IGI Banjarbaru Gelar Seminar dan Pelatihan; Media Komik Bagus untuk Anak Berkebutuhan Khusus

0
686

Banjarbaru- Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Banjarbaru gelar seminar dan pelatihan pembuatan (komik) pembelajaran berbasis IT, di aula SLB-C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan – Banjarbaru (Selasa, 23/08/2016).

Kegiatan ini diikuti oleh 96 orang peserta, mayoritas adalah guru SLB, lainnya adalah guru-guru di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Kegiatan dibuka Kepala UPTD SLB-C Negeri Pembina Prov. Kalsel H. Sulaiman Kurdi, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan mendukung sekali segala kegiatan yang bersifat meningkatkan kompetensi guru. H. Sulaiman Kurdi yang pernah menjabat sebagai kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Provinsi Kalsel ini mengungkapkan; Tidak banyak guru yang menguasai dan menggunakan IT dalam media pembelajarannya, karena itu pelatihan pembuatan media berbentuk Komik berbasis IT ini akan sangat berguna bagi guru agar pembelajaran di kelas menjadi menarik, paparnya.

Sementara itu Ketua Umum IGI Pusat, Muhammad Ramli Rahim dalam sambutannya mendorong guru-guru untuk selalu membuat inovasi-inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah menggunakan IT dalam membuat media pembelajaran. IGI akan terus memfasilitasi guru-guru yang ingin meningkatkan mutu dan kualitas profesionalismenya. IGI telah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung  usaha tersebut. Tambahnya.

Program satu guru satu tablet atau yang dikenal dengan istilah sagusatab, didorong untuk memudahkan guru dalam mengajar. “Jika di kelas sudah ada infokus/LCD, dengan menggunakan satu tablet saja guru bisa mengajar dengan menarik, materi pelajaran sudah termuat di dalamnya, serta bisa melakukan proses belajar mengajar dengan interaktif”, katanya.

Guru yang sudah mahir, selanjutnya bisa mengupload hasil karyanya di internet. Sehingga materi, media pembelajarn dan inovasi lainnya bisa dilihat dan di download oleh guru-guru lainnya untuk selanjutnya diterapkan di kelas masing-masing.  Inilah yang ingin dicapai oleh IGI, sesuai dengan mottonya: sharing and growing together.

Abdul Karim, narasumber yang membimbing peserta membuat media komik untuk pembelajaran mengungkapkan bahwa media komik dapat dibuat dengan mudah oleh guru tanpa harus bisa menggambar. “Hanya melalui dua buah software yang diinstallkan di komputer, kita bisa membuat komik untuk media pembelajaran”. Ungkapnya.

“Komik sebagai media pembelajaran yang dibuat oleh guru selanjutnya bisa dikembangkan lagi melalui software Lectora Inspire 7, sehingga menjadi interaktif”, tambahnya.

Nurinawati, guru SLB yang ikut kegiatan ini merasa senang sekali karena mendapat ilmu baru cara membuat komik. “Saya mengajar anak tunarungu, anak yang tak bisa berbicara dan mendengar ini biasa saya ajari dengan gambar-gambar. Nah, komik ini bisa jadi media yang bagus untuk mengajari mereka”, katanya. (Rep./Ft: Halim)

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here