IGI KEMBALI MELAHIRKAN 19 CARA UNIK, BERKUALITAS DAN MENYENANGKAN MENGAJARKAN MATEMATIKA DAN FISIKA

0
198

Belajar Matematika dan Fisika, siapa berani?
Pertanyaan ini hanya akan dijawab “iya” oleh sebagian kecil siswa karena matematika dan fisika adalah dua mata pelajaran yang menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar siswa.

Data-data Internasional seolah selalu momojokkan Indonesia, padahal Indonesia tak layak dibandingkan dengan Singapura yang populasinya hanya 5,5 juta jiwa atau Finlandia yang berpenduduk hanya 5,4 juta jiwa. Luas daratan singapura bahkan tidak lebih luas dari Kecamatan Cenrana di Kabupaten Maros.

Namun bukan IGI namanya jika pasrah dengan angka-angka yang memojokkan itu, IGI sadar betul, luasnya wilayah Indonesia, besarnya jumlah siswa, minimnya jumlah guru dan berbagai hambatan regulasi menjadi kendala tersendiri buat pemerintah pusat dan daerah mengejar ketertinggalan. Dari sanalah IGI dengan segala fleksibilitas dan militansinya hadir untuk membantu pemerintah meningkatkan kompetensi guru.

Atas bantuan Citizenship PT Samsung Elektronik Indonesia, IGI berupaya maksimal menemukan cara-cara unik, menarik dan tentu saja berkualitas dalam pembelajaran matematika dan fisika. IGI kemudian menantang seluruh guru matematika dan fisika di seluruh Indonesia untuk menawarkan cara unik, menarik dan tentu saja berkualitas. Hasilnya 67 cara unik itu dikirim ke Panitia seleksi yang juga berfungsi sebagai fasilitator TOC Matematika-Fisika Indonesia. Setelah melalui seleksi administrasi, seleksi karya, hingga wawancara vicon. Ditemukanlah 20 cara unik dan menarik tersebut.

Keduapuluh orang yang telah lolos seleksi ini kemudian diundang ke IGI-SSLC Makassar untuk dipertemukan dalam Training Of Coach Matematika Fisika Indonesia.
19 orang dari Aceh hingga Papua ini pun memaparkan cara unik dan menarik mereka dihadapan fasilitator yang terdiri atas Abdul Karim (Semarang), Khairuddin (Aceh Timur), Chandra S Ubayanti (Fak-Fak) dan Basri Lahamuddin (Makassar). Salah satu peserta tidak dapat hadir karena disaat bersamaan mendapat undangan dari Jepang.

Begitu menariknya kegiatan ini membuat Ibu Daswatia Astuti, Kepala P4TK Matematika Yogya terbang ke Makassar menyaksikan langsung presentase 19 guru hebat ini. Ibu Das pun makin kagum dengan IGI, beliau bahkan berucap “teman-teman IGI telah mengajariku memikirkan kemajuan guru lebih penting dari memikirkan nasibnya sendiri”

 

Dari TOC Mat-Fis ini, IGI mewisuda 19 Pelatih dengan kanal baru sekaligus mempersiapkan mereka melatih di 320 kabupaten/kota yang menjadi sasaran Pengurus Pusat IGI 2018. Bagi guru Matematika dan Fisika di Seluruh Indonesia yang ingin dilatihkan 19 cara unik, menarik dan berkualitas ini dapat menghubungi Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Mata Pelajaran Matematika di ‭+62 852 77634479‬. Jika daerah guru sasaran masuk dalam daftar 320 kabupaten/kota tersebut, maka PP IGI akan menerbangkan pelatihnya ke daerah bapak ibu dengan biaya penerbangan dari PP IGI.

IGI akan terus berinovasi, menemukan cara-cara baru menghadirkan pembelajaran yang lebih menyenangkan. Saat ini guru tak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu pengetahuan bagi siswa sehingga guru harus berubah menjadi guru yang menghadirkan cara baru bagi siswa lebih mudah menemukan pengetahuan yang dibutuhkan baik dari dunia nyata maupun dunia maya.

Inilah 19 cara unik, menyenangkan dan berkualitas yang lahir dari TOC Mat-Fis IGI 2018 :
1. . MODEL ELIPS. Ade emay
2. SAGUSASMATH (Satu Guru Satu Strategi Matematika), Amran Hapsan
3. SAGUE-CASH, Dwi Anggraeni
4. SAGUSAPAM (Satu Guru Satu Alat Peraga Matematika) Felix Arnold Lakoy
5. SAGUSAHOOT, Satu Guru Satu Kahoot, Ferdinand Wadu He
6. SaguSapex Heri Risdianto
7. GEMATIK – SGT (Gerakan Matematika Menarik- Sport Game Tournament), Muh Arifin
8. SAGUFISGAME,Arbain
9. SAGU SAMPING (Satu Guru Satu Mind Mapping Collaboration) – Muhammad Al Azhari Tambunan
10. Sagu Sakera, Muhammad Haninul Fuad
11. SAGUBANGET(Satu Guru Banyak Games MaTematika), Muhammad Ilham Rauf
12. Kelas Kreatif, Rahmad Sugianto
13.SaGu_MaDE (Satu Guru Mahir Didactical Engineering), Ropal Aria Silo
14. Sagu-Sacreen (Satu Guru Satu SmartScreen), Suparmanto
15. Arfiani Babay, SAGUSAMAPRO = Satu Guru Satu Metode Anpro
16. Bambang Setiawan, Fisika Smart
17 SAGUSADO-FIS – (Satu Guru Jadi Satu Dokter Fisika) – Zainul Mustofa
18. SAGUSAPEMAD- (SATU GURU SATU PEMBELAJARAN MADING ALA RANGKING SATU)-halimatang
19. Sagusabar, satu guru satu barcode. A’irin Nurwidyastuty

Makassar, 17 April 2018
Muhammad Ramli Rahim
Ketua Umum Pengurus Pusat
Ikatan Guru Indonesia

Comments

comments