PROBLEM BASED LEARNING DALAM TOC IGI BERSAMA SAMSUNG

0
162

Oleh: Widadi, PP IGI

Sungguh, alangkah beruntungnya teman-teman guru yang telah mengikuti ToC IGI bersama PT. Samsung Elektronik Indonesia yang sedang gencar-gencarnya diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia akhir-akhir ini. Mengapa beruntung? Karena telah kita ketahui bersama bahwa seiring dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 terdapat tiga model pembelajaran yang direkomendasikan oleh para pakar pendidikan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Apa saja tiga model pembelajaran tersebut? Yang pertama model discovery learning. Yang kedua model problem based learning, dan yang ketiga model project based learning.

Kita telah sering mendengar dan membaca dari berbagai media bahwa bagi sebagian guru ketiga model pembelajaran tersebut masih terasa asing. Jangankan mengetahui prinsip-prinsip atau langkah-langkahnya, mendengar istilahnya pun belum begitu familier. Maka tidak mengherankan jika ada sebagain guru yang merasa kesulitan mengaplikasikan ketiga model pembelajaran tersebut dalam proses pembelajaran di kelas. Nah sekali lagi, guru-guru IGI sungguh sangat beruntung. Karena dalam berbagai ToC yang diselenggarakan IGI bersama Samsung ketiga model pembelajaran tersebut tanpa mereka sadari telah mereka lakukan. Dalam tulisan yang sederhana ini saya akan mencoba mencermati aplikasi model problem based learning dalam ToC IGI bersama Samsung dalam berbagai kesempatan yang pernah penulis ikuti.

Alangkah baiknya apabila pembahasan ini kita mulai dari pengertian probem based learning. Problem Based Learning apabila dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia menjadi pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran bebasis masalah adalah pembelajaran yang menggunakan masalah nyata, tidak terstruktur dan bersifat terbuka sebagai konteks bagi peserta didik/peserta pelatihan untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis serta membangun pengetahuan baru.

Kemudian apa sajakah langkah-langkahnya? Pertama, mengorientasikan peserta didik terhadap masalah. Kedua, mengorganisasikan peserta didik untuk belajar. Ketiga, membimbing observasi secara individual maupun kelompok. Keempat, mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Kelima, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Lantas bagaimana ToC IGI bersama Samsung mengaplikasikan model problem based learning ini? Marilah kita cermati yang terjadi dalam berbagai ToC selama ini. Pertama dalam setiap ToC, trainer senantiasa mengorientasikan peserta pelatihan terhadap masalah. Memangnya apa saja yang dilakukan trainer IGI pada kegiatan ini? Ada banyak kegiatan di antaranya adalah menjelaskan tujuan pelatihan, menyiapkan sarana/bahan yang diperlukan dan memotivasi peserta pelatihan.

Kedua, mengorganisasi peserta pelatihan untuk belajar. Apa saja bentuk kegiatannya? Bentuk kegiatannya antara lain adalah mendefinisikan tugas belajar, mengorganisasikan tugas belajar. Tugas-tugas tersebut kemudian dibuat lebih rinci dan sederhana dengan cara membagi peserta menjadi kelompok-kelompok kecil.

Ketiga, membimbing observasi secara individual maupun kelompok. Apa saja bentuk kegiatannya? Mulai dari mengajak peserta pelatihan mengumpulkan informasi sampai dengan melakukan observasi. Pada kegiatan ini trainer selalu berupaya melayani kesulitan setiap peserta baik secara klasikal, kelompok, maupun individual. Sehingga semua peserta merasa sangat terbantu.

Keempat, mengumpulkan informasi dan melakukan observasi. Apa saja bentuk kegiatannya? Dimulai dari membagi tugas kelompok kemudian meminta peserta pelatihan menyiapkan karya-karyanya. Karya-karya itu sedapat mungkin dipresentasikan di hadapan trainer dan seluruh peserta ataupun kelompok. Sehingga terjadi saling belajar dan menyempurnakan karya masing-masing.

Kelima, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Apa saja yang dilakukan dalam kegiatan ini? Misalnya trainer mengajak peserta pelatihan melakukan refleksi kemudian dilanjutkan dengan melakukan evaluasi. Analisis dan evaluasi yang dilakukan oleh trainer terhadap peserta bermacam-macam caranya sesuai dengan materi yang disampaikan.

Nah sahabat guru yang baik. Demikianlah setidaknya langkah-langkah kegiatan ToC yang telah dilakukan oleh trainer-trainer IGI di berbagai tempat. Dengan gambaran yang singkat ini semoga sahabat guru semakin memahami tentang probem based learning dan langkah-langkahnya sehingga bisa mengaplikasikan model ini dalam proses pembelajaran di kelas. Jika sahabat IGI ingin melihat aplikasi model ini di dalam kelas, silakan buka youtube kemudian ketik: problem based learning 1-widadi. Sedangkan yang ingin memahami tutorialnya silakan buka youtube kemudian ketik: problem based learning 2-widadi, dst. Sahabatku, majulah pendidikan Indonesia!

 

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here