MENEMU BALING DI NEGERI PENGHASIL SUSU KUDA LIAR

0
278

Oleh: Mampuono
# orang literat menemu baling

Ikatan guru Indonesia Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan sebuah kegiatan untuk peningkatan literasi para guru dan masyarakat umum di wilayah tersebut pada hari Sabtu, 24 Februari 2018. Acara tersebut bertajuk workshop Menemu Baling dan diikuti oleh 60 peserta dari berbagai kalangan. Sebagian besar adalah para guru dan sisanya adalah mahasiswa, dosen, pejabat, dan wartawan.

Acara diselenggarakan di ruang pertemuan Hotel Fizz lantai 3 yang berada di Kota Mataram. Di dalam ruang pertemuan berukuran 10 x 12 meter yang didalamnya berisi tempat duduk yang didominasi cover warna hijau tersebut kegiatan workshop berlangsung penuh gairah. Kegiatan sedianya akan berlangsung dari pukul 14.30 sampai 16.30. Namun, besarnya antusiasme peserta dari negeri penghasil susu kuda liar itu membuat sesi tanya jawab berlangsung lebih panjang, sehingga akhirnya kegiatan ditutup oleh ketua IGI NTB, Ermawati, pada pukul 17.30.

Peserta berasal dari kabupaten-kabupaten di NTB, terutama yang berada di kota Mataram dan sekitarnya. Beberapa di antaranya berasal dari Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa dan yang terjauh berasal dari kota Bima yang menyeberang selat dan perjalanannya harus menggunakan feri, kapal cepat, atau penerbangan udara.

Seperti telur yang pecah cangkangnya dari dalam, karena janin burung di dalamnya sudah tumbuh menjadi lebih kuat, guru-guru ini datang mengikuti workshop karena semangat dari dalam yang mereka miliki untuk menjadi lebih baik dan semakin maju di dalam berliterasi.

Narasumber tunggal kegiatan tersebut adalah Mampuono yang juga merupakan founder metode Menemu Baling. Menurut Mampuono, metode tersebut sangat efektif untuk mengubah budaya tutur dan simak menjadi budaya tulis dan baca. Semuanya dibuktikan ketika para peserta berhasil melakukan instalasi software Menemu Baling yang sudah di-share free di Google Play Store yang diikuti dengan setting tertentu agar kegiatan menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga tersebut berlangsung dengan sukses.

Mampuono sedang in action

Banyak peserta yang merespon positif kegiatan tersebut dan mereka tertarik untuk menulis buku mereka sendiri dengan lebih mudah sekaligus juga membaca sebanyak mungkin untuk memperbaiki tingkat literasi serta menambah khasanah pengetahuan dengan menggunakan metode tersebut.

Pada kegiatan tersebut sebagian peserta menghendaki untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang Menemu Baling dengan mengakses buku tentang metode tersebut yang sudah ditulis oleh Mampuono. Buku tersebut berjudul Metode Menemu Baling: Merevolusi Budaya Tutur dan Simak Menjadi Budaya Tulis dan Baca. Sebagian juga menghendaki untuk memiliki buku yang berjudul Sembilan Rahasia Guru Menulis Buku dalam 5 Hari dengan Metode Menemu Baling. Buku yang diselesaikan dalam 5 hari tersebut menjadi bukti nyata keefektifan metode tersebut.

Buku wajib mahir Menemu Baling

Harapannya dengan berlangsungnya workshop tersebut kompetensi para guru di NTB dan masyarakat pada umumnya didalam berliterasi semakin meningkat pesat. Dengan demikian pada gilirannya nanti seluruh komponen bangsa akan turut terangkat kemampuannya dalam berinteraksi.
______________________________________________
Semarang 26 Februari 2018, ditulis dengan metode Menemu Baling, menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga pada kecepatan 60 km per jam dalam perjalanan dari Sampangan menuju Banyumanik.

Comments

comments