IGI Kabupaten Tambrauw Papua Barat Resmi Terbentuk

0
184

Dihadiri sekitar 80-an guru SD dan SMP di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Tambrauw resmi terbentuk. Pertemuan diadakan di hotel Papariza Manise, Sorong pada tanggal 4 Oktober 2018.

Para guru ini datang dari berbagai pelosok Tambrauw. Bahkan ada yang menempuh perjalanan hingga 4 jam. Namun demikian, mereka hadir dengan semangat dan antusias yang luar biasa. Mereka juga mendapatkan uang transport serta dapat merasakan makan siang ala hotel karena kegiatan ini dibarengi dengan kegiatan sosialisasi pendidikan inklusi.

Dalam pertemuan dan pemilihan pengurus IGI di daerah ini, terpilih secara demokratis saudara Lukas Paseru S.Pd, seorang guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Sausapor sebagai Ketua Daerah IGI Kabupaten Tambrauw.

Hadir dalam pertemuan ini dan turut pula memberi sambutan, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw, Agustinus Lewerissa, S.Sos. Dalam sambutannya Agustinus mengungkapkan bahwa hadirnya IGI di Tambrauw nantinya akan memudahkan pihak Dinas Pendidikan untuk mendatangkan para pelatih dan narasumber dari pusat.

Menanggapi terbentuk dan terpilihnya pengurus IGI di kabupaten ini, Agustinus berharap agar pengurus inti yang sudah dibentuk bisa lebih pro aktif dan selalu loyal untuk demi kemajuan pendidikan. Kabid SMA yang juga turut berhadir berharap agar hadirnya IGI di Tambrauw bisa membawa dan meningkatkan pendidikan daerah ini menjadi lebih baik lagi.

 

Setelah proses pembentukan pengurus, kegiatan berlanjut dengan sosialisasi pendidikan inklusif yang disampaikan oleh Nursyamsih, salah seorang ketua pada pengurus pusat IGI yang juga pegiat pendidikan inklusif.

Nursyamsih yang biasa disapa bu Anchi ini mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada pihak pejabat dinas pendidikan yang memberikan support atas terlaksananya pertemuan tersebut. Terkhusus kepada Karel Nauw, S.Pd, Kabid SMP yang menjadi pintu masuk. Dia yang selama ini menjalin komunikasi dengannya. Karena keinginan yang kuat agar pendidikan di daerah ini bisa bergerak maju dan ini sejalan dengan motto IGI “sharing and growing together”. Guru yang tergabung dalam IGI itu akan bergerak untuk saling tumbuh dan menumbuhkan, saling berbagi pengetahuan dan keterampilan dalam mengajar. Sehingga akan terwujud pemerataan kualitas guru dan akan berimbas pada pemerataan kualitas pendidikan.

“Inklusif itu berarti tidak ada diskriminasi terhadap apapun. Baik itu pada anak didik, guru, hingga daerah perkotaan maupun desa pedalaman. Semua mempunyai hak yang sama dalam pendidikan.” Ungkapnya.

Ref./foto: Anchi

Comments

comments