PAPAN KEJUJURAN LITERASI SEKOLAH

0
269

Apa saja yang kita simpan diruang kelas maka siswa akan mengambilnya dan digunakan sebagaimana fungsinya. kita simpan bola, siswa akan bermain bola. Kita simpan catur, siswa akan bermain catur. Kita simpan buku bacaan maka siswa akan membacanya. inilah sebuah pernyataan yang saya dengar dari Bapak Literasi sekaligus Ketua Umum PP IGI pertama, Satria Dharma ketika mengikuti Seminar Literasi beberapa waktu lalu. Aku tertarik mendengarnya, rasanya ingin segera pulang menerapkan.

Apa benar seperti itu ?, selama ini kita selalu mengeluh siswa malas membaca. Tidak mau membaca, asik bermain di ruang kelas. Padahal kita belum mencoba dengan berbagai hal, supaya siswa tertarik dan mau membaca. Terkadang untuk menumbuhkan minat baca kita harus sedikit memaksa, baik memaksa diri sendiri maupun siswa dengan cara meluangkan waktu 15 menit sebelum pelajaran dimulai untuk membaca buku. Ah, kalau cuma koar-koar sih, mudah saja. Sekolah pedalaman, terpencil, jangankan buku bacaan, buku pelajaran saja terkadang harus kami berbagi satu buku deng dua orang siswa. mau beli buku, penghasilan orang tua siswa pas-pasan. Bagi yang memiliki rejeki lebih, terkendala untuk membeli buku, turun ke kota jauh. Di sinilah peran guru bagaimana cara menyelesaikan persoalan ini.

Pengalaman saya untuk menyelesaikan persoalan seperti ini, langkah yang pertama saya lakukan adalah menggunjungi pustaka, lalu saya ceritakan persoalan saya, Alhamdulilah pihak pustaka daerah Aceh Timur di Peurelak menyumbangkan satu kardus buku bacaan untuk siswa SDN Buket Bata. Selanjutnya saya buat sudut bacaan di ruang kelas. dengan sedikit bersusah paya membuat rak tempat mengatur buku. supaya siswa tertarik melihatnya dan akhirnya mau mencoba membuka dan membaca buku.  setelah buku saya atur dengan rapi, saya keluar ruang kelas, tak berapa lama siswa langsung menuju tempat sasaran. Melalui cara ini saya merasa telah berhasil menarik minat baca siswa.

Program saya ke depan, saya ingin membuat papan kejujuran, dimana siswa setiap pagi harus membaca 15 menit. kemudian menulis pernyataannya pada kertas “saya telah membaca 15 menit” bila siswa tidak membaca harus menulis sesuai dengan kenyataaan “saya tidak membaca hari ini”. Kemudian menempel pada papan kejujuran. Proyeksi saya, setelah papan kejujuran berjalan sesuai harapan, tahapan selanjutnya adalah menulis judul buku yang dibaca, pengarang buku, berapa halaman yang dibaca dan menulis beberapa kalimat apa yang menjadi pelajaran terpenting dari buku yang sedang dibaca. Mudah-mudahan gerakan literasi sekolah berjalan lancar. Terlebih jika dibantu oleh gerakan sosial seperti teman-teman di IGI Kabupaten Aceh Timur.

Saya berharap kepada seluruh pemangku jabatan agar dapat turut serta andilnya dalam mencerdaskan anak bangsa. Hanya lewat literasi dapat mengubah peradaban bangsa.

Aceh Timur, 4 Agustus 2018

Aiyub,S.Pd

Guru SD setengah terpencil.

Pengurus IGI Kabupaten Aceh Timur

Comments

comments