HGN 2017, IGI: Pelatihan Guru Hanya Fokus Anggaran, Bukan Hasil

0
51

JAKARTA, IGI – Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengkritik sistem dan upaya pengembangan kompotensi guru yang selama ini dianggap tidak tepat sasaran.

IGI melihat bahwa ada beberapa problem dan sisi lemah pada program pelatihan-pelatihan selama ini. Secara umum, Pemerintah bukan hanya Kemendikbud itu hanya fokus ke serapan anggaran, bukan ke hasil.

“Bukan kinerja tapi ke serapan anggaran. Jadinya kemudian pelatihan-pelatihan berbiaya tinggi, itu selalu dihadirkan,” kaya Ketua IGI Pusat, Muhammad Ramli Rahim saat menjadi narasumber di acara Kompas TV, Kamis (23/11/2017).

Ramli Rahim menguraikan, selama ini yang ikut pelatihan adalah guru yang itu-itu saja, jadi kalau nilai kompetensi guru tahun 2015 hanya 6,1% yang tuntas, itu wajar karena yang ikut pelatihan tidak lebih dari 6 persen.

“Kemudian kami di IGI menginstilahkan itu guru-guru spesialis pelatihan. Setiap pelatihan terjadi reuni sesama guru pelatihan, ini masih terjadi sampai sekarang, dan mungkin ibu dari GTK bisa sedikit mengurangi itu. Bahkan kemarin kami bertemu KSP, kami meminta anggaran pelatihan guru dihapuskan, diganti dengan pelatihan pengembangan kompetensi guru, diserahkan ke organisasi guru dan jangan diberi anggaran,” harap Ramli.

Perbincangan Live yang diadakan oleh Kompas TV dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional 2017 ini juga menghadirkan Plt. Dirjen GTK Sri Renani Pantjastuti yang juga Dir Pembinaan Guru Pendidikan Menengah. Dalam penjelasannya dia menyebutkan ada 3 hal yang menjadi permasalahan, seperti Pertama. Jumlah Guru, distribusi guru, adanya pensiun, mutasi.

Dok Kompas Tv

Kedua masalah Kempotensi Guru, yang terus menjadi permasalahan dalam mengembangkan krativitas guru dalam memberi pembelajaran.

Ketiga. Terkait dengan kesejahteraan guru, meski banyak sekali cara dilakukan pemerintah dalam mensejahterakan guru tapi masih banyak yang kekurangan.

Comments

comments