KENAPA HARUS IGI

0
600

Assalamualaikum Warohmatullaahi Wabarakaatuh…

Salam sejahtera untuk kita semua.

Perkenalkan, saya Rena Nurmaya (Guru Seni Budaya) dari SMP Negeri 10 Tangsel (Peserta TOT 2 DKI 24-25 Désémber 2016)

Awalnya sempat terlintas dalam benak saya, apa sih sebenarnya IGI ini ?

Terus terang selama hampir 25 tahun saya berada dalam dunia pendidikan, tak sedikitpun saya mengalami perubahan yang berarti dalam diri saya. Semua berjalan apa adanya. Hanya sekedar memenuhi tugas dan kewajiban.  Mengajar, selesai, pulang. Semuanya terasa mengganjal dan sia-sia. Ilmu yang saya miliki berputar hanya di sekitar sekolah tempat saya bekerja. Setelah itu hilang. Lalu apa yang harus saya lakukan. Ilmu IT saya rendah tak secanggih teman-teman lain. Kemana saya harus menuangkan ide-ide saya ini ?

Dipertengahan tahun 2016, teman saya yang sudah lebih dulu mengenal IGI mengajak saya untuk mengikuti workshop mandiri yang berkaitan dengan peningkatan mutu guru. Penyelenggaranya adalah teman teman guru yang sudah sangat mahir di bidangnya bersama IGI. Mulailah ada sedikit pencerahan. Beberapa berkas pengembangan diri yang tersimpan begitu saja, saya coba kemas rapi sesuai dengan arahan ketika workshop.  Alhamdulillah 4 buah pengembangan diri berhasil saya susun untuk persiapan kenaikan pangkat.

Berikutnya saya ikuti lagi pelatihan guru, informasi saya peroleh dari brosur yang disebarkan oleh teman-teman IGI. Materinya tentang Penilaian Tindakan Kelas (PTK). Alhamdulillah setelah itu dalam 1 semester saya mencoba membuat PTK dengan judul “Menyanyikan Lagu Unisono Dengan Teknik Latihan/Drill”.

Semangat saya muncul lagi ketika IGI mengundang teman-teman guru untuk menghadiri kegiatan Halal Bihalal di salah satu sekolah swasta ternama di Tangsel. Saya mulai menyadari betapa hebat dan luar biasanya teman-teman saya itu. Mereka mampu bekerja tanpa pamrih demi memperjuangkan mutu guru. Saya merasa sangat ketinggalan dari semua ini. Yang ada dalam benak saya bahwa saya harus keluar dari serba ketidakpahaman ini dan harus berubah.

Setelah mempelajari dan mencari tau…akhirnya IGI lah yang saya pilih. Bagi saya, IGI adalah sebuah inovasi. IGI bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan dan ditakuti oleh sebagian teman-teman saya di PGRI. Karena IGI bukan wadah  politik. Visi dan Misinya sangat jelas yaitu meningkatkan mutu guru Indonesia.

Bismillah…. akhirnya saya mendaftarkan diri sebagai anggota IGI pada bulan September 2016. Jadi saya punya 2 wadah dalam mengemban tugas keprofesionalan saya sebagai guru. Yakni PGRI dan IGI. Yang keduanya sudah seharusnya saling bersinergi.

Tak lama kemudian pada saat saya sedang semangat-semangatnya mempelajari IGI, teman-teman meminta saya untuk mengemban tugas sukarela sebagai pengurus IGI Tangsel periode 2016-2021. Dari situlah saya berkomitmen bahwa guru Indonesia harus lebih maju dari sebelumnya.

Pada kegiatan TOT 2 DKI 24-25 Desember 2016 di Kantor Kementrian Agama DKI, lagi-lagi saya bertemu dengan teman-teman guru se-Indonesia, yang dengan ikhlas menghabiskan masa liburnya untuk belajar sekaligus diharapkan menjadi Trainer di wilayah masing-masing nantinya. Subhanallah…! Ini benar-benar luar biasa.

Alhamdulillah wasyukurillah…dari TOT Literasi ini, saya mencoba untuk mulai belajar menulis.

Terimakasih yang sedalam-dalamnya saya ucapkan kepada Bapak Ketua Umum IGI Pusat Muhammad Ramli Rahim (Sulsel)

Terimakasih kepada seluruh panitia dan pengurus IGI DKI

Terimakasih kepada Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Tangsel Drs. H. Rohidi, MA, yang selalu memberi support kepada saya dan teman guru untuk selalu berinovasi dalam berbagai bidang.

Special thanks untuk teman saya Puji Windriyani, M.Pd, karena beliaulah saya bisa berada di TOT 2 DKI 24-25 Desember 2016.

Selamat untuk teman-teman IGI dari Sumatra Barat (Padang) Lampung, DKI, Jawa Barat (Bandung, Sukabumi, Bogor, Depok, Bekasi) Banten (Serang, Pandeglang, Tangerang, Tangerang Selatan).

Mari kita sukseskan budaya Literasi di sekolah kita. Budaya mencari tahu dengan membaca, menulis dan menyampaikan. Literasi Dulu Kini dan Nanti.

Hidup Ikatan Guru Indonesia…! Sukses untuk kita semua.

 

Tangerang Selatan, 30 Desember 2016
Wassalam,
Rena Nurmaya

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here