Menemu Baling IGI di Festival Kampong Telihan Kutai Kartanegara Kaltim.

0
219

Ditulis oleh Suparno Ghopar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perjalanan menemu baling saya kali ini berada di festival kampong Telihan Muara Muntai Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Alhamdulillah kanal menemu baling diundang mendadak oleh pihak Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Karena saya seharusnya tanggal 25-26 Agustus sesuai jadwal melatih di Kabupaten Berau. Karena satu dan lain hal banyaknya kegiatan di Bulan Agustus panitia lokal minta kegiatan diundur di September atau Oktober.

Pelaksanaan kegiatan menemu baling di arena Festival kampong telihan muara Muntai Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur dibuka oleh PJ Bupati pak Edi Damansyah pada tanggal 25 Agustus pukul 20.00 Wit dan juga dihadiri oleh para camat dinas pendidikan dan Kebudayaan kepala Dinas Pariwisata para Kapolsek dan Dannramil. Kegiatan ini dibuka secara resmi pada tanggal 25 Agustus 2018 tepatnya pada pukul 20.00 waktu Indonesia bagian tengah.

Untuk kegiatan workshop menemu baling sendiri akan dilakukan besok harinya yaitu tanggal 26 Agustus 2018 bertempat di Pendopo Agung muara Muntai. Menemu baling diikuti oleh sekitar 70 peserta yang terdiri dari para pendidik dan beberapa Camat dan kepala UPTD dinas pendidikan dan juga diikuti oleh mewakili kepala dinas kabupaten Kutai Kartanegara, serta Ketua IGI Kutai Kartanegara Bpk Sutopo Gasif, M.Pd. Kegiatan workshop dimulai pada pukul 08.15 setelah selesai kegiatan beseprah, atau makan bersama antara para pejabat warga masyarakat di sekitar muara Muntai. Untuk kegiatan ini langsung dipimpin oleh kepala Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara sebagai penanggung jawab kegiatan Festival Kampung telihan ini.

Workshop menemu baling yang diadakan oleh pemerintah daerah Kutai Kartanegara yang dikemas dalam Festival kampung telihan terasa sangat spesial. Karena kegiatan ini bersamaan kegiatannya dengan kegiatan yang sudah dijadwalkan oleh panitia sehingga keseruan dalam kegiatan Festival Kampung Durian sangat terasa.

Khusus untuk kegiatan menemu baling ini peserta tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Semua peserta meskipun gratis mereka tetap mendapatkan sertifikat kudapan sarapan pagi dalam acara beseprah makan siang tapi dilaksanakan pukul setengah empat sore. Bahkan untuk peserta yang tulisan nya menjadi yang terbaik akan memperoleh hadiah, piala dan Piagam dari panitia.

Khusus untuk kegiatan menemu baling dilaksanakan 1 hari dan 27 agustus sampai satu minggu kedepan adalah waktu lomba menulis budaya mantan Timur. Lomba menulis ini peserta harus menggunakan metode menemu baling tuliskan ide-idenya. Setelah itu tulisan yang sudah jadi atau siap untuk lomba, harus dikirim ke alamat email panitia yang sudah diinformasikan sebelumnya bersama ketentuan kriteria lomba menulis Budaya Kalimantan Timur.

Kegiatan menemu baling ini merupakan kegiatan yang ke-4 kalinya dilaksanakan di Kalimantan Timur khususnya di Kutai Kartanegara. Yaitu kegiatan menemu baling dan dilanjutkan dengan menulis budaya di Kalimantan Timur. Pertama dilaksanakan pada peringatan Hari Kartini, kedua dilaksanakan pada Hari Pendidikan Nasional, ketika laksanakan di kawasan pariwisata Pela Kota Bangun, dan yang keempat dilaksanakan kegiatan festival Kampung telihan muara Muntai.

Pertama materi untuk memotivasi para peserta adalah mudahnya menggunakan methode menemu baling untuk kegiatan menulis. Karena hampir semua guru memiliki Android sehingga kegiatan menemu baling bisa dilaksanakan di mana saja dan kapan saja, yang penting batrei masih cukup, tersedia data dan jaringan stabil. serta dipersiapkan headshed untuk mempermudah proses menemu baling dan agar tidak mengganggu peserta lain saat menenu baling yang dilakukan dengan waktu yabg bersamaan.

Sebelum proses menginstal alat-alat menemu baling peserta dikumpulkan sesuai dengan nomor urut. Nomor satu nomor 2 bergabung dengan nomor 2 dan selanjutnya. Akhirnya terbentuklah kelompok masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang peserta. Sebelum mereka kembali ke tempat duduk untuk menempati kelompok-kelompok kayak ajak untuk mempersiapkan diri dengan yel-yel menemu baling dengan penemu baling dan juga memberikan salam menemu baling dan salam literasi. Peserta diajak untuk senam muka atau senam ekspresi dengan melafalkan huruf vokal mulai dari a e i o u. Caranya melafalkan vokal ini harus dengan berurutan dan masing-masing kelompok harus melafalkan dengan kompak sampai peserta di masing-masing kelompok sudah melaksanakan dengan benar.

Tapi apa yang terjadi di sini banyak kekeliruan yang dilakukan oleh peserta karena mereka terbiasa dengan melafalkan dengan urutan a i u e o. Di sini mulai terjadi keseruan karena hampir semua peserta banyak yang salah ketika melaporkan urutan huruf-huruf vokal itu. Tapi tidak lama kemudian masing-masing ketua kelompok bisa melafalkan secara kompak huruf vokal itu dengan urutan . Setelah itu peserta saya aja untuk layar mulai aplikasi menemu baling. Dari membuka Play Store hai menginstal 6 alat untuk menemu baling mereka lakukan dengan penuh semangat. Bahkan bapak camat dan bapak yang mewakili kepala dinas kabupaten Kutai Kartanegara dan Bapak Kepala UPT dinas pendidikan dengan sangat cepat bertiga bisa selesai menginstal aplikasi menemu baling beserta 6 alat standar yang dipakai untuk kegiatan menemu baling.

3 peserta ini dengan cepat menginstal aplikasi menemu baling ternyata beliau dengan cepat praktek menemu baling sampai pada mengirimkan hasil tulisan yang dibuatnya metode menemu baling yang cukup singkat namun tulisan sangat banyak. Dan untuk memotivasi peserta lain Hasil dari menemu baling ini langsung saya sorot ke infocus semua peserta bisa melihat langsung bahwa iya kan menemu baling mudah dan dapat dengan mudah untuk hasil tulisan kita melalui media sosial atau dicetak bahkan untuk bisa langsung didengarkan apa yang sudah kita tulis dengan mulut kita. Makanya menemu baling menulis dengan mulut dengan telinga 1 revolusi dalam kegiatan revolusi digital. Semuanya akan jadi mudah untuk menuliskan ide ide kita.

Setelah semua peserta selesai menginstal aplikasi menemu baling dengan 6 alat, selanjutnya adalah isoma. Tetapi banyak peserta bagian peserta setia Bertahan untuk melanjutkan kegiatan menemu baling. Bahkan bapak camat muara Muntai dan bapak kepala UPTD dinas pendidikan muara Muntai juga ikut bertahan agar apa yang dipelajarinya tentang metode menemu baling langsung bisa dipraktekkan mulai dari menemu baling jingga hasil menemu baling bisa didengarkan atau dikirim kemensos atau dicetak. Karena saya terus didekati oleh para peserta sehingga saya juga ikut bertahan di Pendopo Agung. Semangat para peseta untuk ikut work menemu baling adalah kebanggaan kami, kebanggaan IGI.

Ketika waktu yokan 15.15 kegiatan workshop menemu baling saya akhiri meskipun masih ada masih ada permintaan dari peserta untuk tetap dilanjutkan. Tetapi saya berjanji terus mengadakan bimbingan online kepada para peserta yang berjumlah sekitar 70 orang. Bimbingan online terus kami lakukan peserta workshop dapat lomba menulis budaya Kalimantan Timur menemu baling, yang akan dilaksanakan mulai tanggal 27 agustus 2018 hingga satu minggu kedepan. Buat peserta yang menjadi juara dan miliki karya terbaik akan dibukukan oleh PT Intan Pariwara sebagai referensi untuk kegiatan gerakan literasi sekolah.

Pada akhir kegiatan hari ini saya merasa tersanjung karena bapak camat bapak Kepala UPT berkenan menyampaikan kesan dan pesan pada kegiatan ini. Seluruh peserta diharapkan untuk sharing and growing together kepada guru guru belum bisa hadir pada work shop menemu baling hari ini. Bahkan bapak Kepala UPTD dinas dan kebudayaan muara Muntai mengundang kembali pelatih menemu baling untuk di muara Muntai dengan peserta yang lebih banyak lagi. Begitu juga bapak camat sangat bangga makasih kepada ikatan guru Indonesia sudah berkenan menghadirkan tes kenal menemu baling di Muara Muntai. Beliau juga berjanji akan mengirimkan stafnya untuk mengikuti work shop menemu baling yang akan dijadwalkan kembali.

Saya sebagai pelatih National menemu baling bangga karena kami diundang pada kegiatan festival Kampung telihan. Meskipun undanganya mendadak namun pesertanya cukup banyak dan sangat antusias mengikuti step by step kegiatan menemu baling. Saya juga merasa bangga karena Ikatan Guru Indonesia untuk kanal menemu baling diapresiasi oleh seluruh peserta dan masyarakat Muara Muntai pada umumnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya spanduk yang dipasang di pinggir jalan dan di tempat pembukaan kegiatan termasuk yang di pendopo agung tempat kegiatan menemu baling.

Hal lain yang membuat saya terharu ketika usai kegiatab dilanjutkan dengan makan siang bersama. selanjutnya rombongan tim menenu baling akan pulang menuju ke pelabuhan dengan menaiki motor becak yang sudah disiapkan oleh panitia. Dan yang mengharukan lagi kami tidak langsung diantar ke pelabuhan untuk menyebrang menuju mobil yang akan mengantarkan kami ke Tenggarong, kami diarak keliling kampung melalui jembatantelihan kayu ulina. Hal ini kami tim menemu baling sangat terkesan senam panitia. Penyambutan yang luar biasa tim karena baru kali ini diperlakukan ini.

Akhirnya kami sampai di pelabuhan naik jangan menuju parkir yang akan mengantarkan kami pulang ke Tenggarong dan Samarinda.

Perjalanan 5 jam lebih tidak terasa meski melalui jalan setapak dan rusak, serta menyeberangi sungai mahakam. Karena penyambutan yang luar biasa tempat acara. Sekitar setengah sepuluh malam rombongan sampai Tenggarong. Dua mobil lanjut ke Samarinda, dan dua mobil berhenti di Tenggarong. Sampai bertemu di work shop menemu baling di MGMP Provinsi Kaltim, insya Allah tanggal 8 September 2018 di Samarinda.
Terimakasih.

#orang literat menemu baling
#salamliterasi
#ditulisDenganMetodeMenemuBaling mantra.

Comments

comments