Pidie Carong bersama SAGUSAKU IGI

0
137

Workshop Spectaculer Roadshow SAGUSAKU IGI di Aceh berlanjut di Kabupaten ke empat yaitu Kabupaten Pidie. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 10 dan 11 September 2018 di Aula SKB Bambi, dengan jumlah peserta sebanyak 155 guru yang berasal dari SD sampai dengan SMA sederajat. Apabila ditotalkan dengan jumlah panitia pelaksana, kegiatan Workshop ini dihadiri oleh 170 guru.

Pembukaan acara pada pukul 09.30 WIB, yang di hadiri oleh Pengawas Sekolah, dan Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie. Dalam sambutannya Ketua IGI Kabupaten Pidie, Bapak Irwandi mengatakan, “Selama ini kita mengikuti pelatihan selalu diberi fasilitas dan beri uang transportasi, IGI mencoba membalik itu, peserta yang hadir membayar secara mandiri untuk meningkatkan kompotensinya.” Walaupun membayar dengan sejumlah uang yang tidak sedikit, peserta yang hadir dapat melampuai target awal yang hanya 50 guru. Setelah dimulainya pembukaan, total guru yang mendaftar sebagai peserta sebanyak 155 orang dan 109 dari jumlah peserta yang mendaftar langsung mendaftar juga sebagai anggota IGI.

SAGUSAKU mengajak guru untuk menuliskan hal-hal baik yang telah dilakukannya di sekolah. Mengapa harus menulis? Karena apa yang telah kita lakukan akan menjadi mitos oleh generasi seterusnya karena tidak ditulis. Melalui tulisan kita dapat mengajarkan kepada generasi selanjutnya apa yang sebaiknya dilakukan.

Pembukaan dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Bapak Ridwandi, turut serta undangan yang hadir, Kabid Kurikulum, Kabid Tendik, dan K3S. Sekdisdik memuji IGI Pidie yang telah memberikan kerja nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di Kabupaten Pidie. Sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan perlombaan Duta Literasi untuk siswa tingkat SD ,SMP, dan SMA sederajat pada tangal 25 s.d. 30 Agustus 2018, pihak Dinas Pendidikan sangat mendukung apa yang dilakukan oleh IGI. Melalui kegiatan SAGUSAKU diharapkan dapat menghasilkan produk Buku yang berkualitas sehingga visi dan misi Bupati yaitu Pidie Carong atau Pidie cerdas dapat segera terwujud.

Narasumber dari Sumsel bernama Teddy Handika, S.Pd., M.T. memberi arahan tugas terstruktur selama dua hari di Aula SKB Bambi. Tugas yang diberikan untuk membekali peserta mempersiapkan diri untuk memulai mengetik naskah buku dan menyelesaikannya dengan tenggang waktu tiga bulan ke depan. Tugas yang diberikan ke peserta meliputi: Mengikat ide dengan menulis artikel tentang Gerakan SAGUSAKU dan mempublikasikannya di blog.igi.or.id; Menulis cerpen atau artikel kisah inspiratif untuk dimuat dalam buku Antologi; Judul dan Outline Buku; dan Sinopsis buku yang akan ditulis oleh peserta secara individu.

Menulislah dengan apa yang telah difikirkan, karena kunci menulis adalah tulis, tulis, dan tulis. Apabila sibuk berfikir apa yang akan ditulis, maka menulis tidak akan pernah dimulai. Satu kalimat pembuka dalam menulis, artinya seseorang telah mendapatkan 80% dari keberhasilan buku untuk selesai ditulis. Jangan pernah takut salah dalam menulis, karena tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai. Dengan gerakan guru menulis dan menerbitkannya menjadi buku melalui SAGUSAKU IGI, Pidie Carong dapat segera terwujud karena guru merupakan ujung tombak dalam mencerdaskan generasi penerus.

Ditulis Oleh:
Teddy Handika, S.Pd., M.T.
Guru SMAN 1 Gunung Megang, Kab. Muara Enim SUMSEL
Pelatih Nasional SAGUSAKU IGI

Comments

comments

BAGIKAN
Artikulli paraprakGubernur Baru dan Zonasi Guru
Artikulli tjetërLITERASI DALAM RANAH PENDIDIKAN INDONESIA
Guru di Kalimantan Selatan, saat ini menjabat sebagai Wakil Sekjen Bidang Literasi dan Publikasi Karya Guru