MELESAT ILMU KARENA INGIN TAHU, IGI SOLUSINYA

0
266

Oleh: Riyas Sandi Miswardani, S.E.
Sekretaris IGI Lombok Tengah

Dalam dunia pendidikan yang nota bene merupakan area bebas terstruktur yang disediakan oleh pemerintah dari zaman ke zaman untuk menghasilkan generasi penerus yang mempuni di segala bidang. Perwujudan dari hal tersebut adalah lahirnya para pemimpin bangsa yang menoreh sejarah jalannya roda dunia yang terus berkembang, ruang, waktu dan kemampuan yang dimiliki manusia telah menggugah kekuatan besar dalam diri manusia itu sendiri untuk merubah wajah dunia. Allah sang pencipta meneteskan secuil ilmu-Nya kepada manusia untuk mampu merubah keadaan, pemikirian serta budaya di dunia ini. Fakta berbicara bahwa manusia butuh suatu perkembangan ilmu, yang bisa menghantarkan manusia pada posisi selamat, baik pemikiran, fisik maupun kerohaniannya sebagai wujud takluk terhadap Tuhannya.
Guru Pencetak Generasi Paling Jitu

Guru pencerah yang mempuni, dimana ia terus mengembangkan diri dalam prespektif penggerak pendidikan. Tugas pembimbingan yang selalu ada untuk negara dan manusia, sehingga sangat naïf apabila guru sebagai penggerak, penggagas, pencetak generasi dikungkung oleh keadaan klasik dan rendahnya kesadaran diri untuk berkembang dan mengembangkan diri, bahkan sebutan kolot maupun gaptek (gagal teknologi) merambah guru di era modern ini. Satu hal yang menjadi solusi agar guru tetap melahirkan generasi mempuni, maka harus membuka wawasan, memahami peluang dan tetap sebagai pioneer dalam pergerakkan perkembangan dunia. Sejalan dengan itu maka pemerhati dan penggagas serta penggugah dunia pendidikan seperti Satria Dharma, Dr. Indra Djati Sidi, Dr. Gatot Hari Priowiro Janto, Ph.D, Ir. Bagiono Djokosumbogo, Muhammad Ihsan memperkuat komitmen secara mandiri membentuk Klub Guru Indonesia tahun 2006 yang selanjutnya berganti nama Ikatan Guru Indonesia (IGI). IGI sebagai organisasi profesi guru memiliki visi memperjuangkan mutu, profesionalisme, dan kesejahteraan guru Indonesia, serta turut secara aktif mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk generasi yang berkarakter. Misi besar IGI adalah (1) Mewujudkan peningkatan mutu, profesionalisme, kesejahteraan, perlindungan profesi guru, dan pengabdian kepada masyarakat. (2) Menjadi sarana dan wadah interaktif guru untuk tukar-menukar pengalaman, ide, dan berbagi dalam cara mengajar, pendekatan, metode, strategi dan teknik mengajar, serta hal-hal baru dalam dunia pendidikan. (3) Memajukan pendidikan nasional, keguruan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. (4) Menjalin kerjasama dengan semua pihak untuk meningkatkan kemajuan pendidikan, mutu, profesionalisme, dan kesejahteraan guru. Misi besar inilah yang terus dikawal oleh IGI untuk memacu diri untuk menjadi pioneer dalam mencetak generasi yang jitu.

Wujud nyata IGI dalam memberikan wawasan yang lebih bagi guru adalah dengan adanya pelatihan-pelatihan, seminar-seminar, workshop-workshop, sebagai media guru untuk mengasah, menambah, dan meningkatkan kemampuannya untuk menjadi pencetak generasi yang mempuni, di segani, dan tetap berprestasi dibidangnya. Salah satu contoh yang telah dilakukan IGI wilayah Nusa Tenggara Barat adalah pelaksanaan TOT (Training of Trainer). Kegiatan ini mulai tanggal 17 s.d. 18 Desember 2016 bertempat di SMK Negeri 3 Mataram, Jalan Pendidikan 47 Mataram. Pelaksanaan kegiatan ini dipilih mulai tanggal 17 Desember 2016, bertepatan dengan HUT Provinsi Nusa Tenggara Barat ke- 58. Pada upacara peringatan HUT tersebut, pengurus IGI diberikan kehormatan sebagai tamu undangan Vip oleh pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ahmad Dahli, Ermawanti (Pengurus Pusat), H. Esmy Maulidy Hamy (Pengurus Wilayah NTB), dan Syahruna (Ketua IGI Kota Bima) untuk mengikuti upacara bergengsi tersebut.

Tujuan kegiatan TOT dengan tema Literasi Produktif Nasional II adalah meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan para pendidik dalam penguasaan IT sebagai media pembelajaran yang efektif, efisiensi dan menyenangkan bagi pendidik maupun peserta didik sesuai dengan tuntutan era pendidikan yang kekinian, serta memberikan sebuah pencerahan kepada guru betapa teknologi sangat membantu dalam mengembangkan sayap-sayap pengetahuan sebagai guru pencetak generasi yang jitu.

Cakupan materi kegiatan TOT tingkat nasional adalah Materi Optimalisasi Penggunaan Tablet A8 Samsung, Sagusanov (Animasi Drawing dan Buku Digital), membuat media pembelajaran menarik dan menyenangkan, dan mengoptimalkan menulis dengan menggunakan mulut dan membaca menggunakan telinga. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 50 pendidik berasal dari utusan IGI Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat dan 2 orang dari provinsi Bali.

Pendukung setia dan pemberi suport untuk pelaksanaan TOT ini adalah Samsung A8 yang memberikan nuansa berbeda dibandingkan dengan Tablet lain. Aplikasi tablet tersebut mampu menyuguhkan media pembelajaran-pembelajaran yang menarik di kelas, guru diajarkan cara menghadirkan data atau konten pembelajaran yang cepat dan akurat. Inilah bukti peran IGI yang nyata terus mengembangkan diri dan hadir untuk guru yang ingin maju, guru yang ingin berprestasi, guru yang ingin membangun generasi yang mempuni, guru yang akan menjadi terhormat karena kemampuan dan dedikasinya yang tak terhingga untuk generasi bangsa. IGI lahir dari guru, oleh guru, dan untuk guru. SATU KATA KUNCI: IGI HEBAT AKAN LAHIR GURU HEBAT!

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here