusan yang sangat strategis, mulai mengumpulkan berbagai narasumber hingga penentuan tempat acara yang bersejarah tersebut. Para narasumber yang dikontak bukan hanya memiliki pengaruh di tingkat local. Namun, juga memiliki pengaruh di tingkat nasional. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa untuk memuluskan agenda tersebut.

Setelah pertemuan dihari tersebut, sejumlah orang kemudian mengajak berbagai pihak untuk bekerja sama hingga yang diajak ini sulit untuk menolak agenda tersebut, Karena agenda ini memang bener bener bisa mengubah masa depan bangsa Indonesia untuk jauh lebih baik.

Tibalah saat dilakukannya pertemua akbar dengan menghadirkan semua kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, namun ada dua daerah yang tidak mengirim utusan. Peserta sempat bertanya tanya apakh ini menunjukan indikasi tertentu, dan pihak penyelenggara menyampaikan bahwa ada berbagai peralatan canggih pun dikeluarkan dalam agenda tersebut. Mulai dari software yang mampu memotong buah-buahan hanya dengan gerakan jari hingga alat yang dapat melihat orang walaupun jaraknya ribuan kilometer. Di saat yang bersamaan juga ada pihak yang siap memberikan pendanaan hingga ratusan juta rupiah. Luar biasa.

Dalam diskusi, disepakati bahwa Singkawang adalah ibukota provinsi Kalimantan Barat. Semua peserta setuju dan pemimpin pertemuan pun menuliskannya di depan para peserta untuk menunjukan bahwa apakah semua peserta sepakat dengan tulisan tersebut. Tidak ada yang protes.

Acara ini adalah pertemuan yang tidak mudah bagi semua peserta……hingga ada peserta yang sakit……ini menunjukan begitu beratnya pertemuan ini. Tahukah Bapak/Ibu sekalian bahwa pertemuan ini diberi nama Training Of Couch Ikatan Guru Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 19-20 Desember 2016. Apa yang diceritakan dalam berita acara kali ini adalah sejumlah peristiwa dalam menyusun program antara lain bermula dari pertemuan yang dilakukan dengan secara terencana oleh sekelompok orang ini berarti rapat panitia yang dilakukan oleh pengurus Wilayah IGI Kalbar. Di saat yang bersamaan juga ada pihak yang siap memberikan pendanaan hingga ratusan juta rupiah. Luar biasa. Ini maksudnya adalah Spektra yang ikut serta dalam sosialisasi tab samsung A8 kali ini dan siap memberikan kredit kepada 35 peserta. Berbagai narasumber berpengaruh mulai dikontak untuk memuluskan strategi tersebut.

Dalam diskusi disepakati bahwa Singkawang adalah ibukota provinsi Kalimantan Barat. Semua peserta setuju dan pemimpin pertemuan pun menuliskannya di depan para peserta untuk menunjukan bahwa apakah semua peserta sepakat dengan tulisan tersebut. Tidak ada yang protes. Berbagai pihak diajak. Sulit mereka mau menolak karena apa yang kita lakukan ini akan mengubah masa depan bangsa yang lebih baik.

Acara ini adalah pertemuan yang tidak mudah bagi semuanya. Hingga ada peserta yang sakit. Hal itu menunjukan begitu beratnya konten pertemuan ini. TOC berupaya menghadirkan semua kabupaten dan kota namun ada dua daerah yang tidak mengirim utusan. Peserta pun sempat bertanya-tanya apakah ini menunjukan indikasi tertentu.

Berbagai peralatan canggih pun dikeluarkan dalam agenda tersebut. Mulai dari software yang mampu memotong buah-buahan hanya dengan gerakan jari. Hingga alat yang dapat melihat orang walaupun jaraknya ribuan kilometer. Tepat sekali. Sesuai dengan slogan IGI “Sharing and Growing Together”, pelatihan TOC kali ini telah mengejawantahkan maknanya. Lewat pelatihan membuat komik menggunakan software Comic Life 3, peserta mampu menghasilkan media pembelajaran berbasis komik. Media ini memiliki poensi menarik perhatian siswa. Sesekali cahaya yang berasal dari lensa kamera sang pelatih. Foto-foto jepretan itulah yang menjadi bahan tutorial pembuatan komik. Foto peserta dengan berbagai ekspresi out of character memenuhi memori kamera tersebut dan ditayangkan di sela-sela acara.

Dari itu semua, saya sangat salut dengan IGI. Lembaga ini sedang membawa beban dan tanggungjawab besar. Meskipun demikian, pendekatan pengembangan kompetensi yang idengungkan sangat humanis dan bersifat have fun. Singkawang adalah ibukota Kalimantan Barat. Sebuah pernyataan sang pelatih yang saya ingat hingga kini. Tidak peduli orang berkata apa karena yang terpenting adalah kita terus maju tanpa ragu. Sebagaimana IGI yang sudah melangkah dinamis. Jangan peduli pada cuitan lembaga lain yang menilai negatif. Bukti nyata tetaplah bukti nyata. Bukan sekadar  teori belaka.

 

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here